Pemeritah "Lembek" Renegosiasi ACFTA Gagal

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu yang mewakili pemerintah Indonesia dalam perundingan renegosiasi ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA ) dengan Menteri Perdagangan China Chen Deming di Yogyakarta, menyatakan Indonesia akan menerapkan secara penuh ACFTA. Langkah yang diambil Menteri Perdagangan ini menimbulkan kekecewaan di berbagai kalangan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Menteri Perdagangan. “Ya dia (Mendag) kan mewakili republik. Setelah putus baru kasih tahu saya. Kamu lihat tampangku kecewa enggak ini? Yaaah… menyayangkanlah,” kata MS Hidayat. Menurut Hidayat, renegosiasi 228 pos tarif itu merupakan tuntutan industri nasional yang khawatir terhadap dampak ACFTA.

Dari hasil renegosiasi ACFTA yang gagal tersebut, pemerintah tidak memiliki koordinasi dan terkesan sekali ketidakkompakan antar pejabat menteri terkait. Menteri Perdagangan yang menjadi wakil Indonesia dalam perundingan dengan China lebih mengutamakan berlangsungnya perdagangan bebas ACFTA secara penuh tanpa mengindahkan kesiapan dan dampaknya terhadap industri nasional dan perekonomian. Karena itu tidak aneh, dalam mengambil keputusan renegosiasi Menteri Perdagangan tidak mau berunding terlebih dahulu dengan Menteri Perindustrian.

Sikap lembek pemerintah sudah bisa ditebak, sebab pemerintah tidak memiliki visi dan orientasi untuk melindungi dan memajukan industri dan perekonomian nasional. Pemerintah juga memiliki sikap pragmatis; ikut-ikutan tren perdagangan bebas seolah-olah pemerintah memiliki semboyan: “Walau ekonomi hancur, yang penting kesohor di dunia internasional”. Naudzubillahiminzalik.

[Jurnal Ekonomi Ideologis/ www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Kompas.com (6/4/2010), Menperin Kecewa Gagalnya Renegosiasi.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *