<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS &#187; ASEAN</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/tag/asean/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2010 23:25:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Lawan Proteksionisme, ASEAN Melupakan Akar Masalah</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/03/lawan-proteksionisme-asean-melupakan-akar-masalah/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/03/lawan-proteksionisme-asean-melupakan-akar-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 01:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA dan OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Proteksionisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1727</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" style="border: 1px solid black; margin: 2px;" title="kepala-negara-asean" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/03/kepala-negara-asean-150x150.jpg" alt="kepala-negara-asean" width="80" height="75" />Dalam pertemuan para pemimpin negara ASEAN di Huan Hin,Thailand (1/3/2009), disepakati langkah koordinasi untuk melawan proteksionisme dan mereformasi sistem keuangan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi krisis global.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>EKONOMI : ASEAN</pre>
<p><em>Oleh <strong>Hidayatullah Muttaqin</strong></em></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img style="border: 1px solid black; margin: 2px;" title="kepala-negara-asean" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/03/kepala-negara-asean-150x150.jpg" alt="kepala-negara-asean" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Foto: Presidensby.info</p></div>
<p>Dalam pertemuan para pemimpin negara ASEAN di Huan Hin,Thailand (1/3/2009),<em><strong> </strong></em>disepakati langkah koordinasi untuk melawan <strong>proteksionisme</strong> dan mereformasi sistem keuangan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi krisis global.</p>
<p>Langkah para pemimpin ASEAN ini tidak jauh berbeda dengan <a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/23/uni-eropa-kebingungan-hadapi-krisis-global/">hasil pertemuan Uni Eropa di Jerman baru-baru ini</a> dan juga yang dikampanyekan oleh negara-negara besar. Proteksionisme seakan-akan menjadi musuh utama dan sebab kehancuran ekonomi.</p>
<p>Krisis global sebagaimana <a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/02/wapres-krisis-ekonomi-mengajarkan-untuk-menggunakan-sistem-ekonomi-islam/">dikatakan oleh Wapres Jusuf Kallah, disebabkan oleh dominasi transaksi di sektor non riil (<em>unreal transaction</em>)</a>. Dalam al-Qur&#8217;an surah al-Baqarah 275, Allah SWT juga telah memberi peringatan keras perekonomian non riil pasti akan jatuh.</p>
<p>Jika sumber permasalahan di sektor keuangan lalu mengapa para pemimpin ASEAN hanya melakukan apa yang mereka sebut &#8220;mereformasi sistem keuangan&#8221; sementara dengan &#8220;sangar&#8221; memusuhi proteksionisme? Mereformasi sistem keuangan tidak akan dapat menghilangkan sumber penyakit ekonomi. Selain tidak substansial, reformasi di sektor non riil justru akan menambah beban negara dan masyarakat melalui paket-paket stimulus dan <em>bailout</em>. Dengan hutang yang membumbung, ledakan ekonomi akan jauh lebih besar lagi.</p>
<p>Seperti kata pepatah, para pemimpin ASEAN tidak dapat melihat gajah di hadapan mata tetapi melihat semut di seberang lautan. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan terkait lainnya ....</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/06/24/barat-ancam-cina-terakit-masalah-bahan-mentah/" title="Barat Ancam Cina Terkait Masalah Bahan Mentah">Barat Ancam Cina Terkait Masalah Bahan Mentah</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/23/asean-3-himpun-dana-us-120-miliar-tanpa-melihat-akar-masalah/" title="ASEAN + 3 Himpun Dana US$ 120 Miliar Tanpa Melihat Akar Masalah">ASEAN + 3 Himpun Dana US$ 120 Miliar Tanpa Melihat Akar Masalah</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2007/08/22/ide-di-balik-komersialisasi-pendidikan/" title="Ide di Balik Komersialisasi Pendidikan">Ide di Balik Komersialisasi Pendidikan</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2010/02/06/negeri-kaya-tambang-miskin-batubara/" title="Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara">Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2010/01/10/bunuh-diri-ekonomi-indonesia/" title="Bunuh Diri Ekonomi Indonesia">Bunuh Diri Ekonomi Indonesia</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/12/22/g20-sarana-baru-imperialisme-barat/" title="G20: Sarana Baru Imperialisme Barat">G20: Sarana Baru Imperialisme Barat</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/09/24/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir-pengangguran-meningkat/" title="Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat">Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/08/14/indonesia-disandera-kapitalisme-global/" title="Indonesia Disandera Kapitalisme Global">Indonesia Disandera Kapitalisme Global</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/08/05/pln-terjerambat-dalam-jebakan-hutang/" title="PLN Terjerambat dalam Jebakan Hutang">PLN Terjerambat dalam Jebakan Hutang</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/07/19/aneh-bonsai-bumn-tapi-berharap-tambah-dividen/" title="Aneh, Bonsai BUMN tapi Berharap Tambah Dividen">Aneh, Bonsai BUMN tapi Berharap Tambah Dividen</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/03/lawan-proteksionisme-asean-melupakan-akar-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASEAN + 3 Himpun Dana US$ 120 Miliar Tanpa Melihat Akar Masalah</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/23/asean-3-himpun-dana-us-120-miliar-tanpa-melihat-akar-masalah/</link>
		<comments>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/23/asean-3-himpun-dana-us-120-miliar-tanpa-melihat-akar-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 00:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA dan OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Keuangan Global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1605</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" style="border: 1px solid black; margin: 2px;" src="http://thailand.prd.go.th/asean_corner/img_banner/asean3.gif" alt="" width="80" height="45" />Di Phuket, Thailand, menteri keuangan negara-negara ASEAN bersama Jepang, China, dan Korea Selatan (ASEAN+3) sepakat melakukan penghimpunan dana US$ 120 miliar untuk meredam penurunan nilai mata uang yang semakin dalam. Dana tersebut disiapkan guna menghadapi situasi genting neraca pembayaran dan untuk memperkuat cadangan devisa. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><strong>EKONOMI</strong> :Â  Moneter</pre>
<p><em>oleh <strong>Hidayatullah Muttaqin</strong></em></p>
<p><em><strong><br />
</strong></em></p>
<p><img class="alignright" style="border: 1px solid black; margin: 2px;" src="http://thailand.prd.go.th/asean_corner/img_banner/asean3.gif" alt="" width="103" height="55" />Di Phuket, Thailand, menteri keuangan negara-negara ASEAN bersama Jepang, China, dan Korea Selatan (ASEAN + 3) sepakat melakukan penghimpunan dana US$ 120 miliar untuk meredam penurunan nilai mata uang yang semakin dalam. Dana tersebut disiapkan guna menghadapi situasi genting neraca pembayaran dan untuk memperkuat cadangan devisa.</p>
<p>Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, 80% dana yang dihimpun disumbangkan China, Jepang dan Korsel, dan 20% sisanya disumbangkan anggota Asean. Para menteri keuangan ASEAN + 3 berharap penghimpunan ini dapat memperkuat bank sentral di masing-masing negara untuk menghadapi serangan spekulasi sebagaimana krisis moneter yang pernah terjadi di Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan pada tahun 1997/1998.</p>
<p>Langkah moneter yang dilakukan ASEAN + 3 tidak akan bisa mengatasi gejolak nilai tukar secara permanen. Sebab meskipun dana yang dihimpun cukup besar, jurus tersebut tidak menyentuh akar masalah. Serangan spekulasi terjadi karena dalam sistem moneter ribawi ini sangat memberikan peluang bagi kaum spekulan.</p>
<p>Dalam perekonomian Kapitalisme, perdagangan mata uang dalam konteks uang sebagai komoditas bukan sebagai alat tukar semata adalah hal yang lumrah. Dari konteks inilah terbuka peluang lebar untuk mendapatkan untuk dari selisih nilai tukar. Bahkan terbuka kesempatan lebar untuk menghancurkan perekonomian sebuah negara dengan cara menghancurkan nilai tukar mata uangnya.</p>
<p>Uang sebagai komoditas terjadi karena mata uang masa kini murni terbuat dari kertas (<em>paper money</em>) tanpa jaminan logam mulia (<em>fiat money</em>) sehingga antara nilai nominal dengan nilai intrinstik uang tidak sama bahkan sangat tidak seimbang. Di sisi lain pertukaran mata uang tidak dilakukan secara tunai sehingga spekulan dapat mempermainkan kurs.</p>
<p>Akar masalah gejolak nilai tukar sehingga nilai mata uang tidak stabil dan tidak pasti didukung oleh satu kondisi di mana untuk menjaga nilai tukar bank sentral mengandalkan instrumen suku bunga. Juga peranan bank dalam memberikan pinjaman kepada spekulan untuk bermain bahkan bank itu sendiri merupakan bagian dari pelaku pengambil untung dari selisih nilai tukar. [<em>JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS/ www.jurnal-ekonomi.org</em>]</p>
<p><em><strong>REFERENSI BERITA</strong></em></p>
<p><a href="http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id104724.html">Bisnis Indonesia (23/2/2009), <em>Asean+3 himpun US$120 miliar</em></a></p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan terkait lainnya ....</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/05/29/akibat-krisis-bumn-singapura-rugi-lebih-dari-rp-400-trilyun/" title="Akibat Krisis BUMN Singapura Rugi Lebih dari Rp 400 trilyun">Akibat Krisis BUMN Singapura Rugi Lebih dari Rp 400 trilyun</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/29/e-book-makna-kebangkrutan-amerika/" title="Free e-Book: Makna Kebangkrutan Amerika">Free e-Book: Makna Kebangkrutan Amerika</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/20/amerika-keluarkan-jurus-cetak-dollar/" title="Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar">Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/10/tidak-ada-negara-yang-lolos-dari-krisis/" title="Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis">Tidak Ada Negara yang Lolos Dari Krisis</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/10/adb-kerugian-dunia-akibat-krisis-50-trilyun-dollar/" title="ADB: Kerugian Dunia Akibat Krisis 50 trilyun Dollar">ADB: Kerugian Dunia Akibat Krisis 50 trilyun Dollar</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/ekonomi-dunia-tempati-posisi-terburuk-sejak-pd-ii/" title="Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II">Ekonomi Dunia Tempati Posisi Terburuk Sejak PD II</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/roubini-resesi-bisa-berlanjut-hingga-akhir-2010/" title="Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010">Roubini: Resesi Bisa Berlanjut Hingga Akhir 2010</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/terjerumus-krisis-defisit-transaksi-berjalan-jepan-capai-rekor-terburuk/" title="Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk">Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/09/krisis-global-memukul-perekonomian-dunia/" title="Krisis Global &#8220;Memukul&#8221; Perekonomian Dunia">Krisis Global &#8220;Memukul&#8221; Perekonomian Dunia</a></li><li><a href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/06/apakah-krisis-saat-ini-lebih-hebat-dibanding-great-depression-1929/" title="Apakah Krisis Saat Ini Lebih Hebat dari Great Depression 1929?">Apakah Krisis Saat Ini Lebih Hebat dari Great Depression 1929?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/23/asean-3-himpun-dana-us-120-miliar-tanpa-melihat-akar-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
