Rakyat Belum Cerdas

POLITIK: Pemilhan Umum Presiden

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Sebagaimana hasil quick count berbagai lembaga survei  baik yang independen maunpun yang dibayar, pasangan incumbent SBY-Boediono  memenangkan pemilihan umum presiden RI dengan telak. Hasil ini cukup menggambarkan bagaimana preferensi masyarakat yang cenderung memilih pemimpin atas dasar figur bukan pada visi politik dan track record politik.

Meskipun dalam berbagai kesempatan pasangan incumbent dan tim suksesnya, pengamat dan pihak lainnya seringkali mengucapkan “rakyat sudah cerdas” atau “rakyat cukup cerdas”, proses politik yang sedang dijalani masyarakat saat ini tidak menggambarkan rakyat telah mencapai kecerdasan politik.

Pengamat politik Fachri Ali di Meto TV tadi malam (8/7/2009), mengungkapkan dalam memilih masyarakat sangat dipengaruhi oleh pilihan budaya (culture choice) bukan pilihan politik (politics choice). Fachri memberikan contoh, bagaimana desakan Mega-Pro dan JK-Win kepada KPU untuk membenahi masalah DPT dapat dianggap masyarakat sebagai serangan kolektif yang justru menguntungkan SBY-Boediono sebagai pasangan yang terzalimi. Menurut Fachri, meskipun kritikan terhadap SBY secara subtansi benar faktanya, masyarakat belum bisa menerima hal tersebut. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS/ www.jurnal-ekonomi.org]

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>