Pasar Derivatif dan Cengkraman Kapitalisme

Oleh M. Hatta

Dalam pekan ini, BEI (Bursa Efek Indonesia) mengumumkan perihal rencana launcing dua produk derivatif baru dan relauncing produk derivatif yang telah ada sebelumnya di awal tahun 2009.

Produk derivatif baru tersebut beraset dasar (underlying asset) obligasi dan saham. Adapun relauncing produk derivatif yang telah ada sebelumnya adalah kontrak opsi saham dan indeks LQ45 dimana sebelumnya telah dilakukan revitalisasi (dengan menerapkan remote trading dan sejumlah aturan lainnya) terlebih dahulu untuk semakin mempopulerkan produk tersebut di pasar.

Saat ini, produk derivatif di BEI yang sudah secara resmi ditransaksikan adalah sebanyak lima jenis yaitu: kontrak opsi saham, kontrak berjangka indeks (LQ 45 Futures), mini LQ 45 Futures, LQ45 Futures Periodik, dan Japan Futures.

Pihak BEI mengungkapkan bahwa, tujuan dari launcing produk derivatif baru adalah untuk meningkatkan likuiditas pasar bursa yang dalam akhir-akhir ini sedang lesu serta sebagai sarana bagi para investor untuk melakukan hedging.

Sekilas Fakta Pasar dan Produk Derivatif

Produk derivatif merupakan produk turunan dari produk utama baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Produk derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini biasanya disebut sebagai underlying assets.

Secara spesifik derivatif diartikan sebagai kontrak finansial antara dua pihak atau lebih guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual aset atau komiditas yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga sudah disepakati bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di pasar spot.

Derivatif memeliki resiko tambahan karena banyak kontraknya bersifat sangat spekulatif sehingga meningkatkan peluang rugi besar jika gagal. Dalam pasar derivatif para spekulan memainkan peran penting dalam perdagangan derivatif keuangan. Mereka membeli dan menjual kontrak-kontrak bergantung pada persepsi mereka tentang gerakan pasar keuangan. Rumor juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan. Sehingga, risiko pasar derivatif berlipat ganda, risiko spesifik perusahaan dan risiko sistemik.

Pemain utama derivatif keuangan adalah bank, pedagang valuta asing, bendahara korporasi (corporate treasurer), institusional investor, dan hedge fund.

Kavaljit Singh dalam bukunya yang berjudul Taming Global Financial Flows, A Citizen’s Guide (dalam Versi terjemahan Indonesianya diberi judul Menjinakkan Arus Keuangan Global) mengatakan bahwa, produk derivatif dalam skala global mulai berkembang dengan pesat pada tahun 1980an dan 1990an.

Lebih lanjut Singh mengatakan tujuan dibuatnya produk derivatif sebagai instrumen yang bisa membantu mengurangi resiko (hedging) para investor  sejatinya tidaklah terwujud. Sebaliknya, ia justru menjadi salah satu sumber terbesar ketidakstabilan dan menyebabkan pasar global yang labil.

Apa yang diungkapkan oleh Singh di atas sejatinya juga berlaku bagi pasar modal secara keseluruhan. Mengapa demikian? Pada awalnya, dibentuknya pasar modal adalah sebagai wadah bagi unit defisit (perusahaan) untuk bertemu dengan unit surplus (investor). Namun, dalam perkembangannya yang terjadi justru adalah terpisahnya antara dua unit tersebut. Dengan kata lain, yang bertemu tidak lagi antara perusahaan yang ingin mendapatkan modal dari para investor. Melainkan adalah pertemuan antara investor yang satu dengan investor lainnya untuk saling mengalahkan (memakan) lawannya dengan cara memanipulasi data atau informasi yang ada demi mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Kerugian Miliar Dolar AS Dalam Transaksi Derivatif

ORGANISASI INSTRUMEN KERUGIAN MILIAR DOLAR AS
Kidder Peabody Minyak forward 4,4
Schneider Property Group Spekulasi derivative dengan menggunakan aset yang digelembungkan sebagai agunan 4
LTCM Selisih suku bunga 4
Sumitomo Corp. Tembaga futures 2,6
Metallgesellschaft Minyak forward 1,9
Pemerintah Orange County Perbedaan suku bungan dengan nota terstruktur 1,7
Kashima Oil Minyak forward 1,5
Barings Future indeks ekuitas keuangan Jepang 1,4
Pemerintah Belgia Swap mata uang 1,2
Daiwa Bank Obligasi future Departemen Keuangan AS 1,1
Balsam Group Akunting yang tidak sah 1

Sumber: Kavaljit Singh.

Penutup

Krisis keuangan yang semakin sering terjadi dewasa ini sudah sangat cukup untuk membuktikan bahwa eksistensi pasar derivatif dan pasar modal secara umum sangatlah tidak relevan dengan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, sangat relevan bagi kesejahteraan segilintir kapitalis lokal maupun global.

Apa yang dilakukan oleh BEI dengan melaunching produk derivatif baru akan semakin menjerembabkan Indonesia ke dalam cengkraman para Kapitalis dan memasukkan Indonesia ke dalam risiko krisis keuangan dunia yang semakin dalam.

Referensi:

    Singh, Kavaljit. 2005, Taming Global Financial Flows, A Citizen’s Guide (Menjinakkan Arus Keuangan Global), Jakarta: INFID.

Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

  1. Data : Krisis keuangan yang semakin sering terjadi dewasa ini sudah sangat cukup untuk membuktikan bahwa eksistensi pasar derivatif dan pasar modal secara umum sangatlah tidak relevan dengan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, sangat relevan bagi kesejahteraan segilintir kapitalis lokal maupun global.

    Apa yang dilakukan oleh BEI dengan melaunching produk derivatif baru akan semakin menjerembabkan Indonesia ke dalam cengkraman para Kapitalis dan memasukkan Indonesia ke dalam risiko krisis keuangan dunia yang semakin dalam.

    Referensi:

    Singh, Kavaljit. 2005, Taming Global Financial Flows, A Citizen’s Guide (Menjinakkan Arus Keuangan Global), Jakarta: INFID.

    Komentarku : kalau bisa jangan terjerumus lagi, kan kasihan negara kita suka banget hancur terus di bidang ekonominya (kecanduan kapitalis economic tools) mungkin keenakan ya bagi para pemainnya…….,tapi penontonnya malah ikutan juga…..hancur lagi deh…….. kapankah negara ini bisa maju ? pendapatan besar dengan tingkat kriminalitas sangat rendah dan kesadaran hukum sangat tinggi dapat diwujudkan, mungkin hanya dongeng saja . maaf,……………………………..mungkin perlu diadakan LOMBA KEMAKMURAN EKONOMI DAN PENEGAKAN HUKUM TINGKAT DUNIA dengan hadiah sertifikat internasional dan nasional legalitas perdamaian abadi (negara anti perang dunia maupun saudara serta anti KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) yang terus-menerus panitianya oleh Perserikatan Bangsa Bangsa.
    Terima kasih.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *