Perdagangan Bebas Genjot Ekspor Batubara ke Korsel

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Ekspor Indonesia ke Korea Selatan periode Januari-Februari 2010 mengalami peningkatan US$ 1,03 miliar atau 111,5%. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, peningkatan ekspor ke Korea Selatan terjadi setelah pemberlakuan perdagangan bebas ASEAN-Korea Selatan (ASEAN-Korea Free Trade Agreement: AKFTA). Hal yang sama juga terjadi dengan diterapkannya ACFTA, ekspor Indonesia ke China meningkat 137,6%.

Berdasarkan data BPS, produk ekspor Indonesia ke Korea Selatan pada bulan Januari didominasi batubara. Proporsi ekspor batubara ke Korea Selatan mencapai 69,6% dengan laju pertumbuhan 171,9%. Produk ekspor lainnya adalah bijih besi, tembaga, mesin/peralatan listrik, pulp, kayu dan barang kayu, karet dan barang karet.

Peningkatan ekspor Indonesia ke Korea Selatan dengan siknifikan bukanlah sebuah prestasi yang menggembirakan. Sebab peningkatan ekspor tidak pada produk olahan dan manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi, tetapi didominasi bahan mentah dan batubara.

Peningkatan ekspor batubara ke luar negeri setidaknya mengandung empat permasalahan. Pertama, melonjaknya ekspor batubara berarti eksploitasi di daerah-daerah tambang batubara semakin digenjot yang berdampak pada percepatan kerusakan lingkungan hidup.

Kedua, penggenjotan ekspor batubara sama saja dengan membuang sumber daya energi ke luar negeri sedangkan pemenuhan kebutuhan energi dan listrik di Indonesia sangat bermasalah. Artinya kebijakan perdagangan internasional Indonesia hanya memperhatikan besaran statistik ekspor saja tanpa melihat kondisi dalam negeri secara komprehensif.

Ketiga, kesepakatan perdagangan bebas yang diikuti pemerintah Indonesia merupakan unsur yang mempercepat pengerukan sumber daya alam Indonesia.

Keempat, Indonesia tidak memiliki visi mandiri dengan mengobral sumber daya energi dan bahan mentah ke luar negeri. Ini adalah hasil dari mental inlander atau mental terjajah. Padahal negara manapun yang menyadari vitalnya sumber daya energi dan bahan mentah bagi perekonomian dan pembangunan akan menahan komoditas ini keluar dan hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan dalam negeri. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Okezone.com (7/4/2010), Ekspor RI ke Korsel Melesat 111,5%.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *