SURAT UNTUK KOMPRADOR

Komprador, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anda sekalian dapat melihat siapa diri kalian sebenarnya. Amin.

Oya, jum’at malam (23/5) lalu anda sekalian mengumumkan kebijakan Konsensus Washington (KW), untuk itu saya ucapkan selamat karena anda sekalian berhasil membuktikan diri sebagai abdi Washington. Sekali lagi dari lubuk hati yang paling dalam, saya ucapkan selamat untuk anda sekalian.

Dengan kebijakan anda yang sangat brilian, pujian datang dari lembaga KW seperti IMF dan Bank Dunia. Mereka memandang pertumbuhan ekonomi negeri anda akan segera membaik, paling tidak untuk tahun 2009.

Para investor pun yang dalam pandangan anda adalah “juru selamat” ekonomi negeri katulistiwa ini bertepuk tangan. “Iklim yang sangat kondusif untuk kami” , kata mereka kepada anda.

Oya… ada lagi “juru selamat” yang sangat bergembira dengan kebijakan brilian anda. Mudah-mudahan anda sekalian tidak lupa, yakni tukang ngebor minyak seperti Chevron dan ExxonMobile. Juga tukang jual bensin seperti Shell dan Petronas. Bila tidak salah, para tukang bensin ini juga tukang ngebor ya?

Komprador… Kata orang masih banyak tukang bensin yang mau jualan minyak di negeri kita, tapi mereka masih enggan masuk. Alasannya harga bensin yang anda tetapkan belum ekonomis, belum sama dengan harga di Singapura atau di New York.

Dari informasi yang beredar, saya dengar bila harga minyak di sini belum ekonomis mereka takut bersaing dengan Pertamina yang harganya lebih murah. Mengapa anda sekalian tidak menaikan harga BBM sekaligus hingga sesuai dengan harga di luar negeri?

Saya sebenarnya menolak opsi menaikan harga BBM, tapi kalau menggunakan cara Konsensus Washigton maka solusiya harus disamakan harga lokal dengan harga internasional. Kata sebuah media komprador, subsidi harus dicabut karena subsidi adalah musuh negara. Nah tunggu apa lagi, buktikan anda sekalian komprador sejati dan penindas rakyat!

Anda tidak perlu khawatir bagaimana reaksi rakyat anda. Anggap saja angin lalu. Paling cuma riak-riak sebentar, setelah dikasih Bantuan Langsung Tewas (BLT) mati deh suara rakyat anda.

Kalau rakyat tetap bereaksi bagaimana? Anda kan abdi Konsensus Washington tanya sama Bank Dunia dan IMF dong!

Kalau yang bereaksi mahasiswa? Pimpinan anda kan baru saja mengatakan akan menutup mulut mahasiswa dengan suap Rp 500 ribu. Jadi usul pimpinan anda mungkin saja diaplikasikan.

Komprador! Saya ingin mengingatkan alasan yang anda kemukakan kepada rakyat penuh kekonyolan. Untung saja rakyat negeri ini belum cerdas dan opini masih dipengaruhi media komprador yang sealiran dengan anda, sehingga kelemahan-kelemahan alasan anda tidak terdeteksi oleh rakyat.

Begini… anda katakan demi menyelamatkan APBN, harga BBM harus dinaikan. Semua ini untuk rakyat, untuk menjaga perekonomian kita kata anda. Padahal semua orang pinter tau yang anda selamatkan bukan kepentingan rakyat tapi kepentingan rentenir dunia. Subsidi dikurangi untuk menjaga likuiditas pembayaran utang-utang yang anda bikin selama ini.

Kemudian anda sekalian mengatakan subsidi salah sasaran karena lebih banyak diserap orang-orang kaya dibandingkan orang-orang miskin. Ada pimpinan anda yang bilang orang-orang kaya menyerap 82 persen subsidi BBM selama ini.

Komprador! Alasan anda ini sangat ngawur. Anda lebih pantas jadi pelawak yang suka berbohong daripada jadi pejabat negara. Sejak kapan para komprador seperti anda peduli sama rakyat? Rasanya langit mau runtuh mendengar lelucon anda yang sangat zalim ini.

Begini komprador… yang paling terpukul dengan kenaikan harga BBM adalah rakyat jelata… yang paling bertanggungjawab atas ketimpangan sosial ekonomi di tengah masyarakat juga anda, karena anda membangun negeri ini dengan cara liberalistik, pertumbuhan sentris, pro investor, dan untuk mengabdi kepada Washington.

Ada lagi yang lebih lucu, ketika anda mengatakan penghapusan subsidi akan menurunkan jumlah orang miskin. Rasanya anda sekalian perlu diperika psikiater, untuk mengetahui apakah akal dan jiwa anda masih normal. Anak kecil yang sudah berakal pun bisa memikirkan kalo harga-harga kebutuhan pokok naik maka kemampuan membeli barang pokok akan turun. Kalo seperti ini jadinya pasti tambah miskin.

Anda bilang harga BBM harus disamakan dengan harga internasional, jika tidak penyelundupan akan terus terjadi. Komprador, anda ini bodoh sekali atau jahat sekali? Semua orang yang memiliki akal sehat bisa berpikir kalau ada penyelundupan cara mengatasinya ya tangkap orangnya, bukannya harga BBM-nya dinaikan.

Anda katakan harus disamakan, disamakan dengan negara mana? Dengan Singapura? Kalo Singapura kata Wikipedia harga rata-rata BBM mencapai 1,37 dolar AS per barrel lebih dari separo harga di Indonesia. Tetapi pendapatan perkapita di sana 20 kali lipat pendapatan perkapita di negeri kita. Jadi kalo ingin menyamakan dengan Singapura, anda harus menaikan dulu pendapatan perkapita rakyat kita hingga minimal 20 kali lipat dari sekarang dengan syarat wajibnya mekanisme distribusi kekayaan yang adil. Kalo mau dibandingkan dengan AS, maka anda harus menaikan pendapatan perkapita Indonesia sebanyak minimal 31 kali lipat.

Oya… anda juga bisa membandingkan harga minyak di negara kita dengan harga minyak di negara penghasil minyak yang harganya jauh lebih murah dibanding kita. Di Iran harga BBM 0,11 dolar AS atau seribu rupiah per liter dengan pendapatan perkapitanya 2 kali lipat dari negeri kita. Di Venezuela harga minyak hanya 0,05 dolar AS atau sekitar Rp 460 per barrel. Meskipun harganya jauh lebih murah dibanding harga BBM kita, pendapatan perkapita Venezuela 4 kali dari negeri kita.

Jadi kalo anda sekalian tidak sanggup menaikan pendapatan perkapita rakyat hingga sama dengan AS dan Singapura, anda bisa ambil Iran dan Venezuela sebagai contoh. Tetapi sebelumnya anda harus menurunkan harga BBM dulu karena di Iran dan Venezuela harga BBM lebih murah.

Alasan anda yang lain, produksi minyak kita terus menurun. Komprador, anda ini pura-pura lupa ya. Masalah utama supply BBM kita bukan masalah produksi yang menurun, tetapi ladang-ladang migas kita dikuasai asing plus swasta. Lagi pula kebijakan anda sebenarnya untuk membuka keuntungan selebar-lebar bagi tukang ngebor minyak di sektor hulu dan tukang jualan bensin di sektor hilir.

Komprador… sebagai abdi negara anda gagal mensejahterakan rakyat dan menjadi pengayom bagi mereka. Tetapi saya salut anda sangat berhasil menjadi abdi Washington, menghamba kepada kepentingan investor, menjadi budak kepentingan kapitalisme global. Saya sangat salut anda mampu membuat buta mata anda, menulikan telinga anda, sehingga tidak mampu melihat dan mendengar jerit tangis dan penderitaan rakyat.

Anda sungguh luar biasa, sangat berani menentang Allah yang memerintahkan anda menerapkan Syariah dalam mengelola negeri ini, Yang menyuruh anda melaksanakan politik migas Syariah. Saya sangat salut dan berdoa semoga anda sekalian segera mendapatkan balasan yang setimpal dunia akhirat atas kezaliman anda terhadap rakyat. Amiin.

::HIDAYATULLAH MUTTAQIN::

Author: Admin

Share This Post On

3 Comments

  1. Selain dapat pujian dari bank dunia, prestasi komprador ini juga dihadiahi washington dengan pencabutan travel warning terhadap RI yang diumumkan duber AS pada tanggal 25 mei yang lalu-pengakuannya sih dicabut sejak jumat 23 mei. alasannya Indonesia sudah lebih aman-alasan yang aneh, karena setiap hari kita disuguhi berita bentrokan polisi dengan demonstran yang mulai menuntut nasionalisasi aset-aset asing-, ada yang jeli nggak menghubungkan hadiah dari uncle sam terhadap RI yang sukses bersikap tegas dan berani dalam mengambil kebijakan pengurangan subsidi dalam mewujudkan slogan MENUJU MASYARAKAT MANDIRI TANPA SUBSIDI.

    Post a Reply
  2. dulu para penjajah selalu didamini para centeng yang berwajah sangar, berkumis lebat, berbaju serba hitam. sekarang pun nampaknya tidak berubah. penjajah masih saja didampingi para centeng, hanya saja mereka berwajah ganteng, imut-imut, berbaju perlente. hidup centeng !!! untuk urusan menyengsarakan rakyat, anda memang LAYAK DAPAT BINTANG !

    Post a Reply
  3. Ass.wr.wb.

    Wis,daripada repot-repot, LSM Komprador bubarkan saja, tangkap aktivisnya, hukum seberat-beratnya telah jelas agen asing dan pengadu doma umat sert perusak bangsa.

    Wass.wr.wb.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *