Pengamat: Krisis Lebih Hebat dari Great Depression 1930

EKONOMI : Krisis Keuangan Global

Oleh Hidayatullah Muttaqin


Foto: Independent

Penulis buku Black Swan Nassim Nicholas Taleb mengatakan bahwa akhir dari krisis keuangan akan lebih berat dibandingkan Krisis Besar (Great Depression) 1930. Krisis ini memaksa banyak bank dinasionalisasi.

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg, Nasim menyebutkan masalah keuangan saat ini menjadi lebih kompleks. Dibandingkan saat krisis hebat 1930, nilai pasar saham dunia terpotong 55% menjadi US$ 28 trilyun sejak Oktober 2007. Kontraksi ini jauh lebih buruk dari Krsis Besar 1930.

Sementara itu Indeks Standard & Poor’s 500 terguling 57% pada tahun lalu dan jatuh 43% sejak awal tahun ini untuk 10 kelompok industri. Kemarin (23/2) indeks jatuh 3,5% terendah sejak April 1997 sehingga memperluas kejatuhan tahun ini menjadi 18%.

Krisis keuangan global hingga saat ini tidak bisa diatasi oleh negara-negara Barat. Tidak ada formula ampuh yang dapat digunakan walau hanya sekedar meredam dampak krisis apalagi menghilangkan sumber krisis.

Krisis yang lebih hebat dibanding krisis tahun 1930-an ini menunjukkan krisis bukan lagi hanya sekedar masalah krisis keuangan, tetapi merupakan krisis sistem keuangan. Negara-negara dunia saat ini sedang merasakan akibat perbuatan mereka sendiri mengadopsi sistem ekonomi Kapitalisme yang kejam dan rakus. [Jurnal Ekonomi Ideologis / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Bloomberg (23/2/2009), Taleb Says Crisis Is Harder to End Than Depression

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *