Published September 22nd, 2009
Di Hari Kemenangan, Telah Satu Koma Tiga Juta Rakyat Irak Dibantai Amerika
Sejak invasi Amerika Serikat ke Irak sudah 1.339.771 umat manusia yang dibantai (justforeignpolicy.org).
Sejak invasi Amerika Serikat ke Irak sudah 1.339.771 umat manusia yang dibantai (justforeignpolicy.org).
Peristiwa ledakan bom di Hotel J.W. Marriot dan Ritz-Carlton Jum’at pagi lalu, telah berkembang dengan cepat menjadi isu terorisme yang dikaitkan dengan Islam. Meski opini tersebut tidak langsung ditujukan kepada Islam, namun media lokal dan asing termasuk pemerintahan Barat telah menunjuk hidung Jema’ah Islamiyah.
Sejak resesi mulai menimpa AS pada Desember 2007 hingga sekarang, sudah 5,7 juta warga AS yang harus meninggalkan pekerjaannya. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengangguran terakhir meningkat menjadi 13,7 juta orang.
Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama telah mencapai kesepakatan baru dengan Presiden Pakistan dan Afghanistan. Menurut Obama, ia telah mendapatkan komitmen dari kedua presiden tersebut untuk lebih agresif memerangi Taliban dan al-Qaida.
Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (Fed) akhirnya mengambil langkah “pragmatis” di dalam penanganan krisis keuangan di AS, yakni dengan mencetak mata uang dollar. Pencetakan dilakukan antara lain untuk membeli obligasi pemerintah AS senilai US$ 300 miliar.
Krisis keuangan Amerika Serikat telah membawa negeri itu ke titik defisit keuangan paling besar sepanjang sejarah AS. Dalam satu tahun utang pemerintah AS berkembang lebih dari 13,68% atau bertambah US$ 1,459 trilyun. Kini rasio utang publik AS mencapai 76,01% PDB sedangkan rasio seluruh utang AS -termasuk swasta- setara 350% PDB.
Dalam wawancara pertama Presiden AS Barack Obama dengan televisi al-Arabiya (27/1/2009), Obama menyatakan tugasnya adalah mengkomunikasikan bahwa rakyat Amerika memiliki hubungan yang kukuh dan luar biasa dengan kaum Muslim. Menurut Obama, Amerika bukan musuh dunia Islam. Amerika juga tidak dilahirkan sebagai penjajah.
Setelah bulan lalu pemerintahan Presiden Barack Obama mengeluarkan paket stimulus ekonomi senilai US$ 787 miliar yang menyebabkan sistem fiskal AS mengalami defisit terbesar sepanjang sejarah US$ 1,75 trilyun, Amerika dihadapkan pada kondisi perekonomian yang semakin suram.
Dalam tur ke-duanya di luar negeri, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton kepada Presiden Israel Shimon Perez menyatakan “tak tergoyahkan, tahan lama dan mendasar” bagi negara Israel…komitmen kuat kami terhadap keamanan Israel”
Biro Analisis Ekonomi (BEA) Amerika merilis laporan tentang semakin jatuhnya perekonomian Amerika Serikat. Dalam rilis yang berjudul Gross Domestic Product: Fourth Quarter 2008 (Preliminary), perekonomian AS pada kuartal IV mengalami kontraksi 6,2%. Pada kuartal III PDB AS anjlok 0,5%.
Defisit APBN pada tahun pertama pemerintahan Obama memecahkan rekor jumlah defisit APBN yang diciptakan pemerintahan Bush tahun lalu. Di akhir pemerintahannya, Bush mewariskan defisit APBN yang sangat besar US$ 454,8 setara dengan 5,5 kali APBN Indonesia tahun 2009. Sedangkan defisit anggaran pemerintahan Obama memecahkan rekor dengan 21,3 kali APBN Indonesia 2009. Alamak!!!
Sejak pencalonan dirinya sebagai kandidat calon presiden Amerika, Obama dikenal sebagai seorang politisi muda yang gemar dan pandai beretorika. Slogan terkenalnya; “Yes, we can change.†Dalam pidato perdananya sebagai Presiden AS di Kongres, Obama mengatakan: “Amerika Serikat akan muncul lebih kuat dari sebelumnya.” Gambaran suram ekonomi AS merupakan sebuah kenyataan yang setiap hari menghantui pemerintah dan rakyat Amerika. Boleh dikatakan tidak ada senjata yang dapat digunakan oleh negara kapitalis ini untuk menghentikan krisis apalagi dengan presiden yang suka beretoika di hadapan rakyatnya.
Melihat adanya kesepakatan masyarakat untuk menerapkan hukum syariah di Lembah Swat Provinsi Malakand Barat Laut Pakistan yang berjarak 160 km dari Islambad, Amerika menjadi sangat khawatir dan ketakutan. Amerika mengatakan kaum Muslim di sana sebagai penjahat kejam.

Seperti dalam lawatannya ke Indonesia, di Beijing China, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton menyerukan kemitraan yang lebih akrab dengan China. Hillary mengungkapkan bahwa China dan Amerika harus bekerjasama dalam krisis global, perubahan iklim, dan isu-isu penting lainnya. Benarkah Amerika serius membangun kemitraan?
oleh: Hidayatullah Muttaqin. Mulai hari ini hingga esok (18-19 Februari) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton berkunjung ke Indonesia setelah sebelumnya bertamu ke Jepang. Kunjungannya ini merupakan lawatan pertamanya ke luar negeri setelah secara resmi menjabat sebagai menlu di bawah pemerintahan Obama.
Bak gayung bersambut, kedatangan menlu negara adi kuasa disambut dengan latah oleh pejabat negara dan media di Indonesia. Eforia sedang melanda negeri ini karena merasa diperhatikan dan diprioritaskan oleh Amerika Serikat.
Serangan rudal Amerika di Waziristan Selatan Pakistan dekat perbatasan Afganistan menewaskan 25 orang. Terkait masalah ini, Presiden Obama di awal pekan menyatakan Amerika memastikan Pakistan menjadi sekutu kental dalam memerangi terorisme (BBC Indonesia, 14/2/2009).
Serangan ini merupakan bukti nyata pelanggaran kedaulatan sebuah negara. Serangan ini juga kejahatan terhadap kemanusiaan.
Banyak orang di seluruh dunia termasuk Indonesia berharap Obama dapat mengubah wajah Amerika yang “jahat†menjadi “baik hatiâ€. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan: “Ini memang menantang dan menarik karena ada sesuatu yang baru. Tetapi, dunia cuma bisa berharap, Obama akan menghadirkan tata dunia baru yang tidak lagi berbasis pada hegemoni arogan negara yang bernama AS ini”. Perubahan kepemimpinan di AS dari Bush ke Obama harus dilihat sebagai pergantian kepemimpinan yang biasa terjadi. Dan tentu saja setiap kebijakan dan keputusan Obama senantiasa terikat dengan fikrah dan thariqah Kapitalisme.
US Debt from 1940 to 2007. Red lines indicate the public debt and black lines indicate the gross debt, the difference being that the gross debt includes funds held by the government (i.e. the Social Security Trust Fund). The second chart shows debt as a percentage of U.S. GDP or dollar value of economic production per year. (Note: The two charts above do not include the recent rise of the public debt to above $10 trillion on September 30, 2008. )
Perhatian dunia terpusat ke pasar modal. Indikator-indikator finansial menunjukkan suasana yang kelam bagi negara-negara dunia khususnya Amerika Serikat. Kebangkrutan besar-besaran sedang berjalan. Tidak hanya melanda AS tapi juga seluruh dunia khususnya Eropa dan Jepang. Trilyunan dollar AS dikucurkan hanya untuk menunda waktu kebangkrutan. Bukan untuk menyelesaikan masalah. Kapitalisme yang sangat membenci intervensi negara dalam perekonomian (laissez faire) terpaksa menasionalisasi korporasi finansial dan membayar hutang swasta (bail out) secara besar-besaran. Kapitalisme sudah diujung tanduk. Ini kesempatan Islam untuk kembali memimpin dunia dengan Khilafah.
oleh: Anonim
Saat ini kita tengah mendambakan kembalinya kehidupan Islam, dengan berdirinya negara Khilafah dan terlepasnya kita dari segala bentuk penjajahan, dominasi, dan keterbelakangan. Kita berharap agar kaum muslimin menempati posisi sumber kebijakan bagi berbagai umat.
oleh: Sayyid Abu Ghazi Muhammad Salim
Setelah perang dingin berakhir, komunis runtuh, Uni Soviet pudar dan blok komunisme hancur, AS akhirnya menghadapi musuh barunya; negara-negara Eropa. Kelompok politik dan kesatuan ekonomi ini telah menjadi musuh baru AS, sebab di satu sisi mereka memang mempunyai kemampuan untuk menyaingi AS dalam perdaÂgangan dunia[1]. Di sisi lain, negara-negara Eropa [...]
oleh: Habiburrahman
Demokrasi mengklaim dirinya sebagai kekuasaan milik masyoritas, di mana mayoritas sendirilah yang memilih pemerintahannya. Tetapi, dalam prakteknya seperti yang terjadi di Amerika dan Inggris, para politikus yang mengklaim dirinya demokratis dan selalu berjanji untuk membela dan melindungi rakyatnya, ternyata hanya merepresentasikan kehendak para pemilik modal atau kapitalis. Hal ini merupakan realitas hubungan yang terjadi [...]
oleh: Kate Randall
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Badan Sensus AS tanggal 24 September, jumlah orang miskin Amerika meningkat tajam dalam tahun 2001. Tingkat kemiskinan di AS meningkat menjadi 11,7% pada tahun 2001 dari sebelumnya yang mencapai 11,3% pada tahun 2000, dan peningkatan proporsi ini merupakan yang pertama kali terjadi setelah delapan tahun berlalu. Jumlah orang [...]
oleh: Hidayatullah Muttaqin
Berbicara mengenai teroris dalam konteks opini dunia internasional sekarang, maka tidak dapat dielakkan lagi bahwa yang dimaksud teroris adalah Islam ideologis yakni umat dan gerakan dakwah yang konsisten dalam upaya penerapan syariat Islam yang dalam istilah opini internasional (baca: Barat) disebut sebagai Islam fundamentalis atau Islam radikal.
Apakah Perbankan Syariah Sekarang Mampu Terhindar dari Riba ?
Demokrasi Kapitalis Tidak Berkah, Ekonomi Islam Khilafah itu Berkah
Sistem Ekonomi Islam, Khayalan atau Nyata?
Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk “Menimbun”?
Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara
G20: Sarana Baru Imperialisme Barat
Bukti Kejahatan Korporasi Asing Berkedok HAM
Problem Mata Uang Kertas (Fiat Money)
Pendapat Tokoh-Tokoh Barat terhadap Keunggulan Dinar
Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat
|
INDIKATOR |
DOWNLOAD |
KOMENTAR |
|
Memprihatinkan Spekulasi di Lantai Bursa Indonesia Meningkat 138,88% Lima Juta Warga Miskin Rawan Pangan Penguasaan SUN oleh Asing pada Maret 2008 Total Utang RI ke World Bank Rp243,7 T |
Free e-Book: Makna Kebangkrutan Amerika Free Download: Versi Offline Politik Ekonomi Islam BOOK: The Global Credit Crunch and the Crisis of Capitalism Manajemen Kebijakan Energi Sistem Khilafah Kehancuran Kapitalisme dan Solusinya Buku: Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam |
AbrahamNamuAsiamSawor: Emang itulah perbuatan mereka,karena,mereka ingin hidup kaya raya,orang... :: Imaniar Daud: Assalamualaikum. Pak, saya mahasiswa semester akhir yang sedang menulis skripsi... :: ArdianYS Free Prestashop Theme: Terima kasih sudah berbagi, saya baru dapet email yg berisi... S4ndi: Memang mekanismenya atau prosesnya gimana ya? Koq Amrik bisa ampe superior gt nilai mata... :: BASisme Blog: Jurnal Ekonomi :: Investasi: kenapa sulit mencari lapangan pekerjaan? menurut saya, lapangan pekerjaan banyak, tapi... :: Herman Baso: 1. Setahu saya sebagian besar menteri-menteri yang ada seperti Sri Mulyani adalah... :: wie: Assalaamu’alaikum w w ustd…terkait keguncangan ekonomi Dubai yg notabene... :: zulkifli Lc.: akh, ana kabarkan kepada antum, bahwa kami telah berhasil meluncurkan cd interaktif... :: Musdar Oktavianus: Ass. Wrm. Wbr Di daerah yg diprediksi akan berkembang dan ramai, byk orang yg... :: |
|
Jurnal
analisis
politik ekonomi perspektif ideologi Islam Kontak: muttaqin [at] jurnal-ekonomi.org |
||