<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS &#187; Derivatif</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/tag/derivatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2010 23:25:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Pasar Derivatif dan Cengkraman Kapitalisme</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/12/18/pasar-derivatif-dan-cengkraman-kapitalisme/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2008/12/18/pasar-derivatif-dan-cengkraman-kapitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 06:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[JURNAL]]></category>
		<category><![CDATA[Derivatif]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Keuangan Global]]></category>
		<category><![CDATA[M. Hatta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/12/idx.jpg"><img class="alignleft" title="idx" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/12/idx.jpg" alt="" width="111" height="111" /></a>Dalam pekan ini, BEI (Bursa Efek Indonesia) mengumumkan perihal rencana launcing dua produk derivatif baru dan relauncing produk derivatif yang telah ada sebelumnya di awal tahun 2009.

Produk derivatif baru tersebut beraset dasar (underlying asset) obligasi dan saham. Adapun relauncing produk derivatif yang telah ada sebelumnya adalah kontrak opsi saham dan indeks LQ45 dimana sebelumnya telah dilakukan revitalisasi (dengan menerapkan remote trading dan sejumlah aturan lainnya) terlebih dahulu untuk semakin mempopulerkan produk tersebut di pasar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin: 1ex;">
<div><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/12/idx.jpg"><img class="alignleft" title="idx" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/12/idx.jpg" alt="" width="111" height="111" /></a></div>
<div><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Oleh <strong>M. Hatta</strong></span></div>
<div></div>
<div>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Dalam  pekan ini, BEI (Bursa Efek Indonesia) mengumumkan perihal rencana launcing  dua produk derivatif baru dan relauncing produk derivatif yang telah  ada sebelumnya di awal tahun 2009. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Produk  derivatif baru tersebut beraset dasar (underlying asset) obligasi dan  saham. Adapun relauncing produk derivatif yang telah ada sebelumnya  adalah kontrak opsi saham dan indeks LQ45 dimana sebelumnya telah dilakukan  revitalisasi (dengan menerapkan </span><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><em>remote  trading </em></span><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">dan sejumlah aturan  lainnya) terlebih dahulu untuk semakin mempopulerkan produk tersebut  di pasar.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Saat  ini, produk derivatif di BEI yang sudah secara resmi ditransaksikan  adalah sebanyak lima jenis yaitu: kontrak opsi saham, kontrak berjangka  indeks (LQ 45 Futures), mini LQ 45 Futures, LQ45 Futures Periodik, dan  Japan Futures.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Pihak  BEI mengungkapkan bahwa, tujuan dari launcing produk derivatif baru  adalah untuk meningkatkan likuiditas pasar bursa yang dalam akhir-akhir  ini sedang lesu serta sebagai sarana bagi para investor untuk melakukan  hedging.</span></p>
<p align="justify"><strong>Sekilas Fakta Pasar dan Produk Derivatif</strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Produk  derivatif merupakan produk turunan dari produk utama baik yang bersifat  penyertaan maupun utang. Produk derivatif merupakan kontrak atau perjanjian  yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain.  Aset lain ini biasanya disebut sebagai </span><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><em>underlying  assets.</em></span><span style="font-family: Calibri; font-size: small;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Secara  spesifik derivatif diartikan sebagai kontrak finansial antara dua pihak  atau lebih guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual aset atau  komiditas yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu  dan harga sudah disepakati bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli.  Nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat  dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di pasar spot.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Derivatif  memeliki resiko tambahan karena banyak kontraknya bersifat sangat spekulatif  sehingga meningkatkan peluang rugi besar jika gagal. Dalam pasar derivatif  para spekulan memainkan peran penting dalam perdagangan derivatif keuangan.  Mereka membeli dan menjual kontrak-kontrak bergantung pada persepsi  mereka tentang gerakan pasar keuangan. Rumor juga memainkan peran penting  dalam pengambilan keputusan. Sehingga, risiko pasar derivatif berlipat  ganda, risiko spesifik perusahaan dan risiko sistemik.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Pemain  utama derivatif keuangan adalah bank, pedagang valuta asing, bendahara  korporasi (corporate treasurer), institusional investor, dan hedge fund.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Kavaljit  Singh dalam bukunya yang berjudul Taming Global Financial Flows, A Citizen&#8217;s  Guide (dalam Versi terjemahan Indonesianya diberi judul Menjinakkan  Arus Keuangan Global) mengatakan bahwa, produk derivatif dalam skala  global mulai berkembang dengan pesat pada tahun 1980an dan 1990an.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Lebih lanjut Singh mengatakan tujuan dibuatnya produk derivatif sebagai  instrumen yang bisa membantu mengurangi resiko (hedging) para investorÂ   sejatinya tidaklah terwujud. Sebaliknya, ia justru menjadi salah satu  sumber terbesar ketidakstabilan dan menyebabkan pasar global yang labil. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Apa  yang diungkapkan oleh Singh di atas sejatinya juga berlaku bagi pasar  modal secara keseluruhan. Mengapa demikian? Pada awalnya, dibentuknya  pasar modal adalah sebagai wadah bagi unit defisit (perusahaan) untuk  bertemu dengan unit surplus (investor). Namun, dalam perkembangannya  yang terjadi justru adalah terpisahnya antara dua unit tersebut. Dengan  kata lain, yang bertemu tidak lagi antara perusahaan yang ingin mendapatkan  modal dari para investor. Melainkan adalah pertemuan antara investor  yang satu dengan investor lainnya untuk saling mengalahkan (memakan)  lawannya dengan cara memanipulasi data atau informasi yang ada demi  mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.</span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>Kerugian Miliar Dolar  AS Dalam Transaksi Derivatif</strong></span></p>
<p><a name="0.1_table01"></a></p>
<div>
<table border="2" cellspacing="0" width="520">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>ORGANISASI</strong></span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>INSTRUMEN</strong></span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>KERUGIAN MILIAR DOLAR AS</strong></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Kidder Peabody</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Minyak forward</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">4,4</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Schneider Property    Group</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Spekulasi derivative dengan menggunakan    aset yang digelembungkan sebagai agunan</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">4</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">LTCM</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Selisih suku bunga</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">4</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Sumitomo Corp.</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Tembaga futures</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">2,6</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Metallgesellschaft</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Minyak forward</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">1,9</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Pemerintah Orange    County</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Perbedaan suku bungan dengan nota    terstruktur</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">1,7</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Kashima Oil</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Minyak forward</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">1,5</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Barings</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Future indeks ekuitas keuangan Jepang</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">1,4</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Pemerintah Belgia</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Swap mata uang</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">1,2</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Daiwa Bank</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Obligasi future Departemen Keuangan    AS</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">1,1</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Balsam Group</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Akunting yang tidak sah</span></td>
<td><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">1</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Sumber:  Kavaljit Singh.</span></p>
<p align="justify"><strong>Penutup</strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Krisis  keuangan yang semakin sering terjadi dewasa ini sudah sangat cukup untuk  membuktikan bahwa eksistensi pasar derivatif dan pasar modal secara  umum sangatlah tidak relevan dengan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya,  sangat relevan bagi kesejahteraan segilintir kapitalis lokal maupun  global. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Apa  yang dilakukan oleh BEI dengan melaunching produk derivatif baru akan  semakin menjerembabkan Indonesia ke dalam cengkraman para Kapitalis  dan memasukkan Indonesia ke dalam risiko krisis keuangan dunia yang  semakin dalam. </span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;">Referensi:</span></span></strong></p>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Singh, Kavaljit.  2005, <em>Taming Global Financial Flows, A Citizen&#8217;s Guide (Menjinakkan  Arus Keuangan Global)</em>, Jakarta: INFID.</span></p>
</ul>
</div>
</div>
<h3  class="related_post_title">Tulisan terkait lainnya ....</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/07/29/mengkonstruksi-konsep-inflasi-dalam-daulah-khilafah-bagian-i/" title="Mengkonstruksi Konsep Inflasi dalam Daulah Khilafah (bagian I)">Mengkonstruksi Konsep Inflasi dalam Daulah Khilafah (bagian I)</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/06/20/mengontekstualkan-kapitalisme/" title="Mengontekstualkan Kapitalisme">Mengontekstualkan Kapitalisme</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/akibat-krisis-bumn-singapura-rugi-lebih-dari-rp-400-trilyun/" title="Akibat Krisis BUMN Singapura Rugi Lebih dari Rp 400 trilyun">Akibat Krisis BUMN Singapura Rugi Lebih dari Rp 400 trilyun</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/04/04/ktt-g-20-london-konfrensi-sia-sia/" title="KTT G-20 London: Konfrensi Sia-Sia">KTT G-20 London: Konfrensi Sia-Sia</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/29/e-book-makna-kebangkrutan-amerika/" title="Free e-Book: Makna Kebangkrutan Amerika">Free e-Book: Makna Kebangkrutan Amerika</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/20/amerika-keluarkan-jurus-cetak-dollar/" title="Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar">Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/10/tidak-ada-negara-yang-lolos-dari-krisis/" title="Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis">Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/10/adb-kerugian-dunia-akibat-krisis-50-trilyun-dollar/" title="ADB: Kerugian Dunia Akibat Krisis 50 trilyun Dollar">ADB: Kerugian Dunia Akibat Krisis 50 trilyun Dollar</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/ekonomi-dunia-tempati-posisi-terburuk-sejak-pd-ii/" title="Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II">Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/roubini-resesi-bisa-berlanjut-hingga-akhir-2010/" title="Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010">Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2008/12/18/pasar-derivatif-dan-cengkraman-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
