<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS &#187; Pengangguran</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/tag/pengangguran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2010 23:25:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 23:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ANALISIS]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Paradoks Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[Resesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=2540</guid>
		<description><![CDATA[Posisi perekonomian di banyak negara saat ini mulai membaik dari sisi indikator permintaan dan pertumbuhan. Kondisi ini mendorong berbagai negara mendeklarasikan diri telah keluar dari resesi ekonomi. Namun di tengah deklarasi tersebut terdapat paradoks, yakni semakin bertambahnya jumlah pengangguran.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>Oleh <b>Hidayatullah Muttaqin</b></i></p>
<p>Posisi perekonomian di banyak negara saat ini mulai membaik dari sisi indikator permintaan dan pertumbuhan. Kondisi ini mendorong berbagai negara mendeklarasikan diri telah keluar dari resesi ekonomi atau mungkin akan mengakhri masa ekonomi suram.</p>
<p>Di Asia, ADB meramalkan perekonomian negara-negara Asia dengan pertumbuhan ekonominya akan memimpin pemulihan ekonomi global. Di Amerika, gubernur bank sentral AS, The Fed, Ben Bernake mendeklarasikan kejatuhan ekonomi AS segera berakhir. Sedangkan di Eropa, gubernur bank sentral Inggris, BoE (Bank of England), Mervyn King minggu lalu menyatakan Inggris telah bergabung dengan Jerman dan Prancis dalam barisan negara yang keluar dari resesi.</p>
<p><b>Paradoks Krisis</b></p>
<p>Harian Inggris The Independent (20/9) menurunkan sebuah laporan tentang paradoks ekonomi yang mengiringi pemulihan ekonomi. Meski berbagai negara besar telah menyatakan sudah keluar dari resesi atau akan berhenti dari kejatuhan ekonomi, pada kenyataannya negara-negara tersebut menghadapi masalah semakin meningkatnya jumlah pengangguran.</p>
<p>Di Inggris, jumlah pengangguran bertambah 2,5 juta orang dalam 3 bulan hingga Juli. Ini merupakan level tertinggi sejak tahun 1995. </p>
<p>Posisi angka pengangguran di Inggris sendiri 7,9% masih di bawah angka pengangguran rata-rata Uni Eropa, OECD, dan G7. Sementara Amerika Serikat dan Prancis telah menembus tingkat pengangguran 10%. Negara lain seperti Irlandia angka pengangguran mencapai 12%.</p>
<p>OECD, organisasi yang menghimpun negara-negara industri minggu lalu melaporkan akibat pelambatan ekonomi global di seluruh dunia telah kehilangan 25 juta lapangan kerja. Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria menyatakan pengangguran akan tetap bertambah pada tahun depan.</p>
<p>Ketika bisnis mulai tumbuh akibat dorongan permintaan domestik ataupun pasar internasional yang mulai menaik, tidak otomatis lapangan kerja bertambah dalam sebuah perusahaan sebanyak lapangan kerja yang hilang sebelumnya.</p>
<p>Di sisi lain <i>bailout</i> dan stimulus fiskal yang dijalankan sebuah negara untuk mendorong permintaan dan pertumbuhan ekonomi domestiknya harus dibiayai dengan hutang dengan kompensasi bunga. Dalam jangka pendek dan jangka panjang langkah ini menimbulkan beban keuangan pemerintah yang cukup berat dan lagi-lagi harus ditanggung rakyat negara bersangkutan. Ini juga sebuah paradoks.</p>
<p>Hal ini merefleksikan: <i>&#8220;Jika resesi (akan) berlalu dengan pemulihan di sisi permintaan (domestik) dan laju pertumbuhan telah beranjak dari negatif ke positif, maka tidak otomatis krisis pasti akan berakhir.&#8221;</i> Dengan kata lain, <i>&#8220;jangan tertipu oleh gejala-gejala di permukaan&#8221;.</i></p>
<p>Ekonomi memang tumbuh, tetapi pertumbuhan tersebut tidak memecahkan masalah pengangguran. Permintaan memang mulai pulih tetapi permintaan tersebut didorong oleh konsumsi yang dibiayai hutang. Hal ini berbeda jika permintaan lahir dari kemampuan finansial mandiri.</p>
<p>Ibarat pasien yang sedang sakit, negara-negara di dunia saat ini memfokuskan perhatiannya pada gejala-gejala sakit saja. Mereka hanya memperhatikan bagaimana caranya keluar dari krisis atau resesi dengan mendorong permintaan dan pertumbuhan. </p>
<p>Jika ekonomi mulai tumbuh dan terkatagori keluar dari resesi, maka perekonomian negara tersebut dianggap telah sembuh dari sakitnya. Padahal resesi hanyalah gejala yang tidak muncul kecuali ada problem sistemik di dalamnya. Tidak aneh karena salah diagnosis, krisis yang terjadi datang secara berulang-ulang, dengan rentang waktu yang lebih pendek dan konskwensi yang lebih berat. (Jurnal Ekonomi Ideologis / www.jurnal-ekonomi.org)</p>
<h3>Tulisan terkait lainnya &#8230;.</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/out-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat/" title="Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat">Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/resesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk/" title="Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK">Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/15/jerman-alami-defisit-dan-pertumbuhan-terburuk-paska-perang/" title="Jerman Alami Defisit dan Pertumbuhan Terburuk Paska Perang">Jerman Alami Defisit dan Pertumbuhan Terburuk Paska Perang</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/10/tidak-ada-negara-yang-lolos-dari-krisis/" title="Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis">Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/ekonomi-dunia-tempati-posisi-terburuk-sejak-pd-ii/" title="Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II">Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/roubini-resesi-bisa-berlanjut-hingga-akhir-2010/" title="Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010">Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/terjerumus-krisis-defisit-transaksi-berjalan-jepan-capai-rekor-terburuk/" title="Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk">Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/07/amerika-semakin-suram/" title="Amerika Semakin Suram">Amerika Semakin Suram</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/06/apakah-krisis-saat-ini-lebih-hebat-dibanding-great-depression-1929/" title="Apakah Krisis Saat Ini Lebih Hebat dari Great Depression 1929?">Apakah Krisis Saat Ini Lebih Hebat dari Great Depression 1929?</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/02/kontraksi-62-ekonomi-as-semakin-terpuruk/" title="Ekonomi AS Menyusut 6,2%">Ekonomi AS Menyusut 6,2%</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fjurnal-ekonomi.org%2F2009%2F09%2F24%2Fparadoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat%2F&amp;linkname=Paradoks%20Ekonomi%20%3A%20Resesi%20Berakhir%20Pengangguran%20Meningkat"><img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/out-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/out-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 06:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA dan OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[Resesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=2102</guid>
		<description><![CDATA[Out put industri manufaktur di Jepang pada bulan April 2009 mengalami peningkatan di luar perkiraan. Tingkat pertumbuhan out put industri mencapai 5,2%.Namun ironisnya, jumlah angkatan kerja yang menganggur mengalami pertambahan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>EKONOMI: Jepang</pre>
<p><em>Oleh <strong>Hidayatullah Muttaqin</strong></em></p>
<p>Out put industri manufaktur di Jepang pada bulan April 2009 mengalami peningkatan di luar perkiraan. Tingkat pertumbuhan out put industri mencapai 5,2%.Namun ironisnya, jumlah angkatan kerja yang menganggur mengalami pertambahan.</p>
<p>Pada bulan April tingkat pengangguran meningkat menjadi 5% dari sebelumnya 4,8% pada bulan Maret. Ini merupakan tingkat pengangguran tertinggi sejak tahun 2003. Jumlah tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan meningkat dari 710.000 tahun lalu menjadi 3,46 juta. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS/ www.jurnal-ekonomi.org]</p>
<p><strong><em>REFERENSI BERITA</em></strong></p>
<p><em>Associated Press</em><em> </em> dakam Wall Street Journal (28/5/2009), <a href="http://online.wsj.com/article/SB124355601662864691.html"><em>Japan Output Rises But Jobs Fall.</em></a><br />
<h3>Tulisan terkait lainnya &#8230;.</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/" title="Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat">Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/resesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk/" title="Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK">Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/terjerumus-krisis-defisit-transaksi-berjalan-jepan-capai-rekor-terburuk/" title="Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk">Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/27/dihantam-resesi-perekonomian-jepang-semakin-gelap/" title="Dihantam Resesi, Perekonomian Jepang Semakin Gelap">Dihantam Resesi, Perekonomian Jepang Semakin Gelap</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/15/jerman-alami-defisit-dan-pertumbuhan-terburuk-paska-perang/" title="Jerman Alami Defisit dan Pertumbuhan Terburuk Paska Perang">Jerman Alami Defisit dan Pertumbuhan Terburuk Paska Perang</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/10/tidak-ada-negara-yang-lolos-dari-krisis/" title="Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis">Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/ekonomi-dunia-tempati-posisi-terburuk-sejak-pd-ii/" title="Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II">Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/roubini-resesi-bisa-berlanjut-hingga-akhir-2010/" title="Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010">Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/07/amerika-semakin-suram/" title="Amerika Semakin Suram">Amerika Semakin Suram</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/06/apakah-krisis-saat-ini-lebih-hebat-dibanding-great-depression-1929/" title="Apakah Krisis Saat Ini Lebih Hebat dari Great Depression 1929?">Apakah Krisis Saat Ini Lebih Hebat dari Great Depression 1929?</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fjurnal-ekonomi.org%2F2009%2F05%2F29%2Fout-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat%2F&amp;linkname=Out%20Put%20Jepang%20Meningkat%20Pengangguran%20Juga%20Meningkat"><img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/out-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/resesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/resesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 12:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA dan OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[Resesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=2023</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" title="phk-as" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/05/phk-as-300x238.jpg" alt="Foto: blog.syracuse.com" width="80" height="60" />Sejak resesi mulai menimpa AS pada Desember 2007 hingga sekarang, sudah 5,7 juta warga AS yang harus meninggalkan pekerjaannya. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengangguran terakhir meningkat menjadi 13,7 juta orang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>EKONOMI : Amerika</pre>
<div id="attachment_2024" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/05/phk-as.jpg"><img class="size-medium wp-image-2024" title="phk-as" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/05/phk-as-300x238.jpg" alt="Foto: blog.syracuse.com" width="300" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: blog.syracuse.com</p></div>
<p>oleh <strong>Hidayatullah Muttaqin</strong></p>
<p>Di tengah upaya memulihkan ekonominya yang &#8220;berantakan&#8221;, pemerintah Amerika Jum&#8217;at (8/5/) mengeluarkan laporan terbaru sektor ketenagakerjaan yang suram. Angka pengangguran di negeri Obama tersebut pada bulan April bertambah menjadi 8,9%. Ini merupakan level tertinggi sejak tahun 1983. Laporan ini sekaligus menjadi indikator resesi telah memukul ketersediaan lapangan kerja di AS dengan &#8220;ganas&#8221;.</p>
<p>Jumlah pengangguran AS pada bulan April bertambah 539.000 orang lebih rendah dari PHK yang terjadi pada Maret sebanyak 699.000 orang.Â  Tetapi secara keseluruhan dengan tetap terjadinya PHK dalam jumlah yang massal di AS, tingkat pengangguran semakin tinggi.</p>
<p>Sektor manufaktur AS mengalami efisiensi paling besar karena sektor ini merumahkan 149 ribu tenaga kerja. Sedangkan sektor konstruksi memangkas jumlah tenaga kerja sebanyak 110 ribu orang. Sektor bisnis dan jasa menutup122 ribu lapangan kerja dan sektor retail mem-PHK 47 ribu tenaga kerja. Hanya sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta pegawai pemerintah yang mengalami peningkatan lapangan kerja, masing-masing 15 ribu dan 70 ribu.</p>
<p>Sejak resesi mulai menimpa AS pada Desember 2007 hingga sekarang, sudah 5,7 juta warga AS yang harus meninggalkan pekerjaannya. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengangguran terakhir meningkat menjadi 13,7 juta orang.</p>
<p>Sementara itu Financial Times memberitakan prediksi para ahli ekonomi, bahwa dalam bulan ini PHK dapat menimpa 610.000 pekerja. Kondisi ini menggambarkan bahwa AS masih jauh dari jalan keluar krisis. Bukan tidak mungkin ke depan AS mengalami kondisi yang lebih sulit. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]</p>
<p><strong><em>REFERENSI BERITA</em></strong></p>
<p>Financial Times (8/5/2009), <a href="http://www.ft.com/cms/s/0/8d75e86a-3b5c-11de-ba91-00144feabdc0.html?nclick_check=1" target="_blank"><em>US jobless rate reaches 8.9%.</em></a><br />
<h3>Tulisan terkait lainnya &#8230;.</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/" title="Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat">Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/out-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat/" title="Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat">Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/07/amerika-semakin-suram/" title="Amerika Semakin Suram">Amerika Semakin Suram</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/02/kontraksi-62-ekonomi-as-semakin-terpuruk/" title="Ekonomi AS Menyusut 6,2%">Ekonomi AS Menyusut 6,2%</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/07/19/ac-manullang-ada-grand-strategy-global-amerika/" title="AC Manullang: Ada Grand Strategy Global Amerika">AC Manullang: Ada Grand Strategy Global Amerika</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/15/jerman-alami-defisit-dan-pertumbuhan-terburuk-paska-perang/" title="Jerman Alami Defisit dan Pertumbuhan Terburuk Paska Perang">Jerman Alami Defisit dan Pertumbuhan Terburuk Paska Perang</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/taliban-atau-amerika-yang-menjadi-ancaman/" title="Taliban atau Amerika yang Menjadi Ancaman?">Taliban atau Amerika yang Menjadi Ancaman?</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/20/amerika-keluarkan-jurus-cetak-dollar/" title="Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar">Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/19/amerika-serba-defisit/" title="Amerika Serba Defisit">Amerika Serba Defisit</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/17/dunbar-ortizm-amerika-dirancang-sebagai-negara-penjajah/" title="Dunbar-Ortiz: Amerika Dirancang sebagai Negara Penjajah">Dunbar-Ortiz: Amerika Dirancang sebagai Negara Penjajah</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fjurnal-ekonomi.org%2F2009%2F05%2F08%2Fresesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk%2F&amp;linkname=Resesi%20Sebabkan%205%2C7%20juta%20Warga%20AS%20di-PHK"><img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/resesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Penyebab Pengangguran dan Sulitnya Lapangan Kerja dalam Perekonomian Kapitalis?</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/07/23/apa-penyebab-pengangguran-dan-sulitnya-lapangan-kerja-dalam-perekonomian-kapitalis/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2008/07/23/apa-penyebab-pengangguran-dan-sulitnya-lapangan-kerja-dalam-perekonomian-kapitalis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 08:14:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[TANYA JAWAB IDEOLOGIS]]></category>
		<category><![CDATA[M. Sholahuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1064</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/07/lapangan-kerja.jpg"><img style="border: 1px solid black; margin: 0px 2px;" title="Sulitnya lapangan kerja" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/07/lapangan-kerja.jpg" alt="Sulitnya lapangan kerja" width="150" height="90" align="left"/></a>
Ustadz, setelah lulus S1 ini rasanya saya kesulitan mencari kerja yang dapat mencukupi kebutuhan hidup saya. Kalau sekarang saja sulit, bagaimana dengan kesulitan anak cucu saya nantinya dalam mencari kerja ? Mohon diberi penjelasan apa penyebab kesulitan lapangan kerja sehingga banyak pengangguran ? Bagaimana solusinya ?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Assalamuâ€™alaikum Wr. Wb.</span></em></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Ustadz, setelah lulus S1 ini rasanya saya kesulitan mencari kerja yang dapat mencukupi kebutuhan hidup saya. Kalau sekarang saja sulit, bagaimana dengan kesulitan anak cucu saya nantinya dalam mencari kerja ?</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Mohon diberi penjelasan apa penyebab kesulitan lapangan kerja sehingga banyak pengangguran ? Bagaimana solusinya ?</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Jazakumullah</span></em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> atas jawabannya.</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Wassalam.</span></em></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Nabil, 0815674XXXX</span></p>
<div id="attachment_1066" class="wp-caption alignnone" style="width: 290px"><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/07/lapangan-kerja.jpg"><img style="border: 1px solid black; margin: 2px 0px;" title="Sulitnya lapangan kerja" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/07/lapangan-kerja.jpg" alt="Sulitnya lapangan kerja" width="280" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Sulitnya lapangan kerja</p></div>
<p><strong>JAWABAN :</strong></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Waâ€™alaikum Salam Wr. Wb.</span></em></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana; color: maroon;">Nabil saudaraku,</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Sebenarnya kesulitan lapangan kerja disebabkan oleh  2 faktor utama: <strong>faktor Pribadi</strong> dan <strong>faktor sosial ekonomi.</strong> </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Pertama</span></em></strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">: <strong>Faktor Pribadi</strong></span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam hal ini penyebab pengangguran bisa disebabkan oleh kemalasan, cacat/udzur dan rendahnya pendidikan dan ketrampilan. </span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Penjelasannya sebagai berikut :</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">1. Faktor kemalasan</span></strong><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> </span></em></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Penganguran yang berasal dari kemalasan individu sebenarnya sedikit. Namun, dalam sistem materialis dan politik sekularis, banyak yang mendorong masyarat menjadi malas, seperti sistem penggajian yang tidak layak atau maraknya perjudian. Banyak orang yang miskin menjadi malas bekerja karena berharap kaya mendadak dengan jalan menang judi atau undian. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">2. Faktor cacat /uzur</span></strong></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam sistem kapitalis hukum yang diterapkan adalah &#8216;hukum rimba&#8217;. Karena itu, tidak ada tempat bagi mereka yang cacat/uzur untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">3. Faktor rendahnya pendidikan dan keterampilan</span></strong></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Saat ini sekitar 74% tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yaitu SD dan SMP. Dampak dari rendahnya pendidikan ini adalah  rendahnya keterampilan yang mereka milki. Belum lagi sistem pendidikan Indonesia yang tidak fokus pada persoalan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan dan dunia kerja. Pada akhirnya mereka menjadi pengangguran intelek.</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana; color: maroon;">Saudaraku Nabil,</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Kedua</span></em></strong><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">:</span></strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> <strong>faktor sistem sosial dan ekonomi</strong></span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Faktor ini merupakan penyebab utama meningkatnya pengangguran di Indonesia, di antaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">a.   Ketimpangan antara penawaran tenaga kerja dan kebutuhan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Tahun depan diperkiraan akan muncul pencari tenaga kerja baru sekitar 1,8 juta<sup> </sup>orang, sedangkan yang bisa ditampung saat ini dalam sektor formal hanya 29%. Sisanya di sektor informal atau menjadi pengangguran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">b.</span></strong><span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="DE"> </span><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Banyak kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat dan menimbulkan pengangguran baru, Menurut Menakertrans, kenaikan BBM kemarin telah menambah pengangguran sekitar 1 juta orang. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Kebijakan Pemerintah yang lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi bukan pemerataan juga mengakibatkan banyak ketimpangan dan pengangguran. Banyaknya pembukaan industri tanpa memperhatikan dampak lingkungan telah mengakibatkan pencemaran dan mematikan lapangan kerja yang sudah ada.  Salah satu kasus, misalnya, apa yang menimpa masyarakat Tani Baru di Kalimantan. Tuntutan masyarakat Desa Tani Baru terhadap PT VICO untuk menghentikan operasi seismiknya tidak mendapat tanggapan. Penghasilan tambak mereka turun hampir 95 persen akibat pencemaran yang ditimbulkan PT VICO. Tanah menjadi tidak subur, banyak lubang bekas pengeboran dan peledakan, serta mengeluarkan gas alam beracun. Akibatnya, rakyat di sana menjadi orang-orang miskin dan penganggguran. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">c.<span> </span>Pengembangan sektor ekonomi non-real</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam sistem ekonomi kapitalis muncul transaksi yang menjadikan uang sebagai komoditas yang di sebut sektor non-real, seperti bursa efek dan saham perbankan sistem ribawi maupun asuransi. Sektor ini tumbuh pesat. Nilai transaksinya bahkan bisa mencapai 10 kali lipat daripada sektor real.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Pertumbuhan uang beredar yang jauh lebih cepat daripada sektor real  ini mendorong inflasi dan penggelembungan harga aset sehingga menyebabkan  turunnya produksi dan investasi di sektor real. Akibatnya, hal itu mendorong kebangkrutan perusahan dan  PHK serta pengangguran. Inilah penyebab utama krisis ekonomi dan moneter di Indonesia yang terjadi sejak tahun 1997.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Peningkatan sektor non-real juga mengakibatkan harta beredar hanya di sekelompok orang tertentu dan tidak memilki konstribusi dalam penyediaan lapangan pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">d.<span> </span>Banyaknya tenaga kerja wanita</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 12pt 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Jumlah wanita pekerja pada tahun 1998 ada sekitar 39,2 juta.<sup> </sup> Jumlah ini  terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah tenaga kerja wanita  ini mengakibatkan persaingan pencari kerja antara wanita dan laki-laki. Akan tetapi, dalam sistem kapitalis, untuk efesiensi biaya biasanya yang diutamakan adalah wanita karena mereka mudah diatur dan tidak banyak menuntut,  termasuk dalam masalah gaji. Kondisi ini mengakibatkan banyaknya pengangguran di pihak laki-laki. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana; color: maroon;">Saudaraku Nabil,</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam sistem kenegaraan yang menerapkan syariah islam, kepala negara (Khalifah) berkewajiban memberikan pekerjaan kepada mereka yang membutuhkan sebagai realisasi Politik Ekonomi Islam.  Rasulullah saw.: </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: center; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA">Ø§ÙŽÙ„Ø¥ÙÙ…ÙŽØ§Ù…Ù Ø±ÙŽØ§Ø¹Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ Ù…ÙŽØ³Ù’Ø¤ÙÙˆÙ’Ù„ÙŒ Ø¹ÙŽÙ†Ù’ Ø±ÙŽØ¹ÙÙŠÙŽØªÙÙ‡Ù</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Imam/Khalifah adalah pemelihara urusan rakyat; ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap urusan rakyatnya. </span></em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">(HR al-Bukhari dan Muslim).</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Lebih detail, Rasulullah saw. secara praktis senantiasa berupaya memberikan peluang kerja bagi rakyatnya. Suatu ketika Rasulullah memberikan dua dirham kepada seseorang. Kemudian beliau bersabda (yang artinya), <em>&#8220;Makanlah dengan satu dirham, dan sisanya, belikanlah kapak, lalu gunakan kapak itu untuk bekerja!&#8221;</em> </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Mekanisme yang dilakukan oleh Khalifah dalam mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan secara garis besar dilakukan dengan dua mekanisme, yaitu: mekanisme individu dan sosial ekonomi. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Pertama,</span></em></strong><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> </span></em><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Mekanisme individu</span></strong></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam mekanisme ini Khalifah secara langsung memberikan pemahaman kepada individu, terutama melalui sistem pendidikan, tentang wajibnya bekerja dan kedudukan orang-orang yang bekerja di hadapan Allah Swt. serta memberikan keterampilan dan modal bagi mereka yang membutuhkan. Islam pada dasarnya mewajibkan individu untuk bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup. Banyak nash al-Quran maupun as-Sunnah yang memberikan dorongan kepada individu untuk bekerja.   Misalnya, firman Allah Swt.: </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: center; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA">ÙÙŽØ§Ù…Ù’Ø´ÙÙˆØ§ ÙÙÙŠ Ù…ÙŽÙ†ÙŽØ§ÙƒÙØ¨ÙÙ‡ÙŽØ§ ÙˆÙŽÙƒÙÙ„ÙÙˆØ§ Ù…ÙÙ†Ù’ Ø±ÙØ²Ù’Ù‚ÙÙ‡Ù</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Berjalanlah kalian di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekinya</span></em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">. (QS al-Mulk [67]: 15). </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Imam Ibnu Katsir (<em>TafsÃ®r al-Qur&#8217;Ã¢n al-â€˜AzhÃ®m, </em>IV/478) menyatakan: <em>&#8220;Maksudnya, bepergianlah kalian semua ke daerah di bumi manapun yang kalian kehendaki, dan bertebaranlah di berbagai bagiannya untuk melakukan beraneka ragam pekerjaan dan perdaÂ­gangan</em>.&#8221;</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam hadis, R</span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">a</span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">sulullah saw. bersabda:</span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; color: white;">Ù„Ù’Ù…ÙŽØ±Ù’Ø¡Ù Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙŽØ­Ù’Ø¨ÙØ³ Ø¹ÙŽÙ…Ù‘ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙŽÙ…Ù’Ù„ÙÙƒÙ Ù‚ÙÙˆØªÙŽÙ‡Ù</span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana; color: white;"> </span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; color: white;">ÙŽ</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Cukuplah seorang Muslim berdosa jika tidak mencurahkan kekuatan menafkahi tanggungannya. </span></em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">(HR Muslim). </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Bahkan Rasulullah pernah mencium tangan Saad bin Muadz ra. tatkala beliau melihat bekas kerja pada tangannya, seraya bersabda (yang artinya), <em>â€œIni adalah dua tangan yang dicintai Allah Taala.</em>â€</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Saudaraku Nabil,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Jelas, Islam mewajibkan kepada individu  untuk bekerja. Ketika individu tidak bekerja, baik  karena  malas, cacat, atau tidak memiliki keahlian dan modal untuk bekerja maka Khalifah berkewajiban untuk memaksa individu bekerja serta menyediakan sarana dan prasarananya,  termasuk di dalamnya pendidikan. Hal ini pernah dilakukan Khalifah Umar ra. ketika mendengar jawaban orang-orang yang berdiam di masjid pada saat orang-orang sibuk bekerja bahwa mereka sedang bertawakal. Saat itu beliau berkata, &#8220;Kalian adalah orang-orang yang malas bekerja, padahal kalian tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak.&#8221; Kemudian Umar ra. mengusir mereka dari masjid dan memberi mereka setakar biji-bijian. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Kedua,</span></em></strong><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> Mekanisme sosial ekonomi</span></strong><strong></strong></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana; color: maroon;">Saudaraku Nabil, </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Mekanisme ini  dilakukan oleh Khalifah melalui sistem dan kebijakan, baik kebijakan di bidang ekonomi maupun bidang sosial yang terkait dengan masalah pengangguran.</span></p>
<p class="subjudulmiring" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"><span>1.<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span></strong><!--[endif]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Negara wajib menciptakan lapangan kerja agar setiap orang yang mampu bekerja dapat memperoleh pekerjaan.</span></strong></span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Rasullah saw. bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: center; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA">Ø§ÙŽÙ„Ø¥ÙÙ…ÙŽØ§Ù…Ù Ø±ÙŽØ§Ø¹Ù ÙˆÙŽ Ù‡ÙÙˆÙŽ Ù…ÙŽØ³Ù’Ø¤ÙÙˆÙ’Ù„ÙŒ Ø¹ÙŽÙ†Ù’ Ø±ÙŽØ¹ÙÙŠÙŽØªÙÙ‡Ù</span></p>
<p class="ayat" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Seorang Imam adalah pemelihara dan pengatur urusan (rakyat); ia akan diminta pertanggungjawabannya atas urusan rakyatnya. </span></em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">(HR al-Bukhari dan Muslim).</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam bidang ekonomi kebijakan yang dilakukan Khalifah adalah meningkatkan dan mendatangkan investasi yang halal untuk dikembangkan di sektor real baik di bidang pertanian dan kehutanan, kelautan, dan tambang maupun meningkatkan volume perdagangan. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Di sektor pertanian, di samping intensifikasi juga dilakukan ekstensifikasi, yaitu menambah luas area yang akan ditanami dan diserahkan kepada rakyat. Karena itu,  para petani yang tidak memiliki lahan atau modal dapat mengerjakan lahan yang diberi oleh pemerintah. Sebaliknya, pemerintah dapat mengambil tanah yang telah ditelantarkan selama tiga tahun oleh pemiliknya, seperti yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika berada di Madinah.  Itulah yang dalam syariat Islam disebut  <em>iâ€˜thÃ¢â€™</em>, yaitu pemberian negara kepada rakyat yang diambilkan dari harta Baitul Mal dalam rangka memenuhi hajat hidup atau memanfaatkan kepemilikannya.</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam sektor industri Khalifah akan mengembangkan industri alat-alat<sup>7</sup> (industri  penghasil mesin) sehingga akan mendorong tumbuhnya industri-industri lain. Selama ini negara-negara Barat selalu berusaha menghalangi tumbuhnya industri alat-alat di negeri-negeri kaum Muslim agar  negeri-negeri Muslim hanya menjadi pasar bagi produk mereka.      Di sektor kelautan dan kehutanan serta  pertambangan, Khalifah sebagai wakil umat akan mengelola sektor ini sebagai milik umum dan tidak akan menyerahkan pengelolaannya kepada swasta. Selama ini ketiga sektor ini banyak diabaikan atau diserahkan kepada swasta sehingga belum optimal dalam menyerap tenaga kerja. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Sebaliknya, negara tidak mentoleransi sedikitpun berkembangnya sektor non-real. Sebab,  di samping diharamkan, sektor non-real dalam Islam juga menyebabkan beredarnya uang hanya di antara orang kaya saja serta tidak berhubungan dengan penyediaan lapangan kerja, bahkan sebaliknya, sangat menyebabkan perekonomian labil.  Menurut penelitian J.M, Keynes,<sup>8</sup> perkembangan modal dan investasi tertahan oleh adanya suku bunga; jika saja suku bunga ini dihilangkan maka pertumbuhan modal akan semakin cepat. Hasil penelitian di Amerika membuktikan bahwa masyarakat berhasil menabung lebih banyak  pada saat bunga  rendah<sup> </sup>bahkan mendekati nol.</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Saudaraku Nabil,</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Dalam iklim Investasi dan usaha, Khalifah akan menciptakn iklim yang merangsang untuk membuka usaha melalui birokrasi yang sederhana dan penghapusan pajak serta melindungi industri dari persaingan yang tidak sehat. Adapun dalam kebijakan sosial yang berhubungan dengan pengangguran, Khalifah tidak mewajibkan wanita untuk bekerja, apalagi dalam Islam, fungsi utama wanita adalah sebagai ibu dan manajer rumah tangga (<em>ummu wa rabbah al-bayt</em>). Kondisi ini akan menghilangkan persaingan antara tenaga kerja wanita dan laki-laki. Dengan kebijakan ini wanita kembali pada pekerjaan utamanya, bukan  menjadi pengangguran, sementara lapangan pekerjaan sebagian besar akan diisi oleh laki-lakiâ€”kecuali sektor pekerjaan yang memang harus diisi oleh wanita. </span></p>
<p class="subjudulmiring" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"><span>2.<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span></strong><!--[endif]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Negara menyediakan jaminan sosial berupa jasa pendidikan, kesehatan, dan keamanan.</span></strong></span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Pendidikan, kesehatan, dan keamanan adalah kebutuhan asasi dan harus dikecap oleh manusia dalam hidupnya. Berbeda dengan kebutuhan pokok berupa barang (pangan, sandang dan papan), dimana Islam melalui negara menjamin pemenuhannya melalui mekanisme yang bertahap, maka terhadap pemenuhan kebutuhan jasa pendidikan, kesehatan, dan keamanan dipenuhi negara secara langsung kepada setiap individu rakyat. Hal ini karena pemenuhan terhadap ketiganya termasuk masalah â€˜pelayanan umumâ€™ (<em>riâ€˜Ã¢yah asy- syuâ€™Ã»n</em>) dan kemaslahatan hidup terpenting. Islam telah menentukan bahwa yang bertanggung jawab menjamin tiga jenis kebutuhan dasar tersebut adalah negara.</span></p>
<p class="subjudulmiring" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"><span>3.<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span></strong><!--[endif]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Negara harus berpihak kepada pengusaha maupun buruh secara adil</span></strong></span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Hubungan ketenagakerjaan di dalam pandangan Islam adalah hubungan kemitraan yang harusnya saling menguntungkan. Tidak boleh satu pihak menzalimi dan merasa dizalimi oleh pihak lainnya. Oleh karena itu, kontrak kerja antara pengusaha dan pekerja adalah kontrak kerjasama yang saling menguntungkan. Pengusaha diuntungkan karena ia menperoleh jasa dari pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tertentu yang dibutuhkannya. Sebaliknya, pekerja diuntungkan karena ia memperoleh penghasilan dari imbalan yang diberikan pengusaha karena ia memberikan jasa kepadanya. </span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Agar hubungan kemitraan tersebut dapat berjalan dengan baik dan semua pihak yang terlibat saling diuntungkan, maka Islam mengaturnya secara jelas dan rinci dengan hukum-hukum yang berhubungan dengan <em>ijÃ¢rah al-ajir </em>(kontrak kerja). Pengaturan tersebut mencakup penetapan ketentuan-ketentuan Islam dalam kontrak kerja antara pengusaha dan pekerja; penetapan ketentuan yang mengatur penyelesaian perselisihan yang terjadi antara pengusaha dan pekerja; termasuk ketentuan yang mengatur bagaimana cara mengatasi tindakan kezaliman yang dilakukan salah satu pihak (pengusaha dan pekerja) terhadap pihak lainnya.</span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Menurut Islam, suatu transaksi <em>ijÃ¢rah</em> yang akan dilakukan haruslah memenuhi prinsip-prinsip pokok transaksi <em>ijÃ¢rah</em>. Prinsip-prinsip pokok transaksi menurut Islam adalah: </span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><strong><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Pertama</span></em></strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">: Jasa yang ditransaksikan adalah jasa yang halal, bukan yang haram. </span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><strong><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Kedua</span></em></strong><strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">:</span></strong><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> Memenuhi syarat sahnya transaksi <em>ijÃ¢rah</em>, yakni: </span></p>
<p class="nomerparagraphbiasa" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">(1)    Ajir</span></em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> dan <em>mustaâ€™jir</em>) harus sudah <em>mumayyiz</em>,<em> </em>yakni sudah mampu membedakan baik dan buruk; tidak sah transaksi <em>ijÃ¢rah</em> jika salah satu atau kedua pihak belum <em>mumayyiz </em>seperti anak kecil, orang yang lemah mental, orang gila, dan lain sebagainya.</span></p>
<p class="nomerparagraphbiasa" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">(2)    Transaksi (<em>akad</em>) harus didasarkan pada keridhaan kedua pihak, tidak boleh ada unsur paksaan. </span></p>
<p class="baru" style="margin: 6pt 0cm 12pt 18pt; line-height: 150%;"><strong><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Ketiga:</span></em></strong><em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"> </span></em><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Transaksi (akad)<em> ijÃ¢rah </em>haruslah memenuhi ketentuan dan aturan yang jelas yang dapat mencegah terjadinya perselisihan antar kedua pihak yang bertransaksi. Dalam transaksi <em>ijÃ¢rah </em>hal-hal yang harus jelas ketentuannya adalah menyangkut: (a) bentuk dan jenis pekerjaan; (b) masa kerja; (c) upah kerja; (d) tenaga yang dicurahkan saat bekerja. Dengan jelasnya dan rincinya ketentuan-ketentuan dalam transaksi <em>ijÃ¢rah al-ajir</em> tersebut, maka diharapkan masing-masing pihak dapat memahami hak dan kewajiban mereka masing-masing. <em>WallÃ¢hu aâ€˜lam bi ash-shawÃ¢b</em>. </span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;">Itulah mekanisme Islam yang insya Allah bisa  mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangana pekerjaan secara adil. Ini hanya akan terwujud jika sistem Islam diterapkan secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah Islamiyah. <em>WallÃ¢hu aâ€˜lam</em>. []</span></p>
<p class="normalassalaam" style="margin: 6pt 0cm 12pt; line-height: 150%;"><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/07/m-sholahuddin.jpg"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px;" title="m-sholahuddin" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/07/m-sholahuddin.jpg" alt="" width="160" height="121" /></a><span style="color: #800000;"><strong>M. Sholahuddin,SE,M.Si </strong>adalah aktivis HTI Soloraya, pengamat ekonomi Islam, bekerja sebagai dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Solo. Menyelesaikan pendidikan master di bidang ekonomi dan keuangan Syariah pada Universitas Indonesia. </span></p>
<h3>Tulisan terkait lainnya &#8230;.</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/" title="Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat">Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/out-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat/" title="Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat">Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/27/apakah-perbankan-syariah-sekarang-mampu-terhindar-dari-riba/" title="Apakah Perbankan Syariah Sekarang Mampu Terhindar dari Riba ?">Apakah Perbankan Syariah Sekarang Mampu Terhindar dari Riba ?</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/resesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk/" title="Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK">Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/15/demokrasi-kapitalis-tidak-berkah-ekonomi-islam-khilafah-itu-berkah/" title="Demokrasi Kapitalis Tidak Berkah, Ekonomi Islam Khilafah itu Berkah">Demokrasi Kapitalis Tidak Berkah, Ekonomi Islam Khilafah itu Berkah</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/23/sistem-ekonomi-islam-khayalan-atau-nyata/" title="Sistem Ekonomi Islam, Khayalan atau Nyata?">Sistem Ekonomi Islam, Khayalan atau Nyata?</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/11/apakah-menyimpan-uang-emas-termasuk-menimbun/" title="Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk &#8220;Menimbun&#8221;?">Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk &#8220;Menimbun&#8221;?</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/kirim-pertanyaan/" title="Kirim Pertanyaan">Kirim Pertanyaan</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/zakat-pns-kesadaran-atau-paksaan/" title="Zakat  PNS, Kesadaran atau Paksaan?">Zakat  PNS, Kesadaran atau Paksaan?</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/" title="Apakah APEC Akan Mampu Menanggulangi Krisis Global?">Apakah APEC Akan Mampu Menanggulangi Krisis Global?</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fjurnal-ekonomi.org%2F2008%2F07%2F23%2Fapa-penyebab-pengangguran-dan-sulitnya-lapangan-kerja-dalam-perekonomian-kapitalis%2F&amp;linkname=Apa%20Penyebab%20Pengangguran%20dan%20Sulitnya%20Lapangan%20Kerja%20dalam%20Perekonomian%20Kapitalis%3F"><img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2008/07/23/apa-penyebab-pengangguran-dan-sulitnya-lapangan-kerja-dalam-perekonomian-kapitalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2,5 Juta Angkatan Kerja Baru Per Tahun Belum Tertampun</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/02/04/25-juta-angkatan-kerja-baru-per-tahun-belum-tertampun/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2008/02/04/25-juta-angkatan-kerja-baru-per-tahun-belum-tertampun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 02:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INDIKATOR]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2008/02/04/25-juta-angkatan-kerja-baru-per-tahun-belum-tertampun/</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 2,5 juta angkatan kerja baru tidak dapat mendapatkan pekerjaan karena pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja bagi mereka.
Baca selengkapnya di detik.com
http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/04/time/164009/idnews/888966/idkanal/4
Tulisan terkait lainnya &#8230;.

Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat
Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat
Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK
Apa Penyebab Pengangguran dan Sulitnya Lapangan Kerja dalam Perekonomian Kapitalis?

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 2,5 juta angkatan kerja baru tidak dapat mendapatkan pekerjaan karena pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja bagi mereka.</p>
<p>Baca selengkapnya di <a href="http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/04/time/164009/idnews/888966/idkanal/4">detik.com</a></p>
<p>http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/04/time/164009/idnews/888966/idkanal/4<br />
<h3>Tulisan terkait lainnya &#8230;.</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/" title="Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat">Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/out-put-jepang-meningkat-pengangguran-juga-meningkat/" title="Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat">Out Put Jepang Meningkat Pengangguran Juga Meningkat</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/08/resesi-sebabkan-57-juta-warga-as-di-phk/" title="Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK">Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK</a></li>
<li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/07/23/apa-penyebab-pengangguran-dan-sulitnya-lapangan-kerja-dalam-perekonomian-kapitalis/" title="Apa Penyebab Pengangguran dan Sulitnya Lapangan Kerja dalam Perekonomian Kapitalis?">Apa Penyebab Pengangguran dan Sulitnya Lapangan Kerja dalam Perekonomian Kapitalis?</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fjurnal-ekonomi.org%2F2008%2F02%2F04%2F25-juta-angkatan-kerja-baru-per-tahun-belum-tertampun%2F&amp;linkname=2%2C5%20Juta%20Angkatan%20Kerja%20Baru%20Per%20Tahun%20Belum%20Tertampun"><img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2008/02/04/25-juta-angkatan-kerja-baru-per-tahun-belum-tertampun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
