<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS &#187; Jalan Tol</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/tag/jalan-tol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2010 23:25:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>TOL Naik Lagi</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/30/tol-naik-lagi/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/30/tol-naik-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 01:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA dan OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Tol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[<strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: maroon;" lang="IN">Pemerintah Zalim Lagi</span></strong>
<p class="MsoNormal"><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/okezone-tol.jpg"><img style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: right;" title="okezone-tol" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/okezone-tol.jpg" alt="" width="250" height="205" /></a>Setelah mengumumkan kebijakan zalim penaikan harga BBM rata-rata 28,7% 23 Mei lalu, pemerintah (28/5) secara resmi kembali mengumumkan kebijakan zalim penaikan tarif jalan tol Jakarta-Cikampek rata-rata 12%. Pemerintah beralasan penaikan tarif ini menyesuaikan tingkat inflasi yang terjadi dalam periode Januari 2006 â€“ Desember 2007.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: maroon;" lang="IN">Pemerintah Zalim Lagi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/okezone-tol.jpg"><img style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: right;" title="okezone-tol" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/okezone-tol.jpg" alt="" width="250" height="205" /></a><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Setelah mengumumkan kebijakan zalim penaikan harga BBM rata-rata 28,7% 23 Mei lalu, pemerintah (28/5) secara resmi kembali mengumumkan kebijakan zalim penaikan tarif jalan tol Jakarta-Cikampek<span> </span>rata-rata 12%. Pemerintah beralasan penaikan tarif ini menyesuaikan tingkat inflasi yang terjadi dalam periode Januari 2006 â€“ Desember 2007.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Sementara itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan penaikan tarif tol yang mulai berlaku Jumâ€™at dini hari tadi sebagai kebijakan yang tidak tepat. YLKI menilai penaikan tarif tol dengan alasan untuk memperbaiki layanan dan mengurangi kemacetan sebagai tindakan keliru. Seharusnya sarana angkutan umum diperbaiki seperti bis Metromini yang sudah bobrok bukannya tarif tol yang dinaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">YLKI juga menyalahkan DPR sebagai faktor utama penyebab penaikan harga BBM. Sebab DPR-lah yang membuat undang-undang yang memberatkan masyarakat. Salah satu pengurus YLKI Indah Suksmaningsih dihubungi Okezone menyatakan: <em>&#8220;Nomor satu yang harus disalahkan adalah yang membuat Undang-Undang (UU) yaitu DPR. UU </em><em><span style="font-family: Verdana; font-style: normal;">kok</span></em><em> malah menjepit masyarakat</em>.<em>&#8220;</em> Menurut YLKI, kesalahan DPR adalah memasukan pengaturan kebijakan penaikan tarif tol ke dalam undang-undang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Pemerintahan Zalim, Undang-Undangnya Zalim</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;">Sungguh kezaliman pemerintahan yang menjadikan kepetingan neoliberal sebagai dasar kebijakan ekonomi negara sudah keterlaluan. Semua aset dan potensi ekonomi di negeri ini diserahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan investor.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;">Di sisi lain, kebijakan zalim pemerintah tidak dapat dilepaskan dari sistem peruundang-undangan yang dianut dengan DPR sebagai legislasi. Cukup sering kita mendapatkan produk perundang-undangan yang dibuat DPR bersama pemerintah selalu merugikan masyarakat dan mengutungkan asing dan investor.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;">Seperti UU Migas 2001, maka undang-undang yang mengatur jalan tol pun juga sangat merugikan masyarakat. Pengurus YLKI </span><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Indah Suksmaningsih mengatakan</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"> </span><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;">&#8220;DPR menjebak kita dengan UU, sebab, kalau masyarakat tak mematuhi UU dibilang melanggar UU. Karena kenaikan tarif itu jelas tercantum dalam UU.&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Sistem perundang-undangan kapitalis-sekuler yang diberlakukan di negeri ini memang selalu menjebak masyarakat. Setiap kebijakan zalim pemerintah yang merugikan masyarakat dan menguntungkan pemilik modal selalu dilindungi undang-undang. Inilah akibat menerapkan sistem kufur yang dibenci Allah SWT dan Rasulullah. Maka sudah saatnya bagi kaum Muslimin untuk menerapkan Syariah Islam sebagai sistem perundang-undangan dan konstitusi negara. Hanya dengan Syariah di bawah Sistem Khilafah jalan tol menjadi milik umum sehingga negara tidak akan memungut tarif sepeser pun.</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border: medium none; border-collapse: collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 221.4pt;" width="369" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Berikut daftar tarif baru Jakarta-Cikampek</span></strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 221.4pt; border: 1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="369" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Jakarta-Bekasi Barat</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 221.4pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" width="369" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Gol I Rp11.500<br />
Gol 2 Rp19.000<br />
Gol 3 Rp22.500<br />
Gol 4 Rp28.500<br />
Gol 5 Rp34.000</span></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 221.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="369" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">I Rp2.500<br />
II Rp4.500<br />
III Rp5000<br />
IV Rp6.500<br />
V Rp8.000</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: maroon;" lang="IN">Referensi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"><a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/28/1/113426/tarif-tol-jakarta-cikampek-naik-12-persen">Okezone 28 Mei 2008</a></span></strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">, </span><span class="title"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;">Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik 12 Persen</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"><a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/29/1/113593/dpr-patut-disalahkan-atas-kenaikan-tarif-tol">Okezone 29 Mei 2008</a></span></strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN">, DPR Patut Disalahkan Atas Kenaikan Tarif Tol</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"> </span></p>
<h3  class="related_post_title">Random Posts</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2007/12/29/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-3/" title="Peserta Dialog: Perlu Langkah Nyata &#038; Tekanan terhadap Pemerintah dan DPRD">Peserta Dialog: Perlu Langkah Nyata &#038; Tekanan terhadap Pemerintah dan DPRD</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/07/17/statistik-energi-indonesia-2008/" title="Statistik Energi Indonesia 2008">Statistik Energi Indonesia 2008</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2007/12/14/kapitalisme-sekulerisme-penyebab-utama-kemiskinan/" title="Kapitalisme &#8211; Sekularisme Penyebab Utama Kemiskinan">Kapitalisme &#8211; Sekularisme Penyebab Utama Kemiskinan</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2007/12/06/menjadi-pemuda-cerdas/" title="Menjadi Pemuda Cerdas">Menjadi Pemuda Cerdas</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/27/alamak-defisit-apbn-as-membengkak-us-175-trilyun/" title="Alamak! Defisit APBN AS membengkak US$ 1,75 trilyun">Alamak! Defisit APBN AS membengkak US$ 1,75 trilyun</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/14/kegagalan-kapitalisme-dan-solusi-islam-untuk-krisis-keuangan-global/" title="Kegagalan Kapitalisme dan Solusi Islam untuk Krisis Keuangan Global">Kegagalan Kapitalisme dan Solusi Islam untuk Krisis Keuangan Global</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/27/dihantam-resesi-perekonomian-jepang-semakin-gelap/" title="Dihantam Resesi, Perekonomian Jepang Semakin Gelap">Dihantam Resesi, Perekonomian Jepang Semakin Gelap</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/07/phk-meledak-krisis-semakin-parah/" title="PHK Meledak, Krisis Semakin Parah">PHK Meledak, Krisis Semakin Parah</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/17/aig-mewakili-kerakusan-kapitalisme/" title="AIG Mewakili Kerakusan Kapitalisme">AIG Mewakili Kerakusan Kapitalisme</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/06/11/menyikapi-imperialisme-gaya-baru/" title="Menyikapi Imperialisme Gaya Baru">Menyikapi Imperialisme Gaya Baru</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/30/tol-naik-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
