Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk

EKONOMI : Jepang

Oleh Hidayatullah Muttaqin

jepang

Map Jepang BBC

Semakin dalam saja “luka” perekonomian dunia akibat “pukulan” krisis global. Setelah perekonomian AS mengalami kontraksi dan jumlah pengangguran membumbung, kini giliran perekonomian nomor dua dunia yang meradang.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya di Jurnal Ekonomi Ideologis, perekonomian Jepang semakin memasuki jurang resesi seiring dengan menurunnya output industri 10% pada Januari 2009 dan turun 30% dalam waktu satu tahun. Pada bulan Januari, ekspor Jepang juga anjlok 45,7% sedangkan konsumsi dalam negeri menurun 5,9%.

Gambaran perekonomian Jepang semakin suram dengan derasnya PHK akibat penutupan pabrik sehingga angka pengangguran menjadi 4,1% pada bulan Januari 2009. Di sisi lain kebangkrutan korporasi meningkat hingga 10,4% dalam satu tahun di akhir Februari. Meskipun Bank sentral Jepang, Bank of Jepang telah membeliĀ  obligasi korporat untuk merangsang sektor riil, pinjaman bank tetap melemah pada bulan Februari.

Di tengah perekonomian yang sangat suram ini, neraca transaksi berjalan –current account- Jepang memecahkan rekor defisit. Nilainya mencapai 172,8 miliar yen atau 1,75 miliar dollar AS. Angka ini melebihi perkiraan yang diharapkan 15,3 miliar yen. Ini rekor defisit terbesar yang pernah dialami Jepang sejak tahun 1996.

Peningkatan defisit transaksi berjalan ini merupakan konsekwensi jatuhnya permintaan –demand- dunia, terutama dengan anjloknya pasar Amerika akibat dihantam krisis. Di samping itu, nilai mata uang Yen yang terlalu tinggi dan rendahnya penerimaan luar negeri dariĀ  pembayaran bunga ikut menekan angka defisit.

Untuk mengatasi krisis, pemerintah Jepang telah mengeluarkan paket stimulus sebesar 5 trilyun Yen. Ini merupakan langkah cepat Jepang untuk mencegah kerusakan ekonomi menjadi lebih dalam. Namun, kesuksesan langkah Jepang sangat terbatas. Bahkan perekonomian yang berbasis Kapitalisme ini sedang berjalan mundur dengan pasti. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Financial Times (8/3/2009), Japan in record current account deficit.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *