Zakat PNS, Kesadaran atau Paksaan?

diasuh oleh M. Sholahuddin

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz di sebuah kabupaten sedang heboh (pro dan kontra) dengan adanya Surat Edaran (SE) dari Bupati. Surat itu menegaskan diberlakukan pemotongan gaji terhadap PNS sebesar 2,5 persen untuk zakat dan 1,5 untuk infaq.

Pihak Pemkab berprinsip hal itu bukan paksaaan melainkan sebagai parameter tingkat kesadaran PNS. Hanya saja mekanismenya diatur oleh kedinasan , yaitu Bendahara gaji PNS.

Sementara beberapa PNS yang kurang setuju mempunyai alasan bahwa : disamping saat ini sudah banyak potongan gaji PNS, juga penyaluran zakatnya tidak transparan.

Bagaimana menurut Ustadz ?

Jawaban :

Wa’alaikum Salam Wr. Wb.

Audzubillah, bismillah, wassholatu wassalamu ‘ala Muhammadin ibni Abdillah Wa’ala alihi washahbihi wa man walah, amma ba’du.

Saudara penanya,

Zakat atau semisalnya, menurut Adiwarman A. Karim, ternyata juga ditemui dalam ajaran lain. Dalam “The Encyclopedia of religion and ethics” disebutkan bahwa ajaran Hindu, khususnya dalam Dhamasastra dan Puranas, dikenal konsep datria datriun. Sedangkan mustahik-nya (penerima zakat) disebut danapatra. Dalam Budha zakat dikenal sebagai sutta nipata. Sedangkan dalam Konfusius dikenal pembayaran sepersepuluh sampai dua persepuluh kepada raja. Dalam ajaran Yahudi semacam zakat dikenal istilah ma’ser, sedangkan dalam ajaran kristiani dikenal dengan istilah tithe.

Tanpa mengecilkan arti konsep yang dimiliki ajaran lain, secara jujur harus diakui bahwa konsep Islam demikian rinci dan sistematik mengatur zakat (biasanya beriringan dengan kewajiban sholat) dalam Al-Qur’an dan hadits serta dikembangkan di zaman khulafaur Rasyidin, tabi’in dan para ulama setelahnya.

Saudara penanya,

Abdul Qadim Zallum dalam Al-Amwal fi Daulah al-Khilafah menyatakan bahwa siapa saja yang memiliki uang kertas yang nilainya sama dengan 20 dinar emas atau sama dengan 85 gram emas yang menjadi parameter kuantitas atau nishabnya (1 dinar=4,25 gram emas), dan sudah mencapai satu periode atau haul (meskipun pembayaran zakatnya bisa mengangsur atau ta’jil), maka wajib baginya untuk berzakat sebesar 1/40 atau 2,5 persen.

Jadi misalkan seorang PNS mempunyai penghasilan bersih yang disimpan di bank selama satu periode akuntansi sudah lebih dari Rp 8.500.000,- (asumsi 1 gr emas = Rp 100.000,-), maka zakatnya adalah jumlah bersih uang yang disimpan dikalikan 2,5 %.

Lalu, kepada siapa zakat tersebut diserahkan ? Pada hakekatnya zakat tersebut diserahkan kepada Khalifah (kepala negara) atau yang mewakilinya, yaitu para wali, atau pihak lain yang ditunjuk oleh khalifah dalam urusan zakat seperti para “˜amil (petugas zakat), yang kemudian disalurkan kepada para mustahik. Dalam hal ini aparat pemerintah bisa pro-aktif dalam mengambil zakat para muzakki.

Bagaimana dengan kondisi sekarang yang tidak kondusif (darurat) dalam implementasi zakat ? Maka penyerahan zakat terserah kepada muzakki (orang yang berzakat). Dalam hal ini aparat tidak berhak untuk memaksa. Dalam kondisi (darurat) ini teladan pemimpinlah yang dibutuhkan (Ing Ngarso Sung Tuladha).

Muzakki bisa memilih antara menyalurkan sendiri kepada para mustahik atau dipercayakan kepada pihak manapun (termasuk bendahara PNS) yang bersedia menyalurkannya secara amanah dan profesional.

Kalau kita menyadari bahwa seluruh komponen dalam zakat (baik orang yang berzakat, penyalur zakat maupun penerima zakat) besuk di akherat kelak akan diminta pertanggungjawabannya, tentulah masing-masing komponen akan memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing secara profesional (termasuk transparan). Akan tetapi akankah kita dalam kondisi darurat terus menerus ? Semoga tidak.[ ]

Author: Admin

Share This Post On

65 Comments

  1. Dengan diberlakukannya peraturan tersebut semoga para pns yang sebelumnya jarang mengeluarkan zakat dan infak akan sadar mengeluarkan zakat dan infak dengan ikhlas. Karena zakat dan infak dapat mensucikan harta yang kita miliki dan sangat membantu fakir miskin.

    Post a Reply
  2. Assalamu’alaikum wr wb

    Permasalahan mengenai zakat PNS menurut saya itu sangat baik ,karena zakat merupakan bentuk lain dari mekamisme nonekonomi dalam hal distribusi harta.Zakat itu membersihkan dan mensucikan harta.Bagi PNS yang tidak menyetujuinya karena alasan banyak potongan gaji ataupun dalam pengelolaannya itu tidak transparang menurut saya itu dimisalkan seperti waktu kita memberikan uang kepada pengemis,kita tidak tau apakah orang tersebut benar-benar miskin atau tidak?atau mereka hanya malas bekerja sehingga mereka berpura-pura menjadi pengemis dengan membohongi kita ,dengan cara mereka menipu kita dengan pura-pura cacat atau yang lainnya,kita memberikan shodakoh harus dengan ikhlas tanpa kita suudzan pada mereka,yang penting niat kita bershodakoh ataupun Zakat itu lilahita’ala,semua perbuatan kita hanya untuk mendapat ridho dari allah.apakah bendahara PNS itu mengelolanya dengan amanah atau tidak itu terserah pada mereka,karena setiap amal dan perbuatan kita diminta pertanggung jawabannya diakherat nanti.Karena Allah juga mewajibkan kita untuk berZakat seperti dalam QS,Al-Taubah:103.Selain itu Zakat itu menambah banyak pahala dan mensucikan diri dari sifat kikir dan membersihkan dari dosa

    wasal’amualaikum wr. wb.

    Post a Reply
  3. Assalamualaikum wR.wB

    Permasalahanmengenai zakat PNS menurut saya adalah bahwa mengeluarkan zakat itu merupakan suatu kesadaran bagi orang yang mampu dan dengan kita mengeluarkan zakat harta kita menjadi bersih.Sesungguhnya dengan berzakat justru Allah akan melimpahkan rezeki yanglebihbanyakl

    Wassalamualaikum wR.wb

    Post a Reply
  4. Assalamualaikum wR.wB
    Zakat PNS, Kesadaran atau Paksaan?
    jawab: Kesadaran.
    Pada dasarnya mengengeluarkan zakat dan infaq merupakan keikhlasan dari pribadi individu manusia. Dalam Qs Al Baqarah:277″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. apabila ada suatu pemotongan terhadap gaji pegawai untuk zakat dan infak diharapkan ada suatu ketransparan dalam pengelolaan zakat dan infak agar para pegawai bener bener ikhlas dalam menzakatkan dan menginfakan sebagian dari hartanya, sehingga diharapkan dalam penggelolaan zakat dan infak yang dipilih adalah orang yang benar-benar dapat dipercaya .

    Post a Reply
  5. Nama : Sasmito Jati
    Kelas : D
    NIM : B 100060086

    Assalamu’alaikum WR. WB.

    Menurut saya sebagai mahasiswa, saya beranggapan bahwa zakat PNS itu termasuk ”kesadaran” diri pribadi masing-masing termasuk kaum muslim. Seorang muslim dianjurkan untuk mensegerakan dalam membayar zakat, tidak diperkenankan menunda-nunda dalam pelaksanaan kewajiban tersebut. karena zakat adalah untuk membersihkan dan mensucikan, baik membersihkan dan mensucikan harta kekayaan maupun pemiliknya. Pengertian zakat, baik dari segi bahasa maupun istilah tampak berkaitan sangat erat, yaitu bahwa setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang, sebagaimana di paparkan dalam (QS. At-Taubat : 103 dan Ar-Rum : 39).
    Yang saya tahu bahwa Zakat PNS itu termasuk juga Zakat Profesi. Karena pekerjaan yang dikerjakan sendiri tanpa tergantung pada orang lain, maksudnya berkat kecekatan tangan ataupun otak seseorang. Penghasilan yang diperoleh dengan cara ini merupakan penghasilan profesional, seperti juga termasuk penghasilan seorang dokter, insinyur, seniman, akuntan dan lain sebagainya. Penghasilan tetap/insidental ( Gaji, Honor, Uang jasa/hasil saham, obligasi, dll ) ukuran Nishab sebesar : 85 gram emas murni, Kadar zakat : 2, 5 %, Waktu : Tiap terima.
    Macam penghasilan tersebut selama telah mencapai satu nishab maka wajib bagi pemiliknya untuk mengeluarkan zakat.

    Post a Reply
  6. PNS itu artinya apa ?

    Post a Reply
  7. 1. Zakat PNS Kesadaran atau Paksaan
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Mengeluarkan zakat merupakan suatu bentuk “kesadaran” dari dalam hati masing-masing individu tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Dengan adanya kesadaran tersebut diharapkan seseorang bisa belajar ikhlas untuk berbagi dengan orang lain yang lebih membutuhkan.
    Dengan adanya pemotongan gaji terhadap para PNS, saya rasa merupakan suatu kebijakan yang sangat baik untuk melatih para PNS yang dulunya tidak pernah mengeluarkan zakat agar terbiasa berlatih mengeluarkan zakat. Akan tetapi walaupun gaji telah dipotong untuk zakat, namun jika tidak ada unsur keikhlasan maka zakat tersebut tidak sah. Sedangkan bagi para pegawai yang menolak mengeluarkan zakat hendaknya diberikan pengarahan bahwa zakat tersebut sangat penting untuk membantu kaum miskin dan membersihkan harta.
    Pada dasarnya semua hasil pendapatan yang halal itu wajib kena pajak. Sebagaimana telah diatur dalam (QS. At-Taubah: 103) yang artinya: “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
    Seharusnya dalam penyaluran zakat tersebut harus disertai dengan bukti-bukti yang transparan dan dalam pengelolaannya hendaknya diserahkan atau dipercayakan kepada orang yang benar-benar dapat dipercaya, karena zakat merupakan salah satu rukun islam dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu, termasuk para PNS.
    Barang siapa yang mengeluarkan zakat dengan ikhlas maka Allah akan menjanjikan pahala besar yang berlipat ganda, Selain itu zakat akan mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
    Wa’alaikum Salam Wr.Wb.

    Post a Reply
  8. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dengan adanya potongan gaji untuk zakat pns menurut saya akan lebih mempermudah para pns dalam menyalurkan zakatnya 2,5 persen kepada mereka yang berhak menerima.Zakat itu wajib bagi semua umat muslim hal tersebut sesuai dalam QS Al-Baqarah: 43 “Dan keluarkanlah zakat oleh kalian”.Karena dengan berzakat akan membersihkan dan mensucikan penghasilan yang telah mereka terima dan dengan berzakat dari sebagian pendapatanya Allah akan melimpahkan rezeki yang lebih banyak lagi serta hendaknya dalam mengeluarkan zakat tanpa adanya paksaan dari siapapun tetapi timbul dari kesadaran pribadi.Dan bagi dinas terkait yang mengurusi zakat pns diharapkan adanya trasparan dalam penyaluran zakat.

    Post a Reply
  9. Menurut saya sesungguhnya zaman ini benar – benar berubah dan berputar sebagaimana keadaanya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. menurut pendapat saya pemberian zakat yang dibayarkan oleh muzakki kepada mustahik adalah bentuk lain dari mekanisme nonekonomi dalam hal distribusi harta. zakat adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh para muzaki karna zakat merupakan rukun islam yang harus dilaksanakn MAKA ZAKAT MERUPAKAN KESADARAN DARI DIRI KITA PRIBADI KARNA ZAKAT ADALAH KEBUTUHAN KITA PADA DASARNYA.. maka pemerintah sudah betul jika mengatul undang – undang perzakatan di negara ini, maka dapat digambarkan dan diterjemahkan.
    UNDANG-Undang No 38 Th 1999 tentang Pengelolaan Zakat telah berumur kurang lebih lima tahun, namun pelaksanaannya yang berupa pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, serta efeknya dalam ikut serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat belum menunjukkan hasilnya yang signifikan.

    Di antara faktor-faktor penyebabnya ialah, pertama, sosialisasi materi undang-undang tersebut belum meluas sampai ke seluruh lapisan masyarakat hingga ke akar rumput. Sebagai contoh, sosialisasi yang dilakukan oleh Pengurus Badan Amil Zakat ( BAZ ) Provinsi Jateng baru menjangkau pengurus BAZ kabupaten / kota dalam wilayah Provinsi Jateng serta beberapa pengurus Unit Pengumpul Zakat ( UPZ ) di Semarang dan Surakarta.

    Sebagian besar rakyat belum mengetahui adanya undang-undang tersebut, apalagi memahami isinya. Demikian pula di antara aparat pemerintah pun masih banyak yang belum memahami isinya. Padahal peran aparat pemerintah untuk menyukseskan undang-undang apa pun, termasuk UU tentang Pengelolaan Zakat, sangat diharapkan.

    Di desa dan kelurahan, BAZ membentuk UPZ. Namun kebanyakan belum bisa berfungsi efektif dan kebanyakan rakyat juga belum memahami keberadaan UPZ, karena mereka selama bertahun-tahun sudah terbiasa menyerahkan zakat kepada panitia zakat model lama.

    Kedua, kesadaran sebagian besar rakyat kita tentang kedudukan undang-undang dalam suatu negara juga masih lemah. Padahal undang-undang yang telah disahkan oleh DPR bersama pemerintah itu mengikat seluruh warga negara.

    Ketiga, banyak juga orang-orang yang duduk dalam panitia-panitia zakat model lama lebih suka dengan panitia model tradisional tersebut, karena pada umumnya tidak ada aturan yang jelas tentang kewajiban menyiapkan pembukuan, keharusan menggunakan open management, membuat laporan kepada pemerintah dan publik, dan kesiapan untuk setiap saat diaudit, baik oleh pengawas internal maupun akuntan publik.

    Keempat, personel BAZ sebagian besar adalah tokoh-tokoh masyarakat dan para pejabat yang sibuk atau terbiasa tekun di kantor. Padahal, untuk kelancaran tugas BAZ diperlukan tenaga-tenaga yang full timer dan aktif terjun ke lapangan untuk mendekati rakyat, dan kalau perlu dari rumah ke rumah.

    Kalau diibaratkan dalam dunia kemiliteran, personel BAZ ini lebih banyak terdiri dari para perwira, dan kurang sekali dari kalangan prajurit, padahal prajurit itu sangat penting sebagai ujung tombak.

    BAZ dan LAZ

    Badan Amil Zakat ( BAZ ) adalah lembaga pengelola zakat yang dibentuk oleh pemerintah, yang personalia pengurusnya terdiri atas ulama, cendekiawan, profesional, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah. Sedangkan Lembaga Amil Zakat ( LAZ ) adalah lembaga pengelola zakat yang dibentuk oleh masyarakat, yang pengukuhannya dilakukan oleh pemerintah bila telah memenuhi persyaratan tertentu.

    Ada dua tingkat LAZ, yaitu LAZ Pusat yang dikukuhkan oleh Menteri Agama, dan LAZ Provinsi yang dikukuhkan oleh gubernur atas usul kepala kantor wilayah Departemen Agama Provinsi.

    Di tingkat kabupaten / kota ke bawah tidak ada kepengurusan LAZ.

    Untuk pengukuhan LAZ diperlukan syarat-syarat yang tidak ringan, di antaranya untuk LAZ Provinsi harus telah berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp. 500.000.000,- dalam setahun, berbadan hukum, memiliki laporan keuangan yang sudah diaudit selama dua tahun terakhir.

    Panitia-panitia zakat model lama, yang sulit memenuhi persyaratan untuk dikukuhkan sebagai LAZ, secara bertahap diarahkan agar bergabung dengan LAZ yang telah dikukuhkan oleh pemerintah.

    Antara Pengurus BAZ dan LAZ perlu ada saling pengertian tentang lingkup kewenangan pengumpulan zakat. Kalau tidak, bisa terjadi semacam “perebutan lahan” yang sama sekali tidak perlu. Menurut peraturan yang berlaku, BAZ Tingkat Provinsi, misalnya, mempunyai kewenangan mengumpulkan zakat dari instansi / lembaga pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta yang berkedudukan di ibu kota provinsi. Dengan demikian, kewenangan pengumpulan zakat oleh LAZ adalah pada kelompok-kelompok masyarakat di luar itu.

    sasi dan harmonisasi hubungan antara kedua lembaga pengelola zakat tersebut.

    Kedua, melanjutkan pembentukan UPZ-UPZ di semua instansi / lembaga pemerintah, termasuk TNI dan Polri, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta, dan mengadakan pelatihan secara sistematis bagi para petugas BAZ dan UPZ.

    Ketiga, melakukan pendampingan bagi para petugas UPZ dalam operasionalisasi pengelolaan zakat, baik dalam kegiatan pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat.

    Keempat, mengupayakan adanya tenaga full timer dan relawan pada BAZ di semua tingkatan. Selama ini pelaksanaan administrasi dan komunikasi di kantor-kantor BAZ belum berjalan dengan lancar karena tidak ada pegawai tetap yang menanganinya pada jam kerja sehari-hari.

    Kelima, sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 38 Tahun 1999, bahwa pemerintah pusat / daerah berkewajiban memberikan bantuan dana operasional kepada BAZ. Masalah dana untuk kegiatan organisasi adalah merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. Tanpa tersedianya dana bagi suatu organisasi, bagaikan mobil tanpa bensin.

    Keenam, ibarat kapal, maka peran nakoda sangat menentukan jalannya kapal tersebut. Demikian pula kinerja suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh leadership dan kreativitas pimpinannya. Untuk meningkatkan aktivitas BAZ perlu diselenggarakan rapat-rapat secara periodik guna mengevaluasi pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan dan merumuskan solusi atas kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

    Post a Reply
  10. Assalammualaikum wr.wb.
    Permasalahan mengenai Zakat PNS menurut pendapat saya adalah baik,karena Zakat itu merupakan kesadaran bagi orang-orang yang mampu dan beriman yang diikuti dengan rasa ikhlas.Dengan mengeluarkan sedikinya 2,5% dari harta kita maka akan membantu sedikitnya bagi orang-orang yang tidak mampu.Karena sesungguhnya zakat itu akan membersihkan dan mensucikan harta kita dari apapun dan dengan memberikan zakat kepada orang yang tidak mampu ,justru Allah SWT akan melimpahkan banyak rizkikepada kita.Untuk PNS pengelolaan zakat penghasilan yang dipungut bagi setiap PNS harus dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.Dengan potensi zakat yang dipungut sangat besar ,jika dapat dimanfaatkan secara optimal diyakini dapat membantu meningkatkan status masyarakat yang kurang mampu.Jadi Zakat PNS merupakan Kesadaran.
    Wasalammualikum wr.wb

    Post a Reply
  11. Assalamualaikum Wr. Wb
    Menurut saya dengan adanya pemotongan gaji untuk pembayaran zakat tidak ada salahnya.Karena dengan adamya pemotongan gaji PNS,secara tidak langsung mereka sudah membersihkan harta mereka. Asalkan semua itu bisa diterima oleh PNS, dan tidak ada unsur paksaan.Karena pada dasarnya zakat dilakukan dengan kesadaran, tanpa ada paksaan dan dilandasi demgan keikhlasan. Dan seharusnya kita harus menyadari dengan kita mengeluarkan zakat, kita akan memperoleh kenikmatam dan rezky yang berlimpah. Jadi kita tidak perlu takut untuk memgeluarkan zakat dengan alasan harta kita akan berkurang.

    Post a Reply
  12. Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah, Dalam permasalahan Zakat PNS diatas merupakan suatu paksaan atau kesadaran? Dalam pandangan islam Zakat PNS merupakan zakat maal yang artinya adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara hukum. Mengenai pelaksanaan zakat maal haruslah mencapai nishab artinya harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfaq atau bersedekah. Sehingga dari permasalahan diatas Zakat PNS yang diatur melalui Surat Edaran (SE) dari Bupati. Yang menegaskan diberlakukan pemotongan gaji terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 2,5 persen untuk zakat dan 1,5 untuk infaq. Sebenarnya itu merupakan suatu pemaksaan karena belum tentu semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut menyanggupi dan melaksanakan Surat Edaran (SE) tersebut, karena gaji setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut pastilah berbeda-beda dan kebutuhannyapun juga bermacam-macam. Dan juga yang namanya zakat maal dikerjakan semampunya, apabila harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfaq atau bersedekah. Sehingga pada dasarnya pelaksanaan dari sebuah zakat itu merupakan suatu kesadaran masing-masing individu sesuai dengan kemampuannya. Yang terpenting disertai denga rasa keikhlasan untuk mengaharapkan keridhoan ALLAh SWT. Dijelaskan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 267:
    “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”

    Post a Reply
  13. Nama : Umar Khoirudin
    Nim : B 100 060 120
    Kelas : E
    Jurusan : Ekonomi Manajemen

    Zakat PNS kesadaran atau paksaan
    Assalamualaikum, wr.wb

    Menurut saya, Sebenarnya kebijakan pemerintah itu merupakan baik khususnya bagi PNS itu sendiri. Tapi di satu sisi hal itu justru menimbulkan keprihatinan yang sangat besar terutama kaum muslim, karena zakat merupakan sebuah kewajiban itu artinya mau nggakmau, suka nggak suka yang namanya kewajiban tetap harus mau dan harus suka untuk meleksanakanya, jadi sebenarnya kebijakan yang dilakukan bukan pemotongan gaji atau semacamnya tetapi akan lebih baik jika pemerintah memberi pengertian tentang zakat sehingga PNS tersebut bisa menyadari bahwa tujuan zakat sebenarnya adalah untuk mensucikan harta yang dimilikinya. Sehingga dengan memberi pengarahan tentang zakat akan membuat PNS atau kewajibanya dan PNS tersebut akan membayar zakat dengan kesadaranya sendiri, sehingga akan memberikan efek yang baik juga baik bagi pemberi zakat ataupun penerimanya di samping memberi keringanan pekerjaan bagi bendahara dimana PNS tersebut bertugas.

    Post a Reply
  14. Pada dasarnya, segala penyerahan masalah itu terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Begitu pula dengan zakat. Saya sangat setuju jikalau sistem ekonomi Islam lah nanti yang menjadi suatu dasar kehidupan umat mnusia dalam menjalankan sistem perekonomiannya dalam kehidupan. Menyangkut zakat, pada dasarnya tujuan dari zakat adalah ‘menyucikan’, lantas menyucikan apa? Menyucikan harta kita, karena sebagian dari harta kita itu bukan milik kita, tetapi milik saudara-saudara kita yang lain. Kita tahu bahwasanya manusia diciptakan ada yang kaya dan miskin dan untuk saling berkasih sayang dan saling memberi antar saudaranya.
    Memang, negara kita bukanlah negara yang telah menganut sistem ekonomi Islam, jadi masih terasa sangat sulit untuk bisa menerima sistem ini secara sepihak, Meskipun, ada sebagian orang yang sudah merasa bahwa sistem ekonomi Islam ini sangat tepat, tetapi masih perlu sosialisasi secara intens.
    Tindakan pemerintah daerah yang memberika surat edaran tentang pemotongan gaji untuk zakat dan infak merupkan salah satu tindakan yang bijaksana. Karena dengan itu, setiap PNS diharapkan untuk mulai sadar arti dari membayar zakat jikalau sudah mencapai nishobnya. Mungkin selama ini ada yang beranggapan bahwa dengan berzakat atau infak hanya akan mengurangi harta, tetapi ternyata tidak demikian. Dalam Al. Qur’an surat Ibrahim : 7 Allah berfirman :”Barang siapa bersyukur akan nikamatKu maka akan kutambahkan kepadanya, dan barang siapa kufur maka, azabku sangat pedih”. Jadi kita tidak perlu khawatir dengan zakat atau infak yang telah kita lakukan untuk saudara-saudara kita.
    Kepada pemerintah daerah pun, diharapakan ketika telah mengambil kebijakan tersebut dapat melakukan tugasnya secara baik dan bertanggung jawab, karena setiap manusia itu akan dimintai pertanggungjawaban atas segala hal yang dilakukannya. Dalam hal ini kita bisa mencermati Al-Qur’an kembali dalam surat Al Zilzal ayat 7-8: ”Barang siapa melakukan kebaikan sebesar dzarroh maka ia akan mendapatkan balasannya, dan barang siapa melakukan kejahatan sebesar dzarroh maka ia juga akan mendapatkan balasannya”.
    Oleh karena itu, amanah tersebut harus disampaikan dan harus bisa tersalurkan pada saudara-saudara kita yang membutuhkan, baik dalam bentuk fisik maupun material. Misalnya dalam bentuk fisik : zakat atau infak yang tersedia bisa untuk membangun sekolah beserta biaya-biaya operasionalnya, sehingga anak-anak yang kurang mampu dapat belajar secara gratis.
    Meskipun di sisi lain, seperti yang telah disebutkan tadi bahwa negara kita bukanlah negara yang menggunakan sistem ekonomi Islam dan zakat pun bisa dilkukan secara sepihak oleh para muzakki, tetapi apa tidak lebih baik zakat tersebut dikumpulkan kepada suatu badan atau lembaga sebagai amil kemudian menyalurkannya kepada para mustahik…

    Post a Reply
  15. Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Alhamdulillah, wa ash sholatu wa as salamu ‘ala rosulillah wa ba’du..

    Permasalahan dalam bidang Fiqhiyyah memang dari dulu sampai sekarang terus berkembang dari satu persoalan yang ringan hingga yang pelik. Untuk itulah, para ‘ulama yang berfungsi sebagai pewaris ilmu para nabi yang bertugas sebagi da’i, muballigh dan murobbi umat Islam dituntut untuk peka dan jeli dalam mengamati serta memperhatikan permasalahan umat yang kontemporer, termasuk di dalamnya dalam permasalahan Fiqhi, wa bil khusus dalam hal ini adalah tentang persoalan zakat.
    Zakat yang seperti telah kita ketahui adalah salah satu pondasi yang sangat urgen yang telah difardhukan Allah Ta’ala kepada umat Islam. Sehingga banyak kita dapati dalam Al Quran maupun Hadits Nabawi, nash-nash yang menerangkan tentang kewajiban zakat ini sebagai petunjuk Robbani kepada umat Islam, diantaranya :

    “Hai orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu… “(QS. Al-Baqarah [2]:267)
    “…Dan mereka bertanya kepada apa yang mereka nafkahkan katakanlah : “ Yang lebih dari keperluan “…”(QS. Al-Baqarah (2) :219)
    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS. At-Taubah (9): 103)

    “Diriwayatkan secara marfu’ hadits Ibnu Umar, dari Nabi SAW beliau bersabda ”Tidak ada zakat pada harta sampai berputar satu tahun” (HR.)
    “Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda : tidak ada zakat atas orang muslim terhadap hamba sahaya dan kudanya’(HR.Muslim.). Imam Nawawi berkata : “hadist ini adalah dalil bahwa harta qinyah (harta yang digunakan untuk keperluan pemakaian, bukan untuk di kembangkan) tidak dikenankan zakat.”
    “Dari hakim Bin Hizam r.a, dari Nabi SAW beliau bersabda: ‘tangan atas lebih baik dari pada tangan bawah. Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu. Sedekah paling baik adalah yang dikeluarkan dari kelebihan kebutuhan. Barang siapa berusaha menjaga diri (dari keburukan), Allah akan menjaganya. Barang siapa berusaha mencukupi diri,Allah akan memberikan kecukupan”(HR. Bukhari)
    “Dari Abu Hurairah r.a.,Rasulullah SAW bersabda : ‘Sedekah hannyalah dikeluarkan dari kelebihan/kebutuhan. Tangan atas lebih baik dari pada tangan bawah.Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu”(H.R. Ahmad).

    Menyikapi tentang sebuah Pemkab Kabupaten yang mengeluarkan Surat Edaran (SE), tentang pemotongan gaji PNS sebesar 2,5 persen untuk zakat dan 1,5 persen untuk infaq, menurut saya itu merupakan kebijakan yang baik dan patut diberi support dari semua elemen Pemkab, terutama mereka yang beragama Islam.
    Namun, ada satu hal yang perlu dikritisi disini, terkait dengan metode pengambilan zakat yang dilakukakan yakni dengan memotong sebagian gaji PNS tersebut.
    Ada baiknya kita sedikit belajar dan mengambil ‘ibroh dari sebuah hadits yang diriwayatkan Oleh Al Bukhari dan Muslim yang menceritakan tentang pesan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu tatkala Beliau mengutusnya ke negeri Yaman untuk mendakwahkan Islam. Nabi saat itu berpesan kepada Mu’adz agar berperilaku ihsan (baik) terhadap kaum di negeri Yaman yang mayoritas masyarakatnya adalah Ahli Kitab, seraya menunjukkan beberapa urutan dakwah yang dimulai dengan menyeru kepada kalimat Tauhid, lalu perintah untuk menjalankan sholat, dan terakhir tentang perintah zakat. Nah, dalam masalah zakat, Nabi memerintahkan kepada Mu’adz agar mengambil zakat dari umat Islam disana dengan cara mengambil dari harta yang berkadar “Wasathan” (pertengahan), bukan dari harta yang terbaik ataupun terburuk. Hal ini mungkin mengindikasikan bahwa kebanyakan manusia akan merasa keberatan jika harta terbaik mereka diambil sebagai zakat.

    ‘Ala kulli hal, menurut pendapat saya, tidak mengapa jika Pemerintah Kabupaten menerapkan kebijakan seperti itu, asalkan tetap memeperhatikan keadaan dan sikon (Waqi’i) yang ada di lingkungan Pemerintahannya. Ada baiknya, jika Pemkab terkait sebelumnya memberikan penyuluhan tentang :
    1. Urgensi kewajiban zakat
    2. Metode penyaluran zakat yang Syar’i
    3. Rencana partisipasi pemerintah untuk memfasilitasi penyaluran zakat PNS, dan lain sebagainya.
    Disinipun sekali lagi, pemerintah (Umaro’) berkewajiban untuk bekerjasama dengan kalangan ‘Ulama agar sekali lagi, umat (dalam hal ini para PNS) mempunyai arah yang jelas dan benar serta keyakinan yang tetep (tsabit) dan pasti (qath’i) dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari umat Islam yang mempunyai kewajiban berzakat.

    Wallahu A’lamu bish Showwab…
    Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

    Post a Reply
  16. ZAKAT PNS, KESADARAN ATAU PAKSAAN
    Zakat merupakan ibadah wajib dilaksanakan oleh para muzakki. Allah swt berfirman : “ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Taubah: 103). Dengan adanya kegiatan yang bersifat memaksa ini, maka akan terjadi peredaran harta yang tidak melalui mekanisme ekonomi dari orang-orang kaya (termasuk PNS) kepada orang-orang miskin. Jika seseorang muslim mempunyai harta yang telah mencapai nishabnya, maka diwajibkan berzakat.ia wajib menunaikan apa yang diwajibkan pada hartanya, berupa zakat. Orang yang menolak membayar zakat, harus dilihat dulu kondisinya. Jika dia menolak memberikan zakat akibat kebodohannya terhadap kewajiban zakat, maka kepadanya harus diberitahu tentang kewajibannya. Pengelolaan zakat oleh lembaga pengelola zakat yang professional sebenarnya akan memberi banyak keuntungan, diantaranya :
    1. lebih bisa menjaga keikhlasan dari muzakki,
    2. bisa menjadikan muzakki lebih disiplin dalam membayar zakat,
    3. menghindarkan perasaaan rendah diri para penerima zakat,
    4. lebih efektif dan tepat sasaran,
    5. dana zakt bisa menjadi kekuatan dahsyat,
    6. lebih bisa memberdayakan masyarakat.
    Lembaga amil zakat harus pro aktif untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar mau membayar zakat melalui lembag. Lembaga amil zakat harus lebih professional dan transparan sehingga masyarakat yakin dan mantap membayarkan zakatnya melalui lembaga. Menyalahkan masyarakat yang membayarkan zakat secara langsung kepada mustahik tentu bukan bijak. Dibutuhkan langkah bijak semua pihak. Langkah sinergi bisa menjadi langkah alterntif untuk menghapuskan keraguan muzakki kepada lembaga amil zakat. Muzakki bisa bekerja sama dengan lembaga amil zakat yang sudah ada untuk menyalurkan zakatnya sesuai dengan target dan keinginan muzakki.

    Post a Reply
  17. Pada dasarnya, segala penyerahan masalah itu terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Begitu pula dengan zakat. Saya sangat setuju jikalau sistem ekonomi Islam lah nanti yang menjadi suatu dasar kehidupan umat mnusia dalam menjalankan sistem perekonomiannya dalam kehidupan. Menyangkut zakat, pada dasarnya tujuan dari zakat adalah ‘menyucikan’, lantas menyucikan apa? Menyucikan harta kita, karena sebagian dari harta kita itu bukan milik kita, tetapi milik saudara-saudara kita yang lain. Kita tahu bahwasanya manusia diciptakan ada yang kaya dan miskin dan untuk saling berkasih sayang dan saling memberi antar saudaranya.
    Memang, negara kita bukanlah negara yang telah menganut sistem ekonomi Islam, jadi masih terasa sangat sulit untuk bisa menerima sistem ini secara sepihak, Meskipun, ada sebagian orang yang sudah merasa bahwa sistem ekonomi Islam ini sangat tepat, tetapi masih perlu sosialisasi secara intens.
    Tindakan pemerintah daerah yang memberika surat edaran tentang pemotongan gaji untuk zakat dan infak merupkan salah satu tindakan yang bijaksana. Karena dengan itu, setiap PNS diharapkan untuk mulai sadar arti dari membayar zakat jikalau sudah mencapai nishobnya. Mungkin selama ini ada yang beranggapan bahwa dengan berzakat atau infak hanya akan mengurangi harta, tetapi ternyata tidak demikian. Dalam Al. Qur’an surat Ibrahim : 7 Allah berfirman :”Barang siapa bersyukur akan nikamatKu maka akan kutambahkan kepadanya, dan barang siapa kufur maka, azabku sangat pedih”. Jadi kita tidak perlu khawatir dengan zakat atau infak yang telah kita lakukan untuk saudara-saudara kita.
    Kepada pemerintah daerah pun, diharapakan ketika telah mengambil kebijakan tersebut dapat melakukan tugasnya secara baik dan bertanggung jawab, karena setiap manusia itu akan dimintai pertanggungjawaban atas segala hal yang dilakukannya. Dalam hal ini kita bisa mencermati Al-Qur’an kembali dalam surat Al Zilzal ayat 7-8: ”Barang siapa melakukan kebaikan sebesar dzarroh maka ia akan mendapatkan balasannya, dan barang siapa melakukan kejahatan sebesar dzarroh maka ia juga akan mendapatkan balasannya”.
    Oleh karena itu, amanah tersebut harus disampaikan dan harus bisa tersalurkan pada saudara-saudara kita yang membutuhkan, baik dalam bentuk fisik maupun material. Misalnya dalam bentuk fisik : zakat atau infak yang tersedia bisa untuk membangun sekolah beserta biaya-biaya operasionalnya, sehingga anak-anak yang kurang mampu dapat belajar secara gratis.
    Meskipun di sisi lain, seperti yang telah disebutkan tadi bahwa negara kita bukanlah negara yang menggunakan sistem ekonomi Islam dan zakat pun bisa dilkukan secara sepihak oleh para muzakki, tetapi apa tidak lebih baik zakat tersebut dikumpulkan kepada suatu badan atau lembaga sebagai amil kemudian menyalurkannya kepada para mustahik…

    Post a Reply
  18. zakat kesadaran atau paksaan

    Menurut pendapat saya”Zakat Pns” memang wajib adanya.Pns sendiri menurut saya seseorang yang mempunyai pendapatan yang tetap dan kata kasarnya hidup dari seorang pns sudah dijamin oleh pemerintah.Dengan kata lain tidak ada pns yang tidak mampu untuk membayar zakat.Disini pemerintah sangat keliru bila memberlakukan pemotongan gaji pns untuk zakat.karena zakat merupakan kewajiban bagi yang mampu.apabila ada pns yang tidak mau membayar zakatnya sendiri itu merupakan tanggungan mereka kepada sang khalik. Zakat meupakan kewajiban karena marupakan rukun islam dan merupaka syarat dari erpenuhinya syariat islam.Didalam AL qu`ran dalamQs Al Baqarah:277″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan “menunaikan zakat”, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.Dari ayat tersebut saja dapat disimpulkan bahwa zakat adalah “wajib” bagi yang mampu,dan kebalikannya apabila ada orang yang mampu tapi tak mau membayar zakat maka DOSA BESAR adalah tanggungannya.Jadi menurut saya tidak ada paksaan dalam pembayaran zakat karena zakat tu sendiri berfungsi membersihkan harta kita dari hal-hal kotor yang menyebabkan harta kita tidak syah.Apabila kita sadar akan manfaat dari zakat maka tak perlu pemerintah capek-capek membuat kebijakan potong gaji untuk membayar zakat pns.Karena unsur pokok dari pembayaran zakat adalah untuk diri sendiri dan berkitan erat dengan sang khalik yaitu ALLAH SWT.
    Apabila ada yang menyangka bahwa zakat adalah suatu “paksaan”,maka dapat dikatakan orang tersebut tidak mengetahui fungsi dari zakat dan meupakan grang-orang yang rugi hidup didunia ini.Allah swt berfirman : “ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Taubah: 103).Untuk itu zakat merupakan KEWAJIBAN YANG DIDASARI RASA KESADARAN.Tidak mungkin ada rasa paksaan apabila kita mengetahui manfaat zakat salah satumya dan yang paling penting adalah mensucikan harta kita.

    Post a Reply
  19. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari pertanyaan tersebut, menurut pendapat saya zakat PNS adalah sebuah bentuk paksaan. Memang tujuan dan maksud dari zakat itu sendiri sangat baik dan mulia karena dengan zakat diharapkan seseorang selalu ingat kepada Allah SWT dan sesama yang membutuhkan, selain itu zakat juga akan membersihkan harta seorang muslim/muslimah. Namun permasalahannya di sini adalah “kesadaran diri masing-masing individu”. Karena sesungguhnya hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui apakah hambaNya ikhlas atau karena terpaksa berzakat hanya karena taat dan patuh peraturan yang telah ditetapkan oleh manusia sehingga akhirnya dia merelakan. Sebenarya yang harus dilakukan oleh pemerintah bukan memotong gajinya, tapi bagaimana caranya pemerintah sendiri bisa mensosialisasikan zakat dengan memberikan pengertian arti pentingnya zakat bagi kehidupan dunia dan akherat kelak.
    Akhirnya jika seluruh PNS maupun pegawai yang lain memiliki IMAN, KESADARAN dan KEPEDULIAN terhadap sesama, maka tak perlu dipotong gajinya pun pasti akan mambayar zakat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Post a Reply
  20. Assalamualaikum wR.wB
    Zakat PNS, Kesadaran atau Paksaan?
    Menurut saya:
    Yang penting dalam berzakat adalah keikhlasan, mengengeluarkan zakat dan infaq merupakan keikhlasan dari pribadi individu manusia. Dalam Qs Al Baqarah:277″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

    Post a Reply
  21. setuju, karena dengan pemotongan gaji PNS sebesar 2,5 persen maka kita akan sedikit membantu fakir miskin di negara ini. Akan tetapi walaupun gaji telah dipotong untuk zakat, namun jika tidak ada unsur keikhlasan maka zakat tersebut tidak sah. Sedangkan bagi para pegawai yang menolak mengeluarkan zakat hendaknya diberikan pengarahan bahwa zakat tersebut sangat penting untuk membantu kaum miskin dan membersihkan harta.

    Post a Reply
  22. Menurut pendapat saya, zakat merupakan kewajiban bagi semua umat. tetapi dengan kondisi PNS yang notabene berpenghasilan “minim” zakat seringkali terlupakan. sehingga pemotongan gaji tiap bulan untuk zakat merupakan satu solusi yang tepat. tetapi yang perlu diperbaiki dari hal tersebut adalah ketransparanan pengelola penyaluran zakat tersebut harus jelas.

    Post a Reply
  23. Dalam kondisi yang serba komersial ini, banyak prang yang merasa bahwa dirinya sealu kekurangan. Dalam kondisi yang serba salah zakat merupakan sesuatu yang asing bagi kebanyakan orang. Banyak oarang kaa yang zakat, tapi malah menimbulkan permasaahan yang lebih besar, seperti kejadian di jawa timur kemarin.
    Ada hal yang pro dan kontra dalam benak saya tentang pertanyaan zakat ini,,
    Pertama saya setuju dengan adanya pemunguta zakat dengan cara demikian, tapi itu semua harus dilandasi dengan laporan yang jelas, transparan, jujur dan tepat sasaran yang dizakati. Hal itu juga menjadi suatu yang penting karena sesuatu yang baik itu perlu dipaksakan. Seperti zakat ini, jadi seseorang harus dipaksa supaya berzakat sehingga akan muncul suatu kerelaan hati yang lama-kelamaan akan membuat jadi lebih ikhlas memberi kepada sesama.
    Kedua zakat tersebut merupakan suatu tuntunan atau syariat bagi umat islam, tapi tidak semua PNS itu beragama Islam. Jadi alangkah baiknya ketika pemerintah ingin membuat suatu kebijakan yang menyakut semua elemen masyarakat harus menyertakan masyrakat itu sendiri sebagai publik atau pelaksana kebijakan.
    Walaupun Islam sudah mengatur dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti :
    Dalam Qs Al Baqarah:277″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
    Jadi ketika suatu pemerintah mau membuat suatu kebijakan maka harus memikirkan obyek yang akan menjadi pelaksana kebijakan yaitu masyrakat. Karena negara kita tidak menganut Islam sebagai dasar negara jadi perlu dipertimbangkan dan dianalisa sehingga kebijakan tersebut tidak menjadi suatu yang memecah belah bangsa ini.

    Post a Reply
  24. Menurut saya,zakat bagi PNS itu sangat penting.karena tujuan dari zakat tersebut adalah untuk membersihkan harta kita dan untuk membantu fakir miskin disekitar kita.namun didalam penyalurannya perlu pengawasan yang sangat ketat agar tidak terjadi kebocoran didalam penyaluran tersebut.

    Post a Reply
  25. Assalamualaikum Wr.Wb

    Menurut saya, surat edaran dari bupati tentang pemotongan gaji PNS untuk Zakat akan menimbulkan berbagai macam pertanyaan,,…
    bahkan kemungkinan akan menimbulkan suatu permasalahan yang berujung dosa, yaitu suuzzan dari berbagai pihak terhadap pemerintah dinas setempat.
    akan dikemanakan potongan tersebut dan untuk siapa zakat tersebut??!!

    untuk itu saya mempunyai pendapat bahwa “Zakat PNS merupakan sebuah paksaan” bukan kesadaran dari masing-masing individu. dan saya mengkhawatirkan potongan gaji tersebut jatuh ditangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,

    maka dari itu dari pada melakukan pemotongan gaji lebih baik pemerintah setempat memberikan siraman rohani saja secara rutin bagi PNS. apabila pemerintah benar-benar ingin agar para PNS bersedia untuk berZakat dengan ikhlas lahir batin.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    Post a Reply
  26. ADITYA FAJAR.N
    B100060115
    E

    Assalamu’alaikum .wr.wb

    menurut saya;Saya sangat bersyukur atas peningkatan perolehan zakat oleh BAZ, saya terus berupaya mengetuk hati para PNS di tanah air ini untuk menyadari akan pentingnya zakat sebagai seorang muslim tetap saja untuk berzakat ini pendekatan yang dilakukan untuk menyadarkan PNS akan pentingnya zakat bukan paksaan, tetap pendekatan keasadaran. Selain itu pola penyaluran ZIS yang perlu kembali diluruskan pemahamannya. Karena banyak selama ini masyarakat terutama PNS yang menyalurkan zakatnya secara sendiri-sendiri tidak melalui lembaga resmi yang mengumpulkan dan kemudian baru disalurkan.

    Mungkin timbul pertanyaan, dalam keadaan ekonomi sulit seperti sekarang ini, apakah undang-undang atau peraturan daerah tentang pengelolaan zakat tidak akan menambah beban masyarakat ? Jawabnya tidak, sebab zakat itu hanya ditarik dari orang-orang yang mampu atau kaya. Bagi orang-orang muslim kaya yang menyadari akan ajaran agamanya, mereka mengeluarkan zakat bukan karena ada tekanan atau paksaan dari luar, melainkan didorong oleh kesadaran, bahwa mengeluarkan zakat itu perintah Allah yang wajib ditunaikan.

    Post a Reply
  27. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Menurut saya zakat PNS itu sangat baik karena zakat merupakan pencuci/pembersih gaji yang dimiliki,dan zakat PNS kalau dilakukan dengan rasa ihkas itu sangat baik tapi terkadang orang juga banyak yang mengeluh dan merasa keberatan karena gajinya dipotong untuk zakat .dari zakat tersebut dapat dimanfaatkan atau dapat digunakan untuk misalnya menyantuni fakir miskin,mualaf,yatim piatu,dll.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Post a Reply
  28. Assalamu’alaikum wr.wb

    Menurut saya zakat itu wajib,karena dapat mensucikan harta kita.Apabila zakat PNS di lakukan dengan ikhlas maka akan mendapat ridho ALLAH SWT.Tetapi para PNS sebagian ada yang setuju dan sebagian ada yang tidak setuju,yang tidak setuju karena di takutkan zakat itu di salah gunakan dan tidak sampai kepada yang berhak menerimanya.Jadi perlu adanya transparasi dari kedua belah pihak,agar zakat PNS itu tidak sia-sia.

    Wassalamu’alaikum wr wb

    Post a Reply
  29. Jadi menurut saya, pada intinya semua orang yang mampu berzakat atau infak itu wajb, memang pemotongan gaji untuk sesuatu yang baik itu sah saja namun di zaman sekarang kita harus menuntut transparansi kepada pemerintah daerah tentang pungutan zakat ini, karena sekarang ini banyak kasus tentang penggelapan dana yang dilakukan oleh pejabat – pejabat terkait. Seandainya zakat / infak tersebut diserahkan kepada yang berhak harusnya para PNS ikhlas, namun apabila tidak jelas / tidak transparan maka kita wajib mempertanyakannya kepada pemerintah

    Post a Reply
  30. Assalamu’alaikum wr wb

    Menurut saya zakat PNS itu wajib.Karena untuk mencuci harta kita. Jika dilandasi rasa ikhlas maka akan benar – benar di ridhoi ALLAH SWT. Tapi denga adanya zakat PNS ini , sebagian ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Tergantung pribadi masing – masing dan tidak bisa di paksakan karena sesuatu yang di paksakan itu tidak akan mendapatkan ridho ALLAH SWT. Untuk kasus PNS ini jangan sampai ada paksaan,jika ada yang tidak setuju lebih baik di bicarakan kepada atasan,mungkin mereka mempunyai alasan yang kuat mengapa tidak setuju dengan adanya zakat PNS, misalnya: Zakat tersebut di salah gunakan atau di korupsi oleh pengurusnya,jadi mereka terasa di tipu atau zakat nya sia – sia.

    Wassalamu’alaikum wr wb

    Post a Reply
  31. Assalammu’alaikum Wr. Wb.
    Permasalahan zakat PNS menurut saya merupakan suatu “kesadaran” yang harus dilakukan oleh umat islam yang telah mampu dan sudah mencapai nishobnya. Pada dasarnya zakat yang kita keluarkan berfungsi untuk mensucikan harta yang kita peroleh dan wajib kita bagikan kepada orang yang berhak menerimanya seperti tertuang dalam (QS. At Taubah: 103 dan QS. Al Baqarah: 277). Oleh karena itu kewajiban zakat merupakan kewajiban yang penting seperti kewajiban-kewajiban yang lain (sholat, puasa, haji) dan apabila hal ini tidak dijalankan maka termasuk dosa besar dan akan membawa pelakunya ke dalam neraka.
    Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

    Post a Reply
  32. Ari nur siyaminingsih. FE.UMS/B100 050 264

    zakat itu kan suatu keharusan bagi umat muslim yang telah berkelebihan harta dan itu berlaku bagi para PNS karena merekatermasuk orang yang wajib mengeluarkan harta. Jadi tanpa harus adanya paksaan, seharusnya para PNS sudah mengeluarkan zakat mereka. dan apabila ada aturan yang mengharuskan para PNS dipotong gajinya untuk zakat itu se saya sangat setuju banget!!! asal zakat tersebut benar-benar dikelola dan dipergunakan sebagailana mestinya. dan aturan seperti itu harusnya ngga” cuma berlaku untuk para PNS aja tapi untuk para pegawai-pegawai di instansi lainnya.

    Post a Reply
  33. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    saya berpendapat bahwa zakat PNS itu dapat dikatakan kesadaran yaitu kita sebagai umat islam mempunyai kewajiban dalam melakukan zakat dari sebagian harta yang kita miliki dan kita harus bersikap ikhlas.Juga bisa dikatakan paksaan karena dalam waktu pengambilan gaji disitu sudah tercantum suatu potongan gaji,mungkin kita sebagai PNS hanya bisa berharap supaya tidak terjadi penggelapan dana potongan dan semoga dana tersebut diberikan kepada yang berwajib menerimanya(yatim,piatu).

    wassalamu’alaikum Wr,Wb

    Post a Reply
  34. Assalamualaikum wr.wb
    Zakat dalam agama islam hukumnya wajib untuk melakukannya,kita dalam konteks ini membahas pentingnya zakat bagi PNS karena arti dari zakat itu sendiri adalah mensucikan harta yang kita dapatkan selama ini.apabila ada pemotongan gaji untuk PNS beberapa persen itu menurut saya sangatlah bagus karena uang yang kita miliki tidaklah sepenuhnya milik kita sendiri 2,5% nya untuk fakir miskin atau bagi mereka yang tidak mampu.bagi sebagian mereka yang tidak setuju dengan pemotongan gaji untuk zakat dan tidak tau akan arti dari zakat itu sundiri saya berpendapat pemerintah memberi penyuluhan bagi mereka. Dalam Qs Al Baqarah:277″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. dari ayat diatas kita dapat berksimpulan bahwa zakat akan dapat

    Post a Reply
  35. Merupakan kesadaran, karena itu merupakan kerelaan jadi tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Dan dengan mengeluarkan zakat menjadi sebab timbulnya berkah dan bersihnya pada harta. Zakat juga dapat menambah banyak pahala, mensucikan diri dari sifat bakhil (kikir) dan membersihkan dari dosa. Zakat tidak hanya diperuntukkan untuk PNS saja tetapi bagi semua umat muslim juga yang didasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah. Dari harta zakat tersebut kemudian dibagikan kepada golongan tertentu yang berhak menerima dan dikhususkan untuk anak yatim piatu, orang tua (manula) yang sudah tidak kuat bekerja.

    Post a Reply
  36. Saya ingin menanggapi permasalahan soal pro dan kontra zakat PNS.
    Sepengetahuan saya yakat itu wajib bagi setiap orang yang mampu untuk membayarnya.
    Apalagi seseorang PNS tersebut merupakan orang muslim maka akan sangat wajib hukumnya bagi PNS tersebut untuk membayar yakat.Allah telah berfirman dalam QS.at-taubah : 103 yang artinya :”ambillah zakat dari sebagian harta mereka,dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”.Dari ayat tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak ada salahnya apabila kedinas memotong gaji para PNS sebesar 2,5% untuk Zakat dan 1,54 untuk Infaq.
    Memang keadaan seperti sekarang perekonoimian lagi susah.Tapi dengan mengeluarkan sedikit harta kita untuk berzakat atau infaq dapat menjauhkan kita dari ancaman hukuman kelak di akherat oleh Allah.

    Afif Baharudin W.H
    FE UMS
    B 100.060.187

    Post a Reply
  37. Asslamualaikum ,wr ,wb
    Merurut saya Sebagai seorang Mahasiswa beranggapan Zakat PNS menurut Kesadaran / Keikhlasan dari diri sendiri dengan hati nurani dan penuh dengan rasa tagwa . Pada dasarnya semua hasil pendapatan halal terkena kewajiban zakat terutama yang mengandung unsur tukar menukar baik dari kerja profesi maupun non profesi yang telah memenuhi persyaratan zakat mencapai jumlah satu nishab dan niat tijrah.Hasil pendapatan kerja atau jasa (yang telah memenuhi syarat) dalam konteks zakat tijrah yang berpedoman pada standar nishab emas. Zakat profesi di keluarkan zakatnya pada saat menerima gaji. Dan sebaiknya membayarkan zakatnya setiap bulan,karena akan terasa ringan.
    Wasalamualaikum,wr,wb

    By Lilis yulianingsih (B 100060267)

    Post a Reply
  38. Assalamu’alaikum wr.wb……..
    Kesadaran masyarakat khususnya pegawai negeri sipil (PNS) membayar zakat sangat minim. Kita dapat mengambil contoh kasus seperti ini di provinsi Sumatera Selatan sekarang ini. Dimana Total penerimaan zakat profesi melalui Badan Amil Zakat (BAZ) rata-rata hanya Rp 50 juta perbulan. Padahal potensinya bisa mencapai Rp 300 juta perbulan.
    Tetapi semua ini tergantung pada pribadi masing-masing, berzakat demi mendapatkan ridha dari Allah disertai dengan keikhlasan.

    Post a Reply
  39. SRI ANGGORO.S (B100 060 258)

    Assalamualaikum wr.wb
    zakat PNS kesadaran atau paksaan?

    Menurut saya zakat bagi PNS merupakan kesadaran, karena sebagian harta yang di zakatkan dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu dan bisa membersihkan harta-harta yang dipunyai.
    Dan didalam islam juga dijelaskan tentang zakat yang terdapat disurat Al Baqarah:277
    ″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
    Wassalamualaikum Wr,Wb

    Post a Reply
  40. Assalamualikum wr.wb
    Zakat adalah sejumlah (nilai/ukuran) tertentu yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu pula. Zakat wajib bagi semua umat muslim bila hartanya sudah cukup untuk membayar zakat. Negara wajib memaksa siapapun yang termasuk muzakki untuk membayar zakatnya. Allah swt berfirman dalam Qs. Al Taubah:103 yang artinya : ” Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu akan membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa mereka ….”
    Menurut saya zakat PNS merupakan kesadaran bagi mereka yang sadar bahwa zakat sudah menjadi kewajiban umat muslim dan PNS sudah mempunyai gaji yang tetap dibanding dengan buruh borongan yang tidak tentu penghasilannya. Sedangkan bagi PNS yang belum bisa menyadari akan kewajiban zakat maka bisa dibilang mereka terpaksa karena zakat tersebut sudah termasuk dalam potongan gaji yang diterima.
    Wassalammualaikum wr.wb

    Post a Reply
  41. SRI ANGGORO S (B 100 060 258)

    Assalamualaikum Wr,Wb

    Menurut saya zakat bagi PNS merupakan kesadaran, karena sebagian harta yang di zakatkan dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu dan bisa membersihkan harta-harta yang dipunyai.
    Dan didalam islam juga dijelaskan tentang zakat yang terdapat disurat Al Baqarah:277.
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
    Wassalamualaikum Wr,Wb

    Post a Reply
  42. Assalamualaikum Wr. Wb

    Zakat PNS, termasuk Kesadaran atau Paksaan? Menurut saya itu merupakan suatu paksaan karena yang memotong gaji PNS tersebut adalah Pemkab dan banyak beberapa PNS yang tidak setuju akan hal itu. Jadi bukan karena kesadaran PNS sendiri tersebut. Dan kita juga tidak tahu penyaluran zakat oleh Pemkab tersebut tepat sasaran atau tidak. Karena sekarang banyak zakat yang tidak disalurkan malah dimakan sendiri.

    Wassalamualaikum Wr. Wb

    Post a Reply
  43. Assalammualaikum wr.wb.
    Menurut saya zakat PNS adalah kesadaran.
    Meskipun dalam pengambilan zakat langsung dipungut atau diambil dari gaji bulanan. Jadi merupakan paksaan juga, karena sesuai dengan aturan pemerintah. Disini pemerintah sangat keliru karena memberlakukan pemotongan gaji untuk zakat. Karena zakat merupakan kewajiban bagi yang mampu (PNS). PNS termasuk orang yang mampu, mempunyai gaji tetap, dan dimasa tua mempunyai pensiunan.
    Zakat menurut bahasa berarti berkembang, berarti juga pensucian.
    Zakat ada 2 macam yaitu zakat mal (membersihkan harta) dan zakat fitrah (mensucikan jiwa).
    Fungsi zakat itu menambah pahala, mensucikan diri dari sifat bakhil(kikir), dan membersihkan dari dosa, zakat juga berperan dan berdampak ekonomi, yakni berperan sebagai unstrumen kekayaan diantara manusia.
    Zakat adalah fardhui a’in bagi setiap umat muslim yang didasarkan pada Alquran dan assunnah yaitu firman Allah swt (QS. Al Baqarah:43) “Dan keluarkanlah zakat oleh kalian”.
    Sebaiknya zakat disalurkan kepada orang/lembaga yang benar-benar bergerak dibidang zakat. Jadi zakat dapat disalurkan pada orang-orang yang membutuhkan atau tepat pada sasaran.
    Wassalamualaikum wr.wb

    Post a Reply
  44. EKA YULIANA/F

    ASSALAMUALAIKUM WR.WB
    Menurut saya zakat PNS adalah kesadaran.
    Meskipun dalam pengambilan zakat langsung dipungut dari gaji bulanan, jadi merupakan paksaan juga karena merupakan aturan dari pemerintah. Disini Pemerintah sangat keliru memberlakukan pemotongan gaji untuk zakat karena zakat merupakan kewajiban bagi yang mampu(PNS). PNS temasuk orang yang mampu, mereka mempunyai gaji tetap dan di masa tua mendapat uang pensiun.
    Zakat ada 2 macam yaitu zakat mal (membersihkan harta) dan zakat fitrah (membersihkan jiwa).
    Zakat adalah fardhu ain bagi umat muslim. Wajib zakat didasarkan pada AL Qur’an dan asunah yaitu firman Allah swt yaitu QS AL Baqoroh :43 “Dan keluarkanlah zakat oleh kalian”.
    Sebaiknya zakat disalurkan pada orang atau badan yang benar – benar bergerak di bidang zakat. Jadi zakat tersebut disalurkan pada orang – orang yang membutuhkan atau tepat pada sasaran.
    Wassalamualaikum wr.wb

    Post a Reply
  45. zakat dalam islam adalah ada yang sunah dan ada yang wajib.
    menurut saya zakat adalah kesadaran ,tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.dalam kasus diatas saya kurang setuju,bila suatu zakat diambil dari potongan gaji PNS.karena suatu amalan itu harus dimulai dari niat kita sendiri,percuma bila kita mengamal hanya karena permintaan orang
    lain atau hanya karena ada pemotongan gaji.walaupun pada dasarnya suatu pendapatan itu dikenakan zakat sesuai besarnya pendapatan.
    dan menurut saya mungkin sebagaian besar orang juga sudah paham apa tujuan dari zakat itu.

    Post a Reply
  46. Assalamualaikum Wr,Wb

    Zakat sebagai rukun Islam yang merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu untuk membayarnya dan diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan, dimana zakat adalah sumber dana potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

    Namun jika melihat relisasi zakat di Sinjai yang berhasil tercatat dalam buku kas Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sinjai, nilainya belumlah sebanding jika dilihat dari jumlah wajib zakat yang ada, khususnya mengenai zakat profesi bagi para Pegawai negeri Sipil realisasinya dari januari hingga juni 2007 ini baru mencapai sekitar 413 Juta 288 Ribu 428 Rupiah yang berarti jumlah PNS yang membayar zakat baru 70 orang.

    Melihat hal ini maka Ketua Umum Badan Pelaksana Badan Amil Zakat (BAZ) kabupaten Sinjai, Drs Mansyur A Yacub, Msi saat ditemui Reporter Suara Bersatu mengatakan berdasarkan SK Bupati Sinjai Nomor 243 Tahu 2007 memang saat ini sudah terbentuk Pengurus BAZ di Sinjai, yang mana sudah melaksanakan tugas untuk menampung seluruh pendapatan zakat dari PNS dan masyarakat, akan tetapi melihat jumlah yang ada sekarang ini masih sangat kurang dari jumlah keseluruh wajib zakat di Sinjai, sehingga menurut Mansyur A Yacub peranan BAZ akan lebih ditingkatkan kedepan karena tujuan dari Badan Amil Zakat yang dibentuk ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelayanan ibadah zakat serta meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial dan meningkatnya hasil guna zakat.

    Lebih lanjut Mansyur A Yacub mengharapkan kedepan khususnya PNS serta masyarakat yang wajib pajak kiranya dapat menyadari bahwa kehidupan ini akan berakhir dan tidak selamanya kita menetap didunia ini apalagi kita sebagai ummat muslim, sehingga ada titipan yang harus kita sisihkan dan dibagi kepada sesama kita yang kurang mampu dimana 2,5 persen dari penghasilan yang diperoleh.

    Reporter – Lutfi Hidayat

    Gunawan P. (B100050155)

    Post a Reply
  47. Nama:joko purnomo
    Kelas:D
    NIM:B100 060 099

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Menurut saya zakat PNS sangat baik. Karena PNS mempunyai penghasilan tetap setiap bulannya, bahkan bukan tidak mungkin mereka (PNS) mempunyai penghasilan-penghasilan tambahan bagaimana telah diatur dalam surat (QS. Al-Taubah : 103 yang artinya ”ambilah zakat dari sebagia harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’akan. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
    Zakat bagi mereka yang mengeluarkan sangat baik selain zakat bisa membersihkan diri, zakat dapat mencucikan harta mereka. Tetapi bagi mereka tidak iklas, hal itu Cuma sia-sia dia akan kehilangan harta dan tidak mendapatkan pahala-pahala dan kesucian harta. Bagi mereka yang menerima (delapan ashnaf) zakat sangat membantu seperti yang telah disebutkan al-qur’an (QS.Al-Taubah : 60) yang berarti ”sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang kafir, orang miskin, amil-amil zakat para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jihad fisabilillah, dan orang –orang yang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
    Hasil survei PIRAC (2004) potensi zakat di Indonesia Rp. 6,132 triliun. Sedangkan berdasarkan hasil penelitian Indrijatiningrum (2005) potensi zakat penghasilan atau profesi yang dapat dihimpun dari masyarakat Indonesia adalah sebesar Rp. 12,27 triliun. Data tersebut membuktikan bahwa uang hasil zakat tidak sedikit, dan itu cukup membantu yang membutuhkannya.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    Post a Reply
  48. ratna mekar pratiwi B100 050 166 FE UMS

    Assalamualaikum . wr.wb.

    Menurut saya Zakat PNS merupakan kesadaran karena sudah memperoleh upah yang diberikan ,sehingga merupakan hasil kerja tangan / otak . penghasilan dari perkerjaan seperti itu berupa gaji , upah / pun Honorarium . apabila telah mencapai 1 nisab maka wajib untuk mengeluarkan zakat .
    Menurut hadis Islam didirikan diatas lima dasar : mengikrarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rosul Allah , mendirikan solat ,membayar zakat , berpuasa pada bulan Romadhon , dan berhaji bagi siapa yang mampu . (HR Muttafaq ‘ alaih )

    Wassalamualaikum .wr.wb.

    By: Ratna Mekar Pratiwi B100 050 166

    Post a Reply
  49. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Zakat merupakan salah satu rukun islam yg wajib dilakukan oleh umat muslim. Jadi zakat itu tidak harus dilakukan dengan paksaan, karena dalam kehidupan bermasyarakat zakat sangat penting karena dapat berfungsi untuk : meningkatkan kesejahteraan fakir miskin serta membantu mereka untuk keluar dari kesulitan hidup dan penderitaan, memperkokoh ukhuwah islamiyah, menghulangkan kecemburuan sosial atau rasa iri dan dengki dihati orang miskin. Ancaman bagi orang yang tidak mau membayar zakat sangatlah keras, harta mereka akan di panaskan kemudian di setrikakan ke lening, pingang dan pungung mereka. Jadi apabila pemerintah mengajak PNS untuk menzakatkan sebagaian gajinya untuk para fakir miskin menurut saya itu sangat tepat. Karena itu justru akan membuat gaji para PNS menjadi bersih tanpa harus menzakatkan gaji mereka sendiri. Seperti dijelaskan dalam Qs Al Baqarah:277″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”

    Wassalamualaikum Wr,Wb

    Post a Reply
  50. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Zakat merupakan salah satu rukun islam yg wajib dilakukan oleh umat muslim. Jadi zakat itu tidak harus dilakukan dengan paksaan, karena dalam kehidupan bermasyarakat zakat sangat penting karena dapat berfungsi untuk : meningkatkan kesejahteraan fakir miskin serta membantu mereka untuk keluar dari kesulitan hidup dan penderitaan, memperkokoh ukhuwah islamiyah, menghulangkan kecemburuan sosial atau rasa iri dan dengki dihati orang miskin. Ancaman bagi orang yang tidak mau membayar zakat sangatlah keras, harta mereka akan di panaskan kemudian di setrikakan ke lening, pingang dan pungung mereka. Jadi apabila pemerintah mengajak PNS untuk menzakatkan sebagaian gajinya untuk para fakir miskin menurut saya itu sangat tepat. Karena itu justru akan membuat gaji para PNS menjadi bersih tanpa harus menzakatkan gaji mereka sendiri.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Post a Reply
  51. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    Zakat seharusnya merupakan sebuah kesadaran, apalagi bagi PNS. Pertanyaannya adalah, sadarkah para PNS itu akan arti pentingnya sebuah Zakat?? Tidak semua orang tau atau bahakan sadar arti pentingnya zakat, menurut saya zakat bagi para PNS memang harus dipaksakan, karema kalau menunggu kesadaran belum tentu selama hidup mereka akan disadarkan oleh Tuhan tentang arti pentingnya zakat. Jadi kita manusia harus berusaha, pertama – kita perlu paksakan, Insyallah nilai iklas dan kesadaran akan tumbuh dengan sendirinya

    Wassalamualaikum. Wr. Wb.

    Post a Reply
  52. KOMENTAR
    Al-Mustofa
    B100060270
    FE UMS
    Saya sangat setuju sekali kalau seandanya pemerintah dapat memberlakukan potngan gaji sebagai zakat bagi PNS. Dengan adanya pemotogan gaji tersebut yang di gunakan sebagai pembayaranzakat itu akan dapat mempermudah bagi para PNS karena gaji yang akan diterima itu sudah benar-benar bersih dan suci untuk di pakai, dan kalau harta yang kita miliki sudah suci maka dalam pemakaianya akan lebih bermakna lagi.
    Saya kira bagi para PNS yang belum sadar akan pentingnya zakat untuk disadarkan lagi, bahwa harta yang kita miliki itu ada sebagian hak-haknya kepada fakir mskin. Yang menjadi catatan adalah kalau terjadi pemotongan dari gaji seyogyanya bagi para pengelola haruslah orang yang benar-benar amanah dan tanggungjawab, dan dalam pembagiannya pun haruslah transparan tentang pengalokasian dana tersebut.

    Post a Reply
  53. Assalmualaikum.Wr.Wb

    Menurut saya zakat bagi PNS itu tidak wajib karena banyak sekali PNS yang mungkin masih kekurangan, tidak semua PNS bisa menunaikan zakat,tetapi banyak orang yang menilai PNS adalah pekerja sipil yang banyak uangnya. Kehidupan sekarang yang membuat bangsa kita miskin akan moral,mungkin sebagian atau cuman beberapa orang PNS yang akan sadar akan zakat ini. Dijelaskan zakat adalah harta yang dikeluarkan dari harta tertentu pula. zakat wajib bagi yang mampu dan kesadaran akan zakat itu sangatlah tipis.Perlulah bangsa kita untuk melakukan zakat agar kehidupan-kehidupan miskin yang ada terbantu dan mendorong rakyat kita untuk saling tenggang rasa dan Negara wajib memaksa siapapun yang termasuk muzakki untuk membayar zakatnya. Allah swt berfirman dalam Qs. Al Taubah:103 yang artinya : ” Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu akan membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa mereka ….” dijelaskan juga tentang zakat yang terdapat disurat Al Baqarah:277.
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

    Post a Reply
  54. Mustahal (B100 050 367)
    FE UMS

    Assalamualaikum wr.wb

    menurut saya zakat itu adalah suatu kesadaran dari diri kita pribadi namun dalam islam zakat merupakan kewajiban bagi kaum muslim (yang mampu),tapi setelah membaca mengenai zakat PNS ini, kok seperti ada unsure paksaan ya??,klau menurut saya zakat PNS ini termasuk katagori paksaan.karena didalam zakat PNS ini terdapat PRO dan KONTRA

    wassalammualaikum wr. wb

    Post a Reply
  55. Assalamualaikum .wr.wb.

    menurut saya zakat PNS merupakan kesadaran karena sudah memperoleh upah yang diberikan , sehinga merupakan hasil kerja tangan / otak. penghasilan dari pekerjaan seperti itu berupa gaji , upah / pun honorarium . apabila telah mencapai satu nisab wajib mengeluarkan zakat . menurut hadis islam didirikan diatas lima dasar:mengikrarkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rosul Allah , mendirikan solat , membayar zakat , berkuasa pada

    Post a Reply
  56. menurut saya dalam berzakat hendaknya adalah kesadaran dari diri kita sendiri tanpa adanya suatu paksaan dari orang lain.sebab bila kita mengamal hanya karena permintaan dari orang lain atau karena adanya pemotongan gaji tanpa adanya keiklasan dari diri kita maka amalan kita hanya akan sia-sia.
    selain itu segala amalan itu dinilai dari niat kita,apakah niat kita mengamal iklas dan hanya mengharap pahala dari ALLOH.
    dan tentunya kita juga tahu bahwa berzakat adalah cara manusia membersihkan harta .

    Post a Reply
  57. bahwa dalam berzakat hendaknya dilaksanakan atas dasar kesadaran dari diri kita sendiri .karena suatu amalan itu hanya akan mendapat ridho dari ALLOH bila didasari rasa iklas tanpa adanya suatu paksaan dari orang lain.
    dan menurut saya dalam kasus diatas bahwa zakat dilaksanakan dengan melakukan pemotongan gaji.memang benar setiap penghasilan seseorang itu harus ada zakatnya,tetapi saya rasa penerapan tersebut kurang pas.karena besar kecilnya zakat tergantung dari diri seseorang.
    sophan suryawan/B100060135

    Post a Reply
  58. bahwa dalam berzakat hendaknya dilaksanakan atas dasar kesadaran dari diri kita sendiri .karena suatu amalan itu hanya akan mendapat ridho dari ALLOH bila didasari rasa iklas tanpa adanya suatu paksaan dari orang lain.
    dan menurut saya dalam kasus diatas bahwa zakat dilaksanakan dengan melakukan pemotongan gaji.memang benar setiap penghasilan seseorang itu harus ada zakatnya,tetapi saya rasa penerapan tersebut kurang pas.karena besar kecilnya zakat tergantung dari diri seseorang.

    Post a Reply
  59. Kalau menurut saya pemotongan gaji tersebut bukan merupakan paksaan melainkan tingkat kesadaran PNS untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk dizakatkan.
    Hanya saja cara penyaluran zakatnya harus dilaksanakan secara transparan agar para PNS tidak berburuk sangka ataupun suuzon terhadap sebagian harta yang telah dizakatkan.
    Makna Zakat
    Secara Bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10). Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman : “Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”. (QS : At-Taubah : 103).

    Sedangkan menurut terminologi syari’ah (istilah syara’), zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

    Jadi kesemuanya itu ditujukan semata-mata untuk menambah keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, dan zakat juga berfungsi membersihkan sebagian harta kita dari sebagian harta yang diterima yang tidak halal

    Post a Reply
  60. deska tri martha p ( B 100 060 277)
    assalamualaikum wr. wb.
    menurut saya menyisihkan sebagian gaji PNS untuk dizakatkan bukan merupakan paksaan melainkan kesadaran sendiri untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. hanya saja cara penyaluran zakatnya harus dilaksanakan secara transparan, agar para PNS tidak berburuksangka ataupun suuzon terhadap sebagian harta yang tel;ah dizakatkan.
    Menurut saya zakat PNS merupakan kesadaran bagi mereka yang sadar bahwa zakat sudah menjadi kewajiban umat muslim dan PNS sudah mempunyai gaji yang tetap dibanding dengan buruh borongan yang tidak tentu penghasilannya. Sedangkan bagi PNS yang belum bisa menyadari akan kewajiban zakat maka bisa dibilang mereka terpaksa karena zakat tersebut sudah termasuk dalam potongan gaji yang diterima.
    Walaupun Islam sudah mengatur dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti :
    Dalam Qs Al Baqarah:277″ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
    Wassalamualaikum Wr,Wb

    Post a Reply
  61. Asssalmu’alaikum wr. wb
    Merupakan bentuk kesadaran karena zakat, mempunyai kaitan dengan beban hidup agar keberadaanya dapat menyebabkan hormonisasi hubungan sosial, tetapnya masyarakat untuk memeluk islam menjadi bagian Islam dan mau berjuang demi Islam. begitu juga demiterlaksananya kewajiban lainnya yang telah ditetapkan sampai hari kiamat berupa Jihad untuk menegakkan agama dan motivasi untuk berkorban di jalan Allah…

    Post a Reply
  62. Menurut sepengetahuan yang saya baca kalau zakat dinalar hukumnya wajib bagi muslim dan yang mampu,,, kalau zakat profesipun tergantung pribadi masing2 individu. baiknya ada zakat untuk pns juga.. tapi kalau ada seseorang yang kurang sependapat ya maaf, itu pilihan dan pastinya tidak boleh memaksa… alangkah lebih afdol kalau membari dengan IKHLAS

    Post a Reply
  63. Assalamu’alaikum Wr Wb

    Semoga masa “darurat”nya cepat selesai Ustadz …… Beginilah jadinya kalau urusan “simpul kecil” yang dibahas …… pusing …. Semoga Allah segera memberikan kepanjangan “tangan”-Nya di dunia untuk membuka “simpul besar”. Amin

    terima kasih atas tambahan pengetahuannya.

    Post a Reply
  64. Dalam perspektif syariah Islam, zakat dikenakan harta yang mencapai nishab dan memenuhi haulnya. Yang jadi masalah dengan potongan 2,5% adalah APAKAH KETETAPAN ITU SUDAH MELIHAT HAUL, sehingga TERPENUHI SYARAT ZAKAT?

    Post a Reply
  65. Zakat PNS Kesadaran atau Paksaan
    Assalamu’alaikum wr.wb
    menurutku sederhana saja gk perlu banyak argumen
    yaitu :
    1.Zakat PNS itu adalah Kesadaran jika dilakukan dengan ikhlas
    2.Zakat PNS itu adalah PEMAKSAAN jika dilakukan dengan pemotongan gaji.

    sebab : banyak terjadi di daerah PNS guru SD gajinya minus
    Potongan gaji PNS guru SD sudah banyak bahkan untuk berbagai
    kepentingan ibadah pun ada kebijakan memotong gaji PNS guru SD
    tidak semua PNS beragama Islam

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>