Rupiah Melemah, Dinar Solusinya


oleh: Hidayatullah Muttaqin

Kurs Rupiah terhadap dollar Amerika terus merosot. Pekan lalu nilainya mencapai Rp 12.000/ dollar AS. Pergerakan rupiah yang curam ini cukup mengkhawatirkan meskipun penguatan dollar terjadi atas sebagian besar mata uang dunia (Kompas, 16/2/2009)

Konsep Mata Uang Kertas

Secara fisik, antara rupiah dengan dollar AS atau mata uang negara lainnya tidak memiliki perbedaan. Sama-sama terbuat dari kertas (paper money). Secara aturan dan konsep, mata uang dunia pada saat ini adalah mata uang kertas inconvertible. Yakni mata uang yang tidak mendapatkan jaminan sama sekali. Yang menjamin hanyalah undang-undang yang diterbitkan oleh suatu negara.

Undang-undang memaksa warga negara untuk menerima mata uang ini sebagai alat tukar resmi meskipun antara nilai fisik dengan nilai nominalnya tidak setara. Setiap pencetakan mata uang kertas tidak disertai back up logam mulia seperti emas. Sehingga bank sentral sebuah negara dapat menciptakan uang dari sesuatu yang tidak bernilai.

Uang yang tidak Aman

Dengan pencetakan uang kertas ini warga negara mengalami kerugian. Sebab untuk mendapatkan uang mereka harus melakukan pengorbanan. Kemudian nilai mata uang yang mereka pegang setiap tahun merosot akibat inflasi.

Dalam kondisi tertentu, nilai mata uang mereka semakin merosot jika kurs tukar mata uang lokal –seperti rupiah– terhadap mata uang asing –seperti dollar AS– anjlok. Bahkan dalam keadaan inflasi tinggi dan kejatuhan kurs, kekayaan riil yang dimiliki warga negara atas mata uang yang mereka pegang merosot drastis. Jelas memegang mata uang kertas inconvertible tidak aman dan penuh dengan ketidakpastian. Ini sangat tidak adil.

Imperialisme Moneter

Dalam perspektif global, sistem mata uang kertas inconvertible merupakan wujud imperialisme moneter. Sebab nilai tukar antar negara tidak sama, bahkan mengalami perbedaan yang sangat tajam. Dengan perbedaan ini –walaupun fisiknya tidak berbeda– sebuah negara yang mata uangnya mendominasi transaksi global dapat menjajah dunia.

Amerika misalnya, dapat mencetak mata uang dollar dalam jumlah besar kemudian membanjirinya di pasaran dunia dengan mengimpor bahan mentah, minyak, dan barang-barang olahan. Sementara negara-negara yang menjual produk ke Amerika hakikatnya hanya mendapat kertas belaka.

Melalui dollar Amerika juga dapat membayar orang, LSM/organisasi, dan penguasa suatu negara untuk melakukan sesuatu yang diinginkan Amerika (seperti LSM-LSM komprador asing yang menjual agama dan rakyat Indonesia untuk mendapatkan dollar Amerika). Amerika juga dapat mengikat negara lain dalam penjajahannya dengan membuat perangkap hutang.

Dinar Solusi yang Pas

Ketidakpastian, ketidakamanan, ketidakadilan semestinya mendorong kita semua untuk mengadopsi sistem mata uang yang kuat dan universal. Mata uang dinar, yakni mata uang yang terbuat dari emas merupakan solusi atas permasalahan mata uang kertas inconvertible.

Mata uang dinar nilai nominalnya setara dengan nilai intrinsiknya sehingga siapapun yang memegang dinar maka dia tidak dirugikan. Mata uang dinar juga memiliki sifat universal, karena seluruh penduduk dunia memandang emas sebagai barang yang memiliki nilai tinggi. Dinar menjamin kepastian nilai dan transaksi dalam ekonomi.

Syariat Dinar

An-Nabhani menjelaskan 5 alasan mengapa dinar menjadi mata uang sah dalam Islam.

Pertama, ketika Islam melarang praktik penimbunan harta (kanzul mal), maka yang dimaksud harta yang dilarang ditimbun oleh syara adalah emas dan perak padahal harta meliputi semua barang yang dapat dijadikan kekayaan.

“Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak, serta tidak menafkahkannya di jalan Allah (untuk jihad), maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) azab yang pedih.” (QS. at-Taubah: 34)

Kedua, Islam mengaitkan emas dan perak dengan hukum-hukum yang baku dan tidak berubah-ubah. Islam menentukan pembayaran diyah dalam ukuran emas. Islam juga mewajibkan diterapkannya hukum potong tangan jika seseorang mencuri harta yang nilainya juga diukur dengan emas.

“Bahwa di dalam (pembunuhan) jiwa itu terdapat diyat berupa 100 unta … dan terhadap pemilik emas, (ada kewajiban) sebanyak 1.000 dinar.” (HR an-Nasa’i, dari Amru bin Hazem).

“Tangan itu wajib dipotong, (apabila mencuri) 1/4 dinar atau lebih.” (HR Bukhari, dari Aisyah)

Ketiga, Rasulullah SAW telah menetapkan emas dan perak sebagai mata uang dan menjadikannya standar uang. Pada masa Rasulullah, penduduk biasa melakukan jual beli dengan alat pembayaran emas dan perak, dan Rasul pun membiarkannya (maksudnya tidak melarang).

Keempat, ketika Allah SWT mewajibkan pembayaran zakat uang, maka kewajiban tersebut ditetapkan dalam bentuk emas dan perak dengan nishab yang dinilai dengan ukuran emas dan perak.

Kelima, hukum-hukum tentang pertukaran mata uang dalam Islam ditetapkan hanya dengan emas dan perak.

Emas dengan mata uang (bisa terjadi) riba, kecuali sama-sama sepakat.” (HR Bukhari)

Dinar Syar’i

Dinar syar’i adalah komponen fisiknya yang murni terbuat dari emas dan bobotnya sesuai dengan ketentuan syara, yakni setiap timbangan emas yang beratnya 4,25 gram nilainya mencapai satu dinar.

Kesimpulan

Kita membutuhkan mata uang yang nilainya stabil dan universal. Mata uang dinar merupakan mata uang yang aman untuk dimiliki. Mata uang dinar pernah diterapkan pada masa Rasulullah dan Khilafah. Karena itu dinar merupakan solusi atas permasalahan mata uang dan untuk menerapkannya kita harus memiliki sistem yang kuat yakni sistem Khilafah. Dengan cara ini pula kita melepaskan diri dari penjajahan moneter. Insya Allah … []


REFERENSI

An-Nabhani, Taqiyuddin (2002). Membangun Sistem Ekonomi Alternatif Perspektif Islam, Surabaya: Risalah Gusti.

Kompas (16/2/2009), Mengapa Rupiah Tak Kunjung Menguat?.

Zallum, Abdul Qadim (2002). Sistem Keuangan di Negara Khilafah, Bogor: Pustaka Thariqul Izzah.

Author: Admin

Share This Post On

9 Comments

  1. soslusi yang menarik,…tetapi kalo emas yang di pake apakah cadangan emas nantinya akan habis???

    Post a Reply
  2. mengutip pernyataan George Bernard Shaw :

    ” You have to choose between trusting to the natural stability of gold and the honesty and intelligence of members of the government. And, with due respect for these gentlement, I advise you, as long as the capitalist system last, to vote gold. “

    Post a Reply
  3. ide penggunaan dinar dan dirham menurut saya adalah sebuah langkah mundur.

    yang harus diperhatikan negara adalah menjaga supply uang fiat, bukan mengubah nya.

    saya mau bertanya, seinget saya. Muhammad tidak menetapkan emas dan perak sebagai alat tukar. hanya saja dia membiarkan emas dan perak digunakan sebagai alat tukar.

    berarti Muhammad sendiri tidak mengharuskan umat Muslim menggunakan dinar dan dirham, atau mungkin memang Muhammad pernah berkata seperti itu? mungkin saya bisa diberi pencerahan.

    1. bukan karena emas dan perak paling baik, tapi karena masa itu memang belum ada alat tukar seperti sekarang.

    dan pada masa khalifah, hukum khalifah = hukum Islam, menggunakan satuan-satuan dinar dan dirham. menurut saya karena memang itu satuan mata uang yang ada. Satuan lain belum muncul.

    jadi saya nangkap seperti :

    jaman dulu kuda dan unta adalah transportasi utama. dan Muhammad meng ijin kan penduduk menggunakan kuda dan unta. selanjutnya peraturan-peraturan pada saat itu menjelaskan hal-hal, dengan kuda dan unta sebagai bahasan utama.

    nah sekarang itu sudah ada pesawat dan mobil. apakah resiko nya lebih besar? iya. tp apakah lebih effesien? iya.

    sekarang mau balik ke jaman kuda dan unta ?

    2. mengubah mata uang dunia menjadi dirham dan dinar hanya mengakibatkan deflasi.

    jumlah permintaan emas akan melebihi penawaran nya (jumlah produksi)

    akibat dari deflasi adalah kecenderungan akan menyimpan emas sebanyak-banyak nya. oke dalam Islam itu tidak boleh.

    but how u can make, all the rich people do that ??

    dengan moral? ya lihat saja, apakah dunia ini bekerja seperti itu, dari dulu sampai sekarang?

    NB : saya tidak ada sama sekali niat menghina atau melecehkan anda maupun kepercayaan anda. walaupun saya bukan Muslim, namun bagi saya Muhammad adalah salah satu tokoh terbesar dunia. dan ajarannya pun banyak yg saya ikuti.

    namun disini saya murni mencari ilmu.

    terimakasih.

    Post a Reply
  4. numpang comment donk….. saya anak ekonomi mas,,, dan saya juga ambil skripsinya tentang mata uang, jadi saya ‘sedikit’ tahu tentang mata uang dan saya ‘sedikit’ tahu bagaimana pebandingan fiat dan riil money mas,,,tapi saya gak sepesimis anda dengan mengatakan kalo pake emas kita balik ke zaman onta, anda coba cari tentang karya ilmiah robert mundell, dia nonmuslim dan peraih nobel, dan dia sangat tahu kerapuhan fiat money karena itu dalam karya ilmiahnya dia sampai menyimpulkan ”gold money is the future of economic modern” . dan karya dia menggunakan metode ilmiah, jadi emas bukan utopia di jaman onta maupun di zaman modern,,,dan juga pertemuan g20 meragukan kembali perjanjian breetonwood,,,semoga membantu pencerahan pemikiran anda,. salam kenal,,,

    Post a Reply
  5. bung/mbak ann.

    bagaimana anda menjelaskan pertumbuhan penduduk lebih besar daripada pertumbuhan produksi emas. dan perlu diperhatikan lagi adalah jumlah orang dewasa semakin bertambah, karena semakin baiknya dunia medis serta standard hidup manusia?

    bagaimana anda menjelaskan untuk negara2 yg sama sekali tidak bisa memproduksi emas? apakah itu sistem yg adil? sedangkan jumlah produksi tiap negara saja berbeda. bretton wood sudah berakhir pada masa Presidon Nixon.

    Mundell memperkenalkan optimum currency area (OCA), dia tidak pernah menyarankan dunia menggunakan emas dan perak sebagai single currency. dan Gold selayaknya komoditas apapun lainnya, kestabilan ditentukan melalui Marshall Scissor theory. bukan karena nilai intrinsik nya.

    saya baru cek di Jstor, kok ga ada paper Mundell yg mengatakan gold is the future modern economic? mungkin anda bisa kasi ke saya judul paper nya.

    ini kita belum membahas kesulitan luar biasa dari pemerintah untuk mengontrol laju emas jika memang di jadikan alat tukar negara. Pemerintah AS saja ga bisa kok, apa yg membuat anda yakin klo di masa depan bisa?

    di masa depan itu berapa tahun ke depan? 20 th? 80th? 100th? atau 10.000 th mendatang? setidaknya untuk 50th tahun mendatang, saya yakin klo emas tidak mungkin bisa menjadi alat tukar resmi negara, apalagi untuk dunia.

    pesimis dengan realistis itu ada perbedaan sangat besar. antara prediksi ekonomi dengan faith juga ada perbedaan sangat besar.

    jika orang sebenarnya mengharapkan emas digunakan karena faith namun dengan jelas dia mengaku karena alasan nya faith, itu hak dia saya ga akan comment, tp klo dia bilang alasannya adalah alasan logika ekonomi. maka kita gunakan perhitungan dan expectation ekonomi.

    Post a Reply
  6. saya salah satu mahasiswa ekonomi. untuk menjawab masalah ekonomi,perlu berlandaskan kpd religi yang kuat. mas bram, kalau anda dekat dengan Tuhan, saya yakin anda akan dapat melihat apa jalan terbaik untuk semua masalah perekonomian dunia. krisis terjadi karena keserakahan beberapa negara termasuk amerika. untuk memisahkan kita dari kekhusukan kita belajar dan mendalami agama kita, mereka sebisa mungkin menciptakan intrik2 agar pandangan kita kabur akan jalan keluar yang ada. sebenarnya, masalah nilai tukar dengan emas tidaklah salah,yang harus dilakukan hanya mengubah cara pertukarannya, penggunaanya, pembagiannya, dan sistematis lain terkait penyaluran dan disrtribusinya. itu akan lebih bermanfaat dan efisien ketimbang penggunaan uang kertas. dgn penggunaan uang kertas, akan menciptakan pribadi manusia yang gemar akan kebutuhan artifisial,dan mereka berusaha keras selama hidupnya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan. kebutuhan2 mereka telah meningkat dan mereka telah menganut metode2 setan yang tidak baik untuk menambah kekayaan dengan menimbun harta, mengurangi timbangan memenuhi kebutuhan komoditas yang tidak perlu,riba, dan lain2. dgn standar emas, saya rasa insya allah hal2 tersebut tidak akan terjadi.

    Post a Reply
  7. Mta uang emas bukan solusi islami, mata uang emas sudah ada pada zaman romawi kuno-sebelum nabi muhammad ada.
    Penggantian uang dengan emas secara menyeluruh akan meningkatkan eksploitasi terhadap alam, sehingga kelestarian alam akan terganggu.
    Kita sekarang menuju uang elektronik, yang tidak dicetak ataupun dieksploitasi. Inti dari uang elektronik adalah kejujuran dan amanah….

    Post a Reply
  8. Salam hangat.

    Tuan Komentator yth. Mata uang emas adalah konsep Islam dan solusi Islam terlepas mata uang tersebut sudah digunakan sejak 5000 tahun yang lalu. Alasan itu sebagai konsep Islam adalah karena telah disyariatkan agama.

    Keseimbangan alam terganggu akibat pertambangan emas karena terjadinya pertambangan yang eksploitatif, yakni pertambangan yang hanya mengejar rente sebesar-besarnya oleh investor. Pertambangan seperti ini terjadi pada zaman sekarang dalam suatu masyarakat dunia yang menerapkan Kapitalisme global.

    Islam melarang pertambangan seperti ini, dan pertambangan emas ini tidak boleh dikuasai apalagi dimiliki oleh swasta, melainkan hal itu adalah milik umum yang pengelolaannya dilakukan oleh negara.

    Salam,
    HM

    Post a Reply
  9. tn. komentator..

    saya seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengambil konsentrasi perbankan syariah. Sekarang saya sedang mendalami tentang mata uang. Memang benar mata uang dinar (emas) yang anda sebutkan berasal dari romawi tepatnya pada masa dinarius. Sedangkan mata uang dirham (perak) berasal dari persia. Selanjutnya, saya ingin bertanya kepada tn komentator, atas dasar apa anda menyatakan bahwa dinar dan dirham bukan solusi Islami? Apa yang anda ketahui tentang solusi mata uang Islami?
    Menurut pendapat saya, kedua mata uang tersebut merupakan solusi Islami terhadap perekonomian. Yang dimaksud dengan solusi Islami dalam perekonomian adalah kedua mata uang tersebut baik dinar maupun dirham tidak akan pernah dapat dijadikan alat spekulasi. Coba saja untuk berspekulasi dengan kedua mata uang tersebut…Akibatnya perekonomian akan mundur karena jumlah uang yang beredar tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bagaimana pendapat anda?

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *