Resesi Ekonomi Global Terus Berulang, Siklus Alami atau Cacat Bawaan?

Ketua Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, kembali mengingatkan akan potensi resesi ekonomi dunia seperti halnya resesi di tahun 1930an yang sering kali dijuluki oleh para ekonom dengan Great Depression. Hal yang sama juga disampaikan oleh Stiglizt. Menurutnya krisis ekonomi yang berpusat di Uni Eropa pada tahuan 2012 ini dapat menjadi lebih buruk.

Memang, bagi para ekonom Kapitalis krisis ekonomi yang terjadi adalah lumrah adanya. Suatu saat menurut mereka kondisi ekonomi akan kembali berada dalam posisi puncak (peaks). Fenomena turun dan naiknya pertumbuhan ekonomi ini dijelaskan dalam teori business cycle. Mereka meyakini siklus ekonomi terjadi akibat adanya perubahan-perubahan dari salah satu atau gabungan empat komponen pembentuk GDP (Konsumsi, Investasi, Pengeluaran pemerintah, Ekspor neto).

Betulkah krisis yang berulang kali (persisten) terjadi ini lumrah adanya atau hanyalah sebuah fenomena biasa dari pergerakan ekonomi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Islam memiliki konsep yang disebut dengan musibah dan fasad. Bila musibah menurut definisi al-Qur’an sebagai peristiwa (gunung meletus, gempa bumi) yg terjadi di luar kuasa, kehendak dan kontrol manusia, maka fasad terjadi akibat tindakan tindakan manusia sendiri yg menyimpang dari ketentuan Allah SWT.

Berdasarkan dua kategori tersebut, sesungguhnya akan dengan sangat mudah kita tentukan bahwa krisis ekonomi yang terus berulang terjadi merupakan cacat bawaan dari sistem ekonomi Kapitalisme yang diterapkan di hampir seluruh penjuru muka bumi saat ini. Apa sebabnya?

Contoh sederhana untuk menjelaskan ini adalah bagaimana perilaku lembaga keuangan di AS dalam kasus kredit macet (credit crunch) sektor perumahan di tahun 2007-2008 yang lalu. Para Bankir dengan watak serakahnya begitu licik meramu skema penjualan properti yang menjebak konsumen di satu sisi, dan kemudian menjual paket surat utang yang telah disekuritisasi (yang penuh dengan racun) kepada pihak lainnya. Hal inilah yang diungkapkan dengan sangat gamblang oleh David M. Smick dalam bukunya The World is Curved.

The last but not the least, terhadap musibah kita diminta untuk bersabar. Dengan kesadaran tauhid, (keimanan) kita meyakini bahwa segala sesuatu adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Sebaliknya, menghadapi Fasad, hanya ada satu cara: kembali ke jalan yang benar, yaitu jalan yang diridhai Allah SWT. itulah syariah Islam. [jurnal ekonomi ideologis/Hatta]

REFERENSI:

Sam Cahyadi, Dunia di ambang resesi ekonomi seperti 1930-an, Selasa, 24 Januari 2012.

Ismail Yusanto, dkk. 2001. Mencari Solusi Krisis Ekonomi, dalam Dinar Emas Solusi Krisis Moneter, Jakarta: PIRAC, SEM Institute, INFID

David M. Smick. 2009. Kiamat Ekonomi Gobal: Krisis 2007-2008 Barulah Awal (The World is Curved), Jakarta: Daras Books

Bramantyo Djohanputro. 2006. Prinsip-prinsip Ekonomi Makro, Jakarta: Penerbit PPM.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *