Taliban atau Amerika yang Menjadi Ancaman?

INTERNASIONAL: Amerika dan Dunia Islam

obama

oleh: Hidayatullah Muttaqin

Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama telah mencapai kesepakatan baru dengan Presiden Pakistan dan Afghanistan. Menurut Obama, ia telah mendapatkan komitmen dari kedua presiden tersebut untuk lebih agresif memerangi Taliban dan al-Qaida.

Kedua pemimpin negeri muslim, Presiden Asif Ali Zardari dan Hamid Karzai memenuhi keinginan Presiden Obama tersebut dengan pertemuan langsung ketiganya di Washington (6/5/2009).

Dengan pertemuan tersebut, Presiden Pakistan dan Presiden Afghanistan telah “meneguhkan” dirinya sebagai “budak” Amerika. Obama mengatakan:

“Namun, saya perjelas, AS telah membuat komitmen untuk mengalahkan Al Qaeda, tetapi tetap mendukung pemerintahan yang terpilih secara demokratis di Pakistan dan Afganistan. Komitmen itu tidak akan goyah dan dukungan itu akan terus berlangsung,”

Sementara itu Presiden Zardari menyatakan dukungan kuatnya terhadap upaya AS dalam memerangi Taliban dan al-Qaida. Zardari mengatakan:

“Demokrasi (negara) saya memerlukan perhatian. Demokrasi Pakistan akan terwujud, teroris akan kalah oleh perlawanan bersama. Saya, teman saya Presiden Karzai, dan AS akan berdiri bahu-membahu untuk memerangi kanker ini.”

Ironis memang, kedua pemerintahan boneka AS ini bahu-membahu memerangi apa yang mereka sebut teroris terhadap pejuang Afghanistan yang ingin melepaskan diri dari cengkraman penjajahan AS. Sementara pembunuhan nyata oleh AS yang terjadi berulang-ulang dan telah menewaskan ribuan kaum Muslim di Afghanistan dan Pakistan sendiri tidak disebut tindakan sadis dan terorisme.

afganistan-map

Map: Nytimes.com

Pertemuan dan komitmen 3 pemimpin yang memusuhi Islam ini terjadi di tengah  pembantaian tentara AS terhadap 100 warga sipil Afghanistan dan serbuan tentara Pakistan di Lembah Swat.

Ini jelas Amerika-lah yang menjadi ancaman nyata bagi umat Islam di seluruh dunia bukan Taliban. Namun, penguasa-penguasa negeri Muslim tersebut tidak dapat melihat ancaman AS terhadap rakyatnya. Mereka hanya dapat memandang dirinya sebagai abdi penjajah Amerika.

Dengan menjadi abdi AS, mereka telah memberikan lisensi untuk membunuh umat Islam di mana saja dan kapan saja saat AS membutuhkannya. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

asbatai100muslimafghan

REFERENSI BERITA

Kompas (8/5/2009), Obama Dapat Komitmen.

Author: Admin

Share This Post On

2 Comments

  1. Jangan sangka hanya Pakistan dan Afganistan saja yang jadi budak musuh islam ( AS dan sekutunya ), Indonesia pun tidak luput bahkan sudah menjadi budak kafir AS dan sekutunya. Lihat saja achmadiyah tidak berani di bubarkan oleh pemerintah kita. Seorang presiden Indonesia berkata di negeri kafir itu bahwa amerika adalah negara kedua dia, dan dia memaklumi kesalahan kesalahan yang sudah dilakukan amerika di mana saja dilakukan ….he…he..he apa gak jadi budak amerika, orang seperti itu. Anda pasti tahu siapa presiden kita yang berkata seperti itu. Jadi baiat lah presiden yang amanah yang taqwa dengan sebenar benarnya yang menjalankan isi Al Qur’an secara kaffah dan selalu merujuk pada assunnah, yang tidak mementingkan kepentingan pribadi, kelompok atau partai dan golongannya. Tetapi yang berjuang menegakan syariat islam menuju pada penegakan khalifahm islamiah. Innallaha maa’na. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Semoga Allah memenangkan perjuangan Taliban dan Alqaidah serta menegakan khalifah islam yang jaya, adil dan mengampuni ummatnya yang senatiasa menjalankan syariatnya hingga akhir jaman.

    Post a Reply
  2. presiden tersebut berkata demikian karena dia tidak ingin kehilangan kekuasaannya, hal ini sama juga dilakukan oleh kafir quraisy ketika menolak dakwahnya Nabi Muhammad SAW, padahal mereka sudah yakin akan perkataan kebenaran tersebut namun mereka tetap menolak semata-mata karena ego dan ketakutan akan kehilangan kekuasaannya… apalagi politik yang digunakan saat ini adalah politik yang juga digunakan oleh orang Amerika yakni politik yang berasaskan sekularisme sehingga tentu saja mereka pasti akan mendukung amerika.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *