<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS &#187; Kerusakan Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/tag/kerusakan-lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2010 23:25:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Apakah Jumlah Penduduk Menjadi Penyebab Kemiskinan, Krisis Pangan, dan Kerusakan Lingkungan?</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/02/apakah-jumlah-penduduk-menjadi-penyebab-kemiskinan-krisis-pangan-dan-kerusakan-lingkungan/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/02/apakah-jumlah-penduduk-menjadi-penyebab-kemiskinan-krisis-pangan-dan-kerusakan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 15:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[TANYA JAWAB IDEOLOGIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[M. Sholahuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah Kependudukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1139</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1146" style="border: 2px solid black; margin: 3px;" title="over-population" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/09/populasi.jpg" alt="" width="150" height="150" />Ustadz, Apakah jumlah penduduk dunia telah terlalu banyak (over populated) ? Bukankah jika jumlah penduduk dunia terlalu banyak dapat menyebabkan kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan konflik sosial kemasyaratan dan krisis pangan ?

Jika benar, berarti kita harus mengurangi jumlah penduduk dunia ! Mohon penjelasannya....
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/09/populasi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1140" title="populasi" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/09/populasi.jpg" alt="" width="240" height="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pertanyaan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Ustadz, Apakah jumlah penduduk dunia telah terlalu banyak (<em>over</em></span><em><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"> </span></em><em><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">populated</span></em><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">) ? Bukankah jika jumlah penduduk dunia terlalu banyak dapat menyebabkan kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan konflik sosial kemasyaratan dan krisis pangan ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Jika benar, berarti kita harus mengurangi jumlah penduduk dunia ! Mohon penjelasannya&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Wassalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Jawaban :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Wa&#8217;alaikum Salam Wr. Wb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Bismillahirrohmanirrohim, assholatu wassalamu &#8216;ala sayyidina Muhammad wa &#8216;ala alihi wa shahbih wa man tabi&#8217;ahum bi ihsanin ila yaumiddin, amma ba&#8217;du,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Saudara penanya, pertumbuhan populasi yang meningkat sering dijadikan kambing hitam sebagai sebab langkanya pangan. Kesimpulan ini diyakini sebagai sebab adanya kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan konflik sosial kemasyaratan. Pembangunan ekonomi di dunia ketiga tidak akan berhasil apabila angka pertumbuhan populasi tidak dikontrol. Itu sebabnya lembaga internasional dan pemerintahan mengembangkan dan menerapkan strategi untuk mengontrol angka pertumbuhan di dunia ketiga. Meledaknya angka populasi ini dinamai <em>&#8216;over&#8217;</em>, <span> </span>berimplikasi pada penggunaan sumber daya yang habis-habisan untuk menunjang besarnya pertumbuhan populasi tersebut dan mengakibatkan ketidakstabilan global. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Ketika asumsi-asumsi tersebut dicermati, maka tampaklah bahwa populasi bukanlah kambing hitam yang selama ini dipercaya, namun justru agenda politik yang menyebabkan bencana dibanyak belahan dunia. Agenda ini bermaksud untuk mengalihkan masyarakat awam dari faktor penyebab yang sesungguhnya yaitu gaya hidup, konsumerisme, pemiskinan, dan penindasan dunia ketiga oleh dunia barat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Saudara penanya, Negeri-negeri maju seperti Jepang, Rusia, Jerman, Swiss dan Eropa Timur saat ini mengalami dilemma seperti menurunnya tingkat pertumbuhan penduduk karena rendahnya angka kelahiran. Negara-negara di Barat lainnya juga pasti akan mengalami penurunan populasi kalau saja tidak adanya imigrasi dari penduduk negeri lainnya. Menurunnya jumlah penduduk di Barat dibandingkan dengan negeri-negeri lain seperti negeri dunia Islam, menyebabkan penduduk di negeri muslim memiliki hak suara yang lebih tinggi dalam percaturan kelembagaan internasional karena populasinya yang meninggi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Isu tentang jumlah populasi ini sering digunakan untuk menjatuhkan negeri yang berpopulasi besar sehingga bisa mengurangi ancaman pengaruh dari negeri tersebut di masa mendatang. Contohnya, Turki. Kalau saja Turki bisa masuk ke dalam keanggotaan Uni Eropa, jumlah penduduk Turki sebesar 70 juta jiwa adalah jumlah kedua terbesar di parlemen Eropa. Lebih jauh lagi, demografi Turki akan menyalip Jerman dalam jumlah perwakilan di parlemen Eropa pada tahun 2020. Keanggotaan Turki juga akan mempengaruhi arah masa depan Uni Eropa seperti rencana perluasan, sebagai dasar penolakan Valery Giscard d&#8217;Estaing dari Perancis terhadap masuknya Turki ke Uni Eropa (&#8220;<em>The ins and outs: The EU&#8217;s most effective foreign-policy instrument has been enlargement. But how far can it go</em>?&#8221;<span> </span>The Economist, March 2007,<span> </span>http://www.economist.com/research/ articles BySubject/displaystory.cfm?subjectid=682266&amp;story_id=8808134). D&#8217;estaing mengatakan bahwa masuknya Turki akan berlanjut pada keinginan Maroko untuk ikut bergabung pula. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" dir="ltr"><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Walhasil, dunia ini sebetulnya tidak atau belum mengalami ledakan populasi (<em>over</em></span><em><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"> </span></em><em><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">populated</span></em><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">). Hanya Dunia Barat saja yang rakus. Dunia Barat telah mengkonsumsi 50% dari sumber daya alam terpenting abad ke 21, tapi hanya memproduksi kurang dari 25% saja. </span><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kerakusan Barat ini jauh melampaui kebutuhan Cina dan India terhadap energi. Khususnya, AS hanya memproduksi 8% minyak, namun mengkonsumsi 25% jumlah minyak yang ada.<span> </span>Jumlah penduduk Barat <span> </span>sekitar 20% dari populasi dunia, namun menghabiskan 80% dari produksi pangan.<span> </span>Kerakusan merupakan salah satu karakteristik diterapkannya sistem ekonomi kapitalistik sebagaimana tersirat dalam buku &#8220;The Wealth of Nation&#8221;-nya Adam Smith. [ ]</span></p>
<p><strong>M. Sholahuddin, SE, M.Si </strong><span style="color: #800000;">adalah dosen tetap Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Direktur Pusat Studi Ekonomi Islam UMS, Kepala Laboratorium Manajemen UMS. Penulis beberapa buku ekonomi Syariah ini menyelesaikan pendidikan master bidang ekonomi dan keuangan Syariah pada Universitas Indonesia (2005). Selain aktif mengajar, research, dan mengikuti berbagai seminar ekonomi  Syariah, Sholahuddin juga giat berdakwah bersama Hizbut Tahrir. Saat ini memegang amanah sebagai HUMAS HTI Soloraya. </span></p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan terkait lainnya ....</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/20/bagaimana-agar-tragedi-zakat-pasuruan-tidak-terulang-lagi/" title="Bagaimana Agar &#8220;Tragedi Zakat Pasuruan&#8221; Tidak Terulang Lagi?">Bagaimana Agar &#8220;Tragedi Zakat Pasuruan&#8221; Tidak Terulang Lagi?</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/08/25/liberalisasi-ekonomi-biang-pemiskinan/" title="Liberalisasi Ekonomi Biang Pemiskinan ">Liberalisasi Ekonomi Biang Pemiskinan </a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/07/26/bagaimana-krisis-pangan-global-dapat-terjadi/" title="Bagaimana Krisis Pangan Global dapat Terjadi?">Bagaimana Krisis Pangan Global dapat Terjadi?</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/07/15/bagaimana-solusi-kesenjangan-akibat-neoimperialisme/" title="Bagaimana Solusi Kesenjangan Akibat Neo Imperialisme ?">Bagaimana Solusi Kesenjangan Akibat Neo Imperialisme ?</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/07/11/bps-tertimpa-neolib/" title="BPS Tertimpa Neolib">BPS Tertimpa Neolib</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/07/09/g-8-bertemu-75-000-anak-meninggal/" title="G-8 Bertemu, 75.000 Anak Meninggal ">G-8 Bertemu, 75.000 Anak Meninggal </a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/27/apakah-perbankan-syariah-sekarang-mampu-terhindar-dari-riba/" title="Apakah Perbankan Syariah Sekarang Mampu Terhindar dari Riba ?">Apakah Perbankan Syariah Sekarang Mampu Terhindar dari Riba ?</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/15/demokrasi-kapitalis-tidak-berkah-ekonomi-islam-khilafah-itu-berkah/" title="Demokrasi Kapitalis Tidak Berkah, Ekonomi Islam Khilafah itu Berkah">Demokrasi Kapitalis Tidak Berkah, Ekonomi Islam Khilafah itu Berkah</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/23/sistem-ekonomi-islam-khayalan-atau-nyata/" title="Sistem Ekonomi Islam, Khayalan atau Nyata?">Sistem Ekonomi Islam, Khayalan atau Nyata?</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/11/apakah-menyimpan-uang-emas-termasuk-menimbun/" title="Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk &#8220;Menimbun&#8221;?">Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk &#8220;Menimbun&#8221;?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/02/apakah-jumlah-penduduk-menjadi-penyebab-kemiskinan-krisis-pangan-dan-kerusakan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
