Pemeritah Harus Melarang Ekspor Beras

MEDIA

MEREKA BICARA – EKSPOR BERAS

Banjarmasin Post – Senin, 31-03-2008 | 00:30:56
EKSPOR BERAS – Pemerintah harus membatasi ekspor beras di saat harga beras di pasar internasional mengalami kenaikan, sehingga stok beras bagi kebutuhan dalam negeri tercukupi.

Seharusnya Dilarang

Hidayatullah Muttaqin
Dosen Ekonomi Unlam
Pemerintah Harus Melarang Ekspor BerasPemerintah harus mengutamakan kebutuhan beras nasional. Persediaan beras atau pangan harus mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk jangka panjang. Meski pasokan dalam negeri cukup, tidak perlu ada penjualan beras ke luar negeri. Selama ini, ekpor beras hanya menguntungkan eksportir. Sebaliknya, masyarakat dan petani dirugikan.

Jadi ekspor beras seharusnya dilarang bukannya dibatasi, sehingga tidak mengurangi pasok dalam negeri. Perlu diperhatikan sekarang, bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani? Apalagi petani di Indonesia kebanyakan penggarap, bukan petani pemilik. Sementara itu, lahan pertanian juga semakin sempit dan kondisi demikian bisa mengancam kebutuhan pangan kita. (mia)

Utamakan Petani

M Rizali
Mahasiswa IAIN Antasari Banjarmasin
Sejak dulu kesejahteraan petani tak pernah meningkat meski harga beras di pasar naik. Lebih memprihatinkan saat Indonesia kebanjiran beras impor, harga beras lokal anjlok dan petani semakin dirugikan.

Kondisi yang sama juga dirasakan petani di saat eksportir menjual beras ke luar negeri. Secara bisnis, yang diuntungkan eksportir bukan petaninya. Pemerintah harus peka terhadap persoalan itu.

Banyak petani di Indonesia yang memiliki lahan sempit dan bekerja sebagai buruh tani, karena mereka tak memiliki lahan. Dampaknya, mereka tidak bisa menentukan harga yang sesuai untuk hasil panen mereka sehingga tidak akan menjadi mandiri.

Jadi, naiknya harga beras internasional belakangan ini ternyata belum menjadi rezeki petani Indonesia. Meski saat ini ada kelebihan produksi beras cukup besar, tapi tidak sebesar harapan dan hanya sedikit di atas batas aman kebutuhan dalam negeri. (mia)

Ada Kebijakan

Rusbandi
Masyarakat
Selama ini belum ada kebijakan dari pemerintah yang membuat kehidupan petani kita lebih sejahtera. Faktanya, sebagian besar petani di Indonesia adalah petani penggarap. Itu membuat mereka makin sulit memperoleh penghasilan seperti yang diinginkan. Apalagi pada musim penghujan seperti saat ini, ancaman banjir juga makin membuat petani merugi. Hasil panen menyusut atau malah tidak ada sama sekali, karena diterjang ganasnya air.

Kalau sampai beras kita dijual ke luar negeri, dikhawatirkan terjadi kelangkaan beras di dalam negeri. Harga pun jadi melonjak dan konsumen dirugikan. Seharusnya ada kebijakan tentang hal itu, agar harga beras bisa stabil.

Jadi, saya tidak setuju adanya ekspor beras sebaiknya utamakan kebutuhan dalam negeri dan stabilkan harga. Belum lagi penaikan harga sembilan kebutuhan pokok yang menyulitkan masyarakat, termasuk petani. Tak hanya harganya yang mahal, tidak jarang barangnya sulit diperoleh. Seperti minyak goreng saja, saat ini mencapai Rp 13. 000 per liter. Belum lagi minyak tanah yang harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan tiga liter. (mia)

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *