Pasar Bebas Menciptakan Kesenjangan dan Terbatasnya Pelayanan Publik bagi Orang Miskin

oleh: Zubair Husaini

Sebagian besar laporan terbaru hasil survei dan audit mengungkapkan potret tentang kesenjangan yang besar terhadap akses pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan di Inggris. Suatu gambaran telah muncul bahwa area makmur dengan kualitas pelayanan yang baik telah digenggam orang-orang kaya, sementara orang-orang miskin kondisinya lebih buruk. Khususnya kelompok tertentu, seperti masyarakat Islam, telah dirugikan sekali sebagai akibat kondisi kehidupan yang buruk di dalam masyarakat. Permasalahan ini muncul berkaitan dengan keyakinan Kapitalis tentang pasar bebas (free market), yaitu ketersediaan pelayanan publik di manapun anda tinggal tergantung kepada apakah anda dapat membayarnya atau tidak.

Laporan-laporan tersebut menunjukkan suatu pola yang umum bahwa kawasan Selatan Inggris lebih bagus dibandingkan kawasan Utaranya yang lebih suram. Riset yang dilaksanakan oleh Komisi Audit Nasional menunjukkan jumlah pengangguran di Utara Inggris tiga kali lebih besar dibandingkan bagian Selatan. Proporsi jumlah pekerja yang tidak bekerja lebih tinggi 8%, sementara di Selatan hanya 2,7%. Wilayah yang paling buruk lebih tepatnya berada di Barat Utara dan Timur Utara yang telah kehilangan 4000 pekerjaan tahun ini.

Sementara itu, hasil survei Institute untuk Riset Kebijakan Publik mengungkapkan rata-rata para pekerja di Timur Utara hanya akan mendapat setengah dari rata-rata upah nasional tahun 2020. Hal itu menunjukkan jumlah pengangguran yang jauh lebih besar. Tingkat kecakapan akademis di Utara juga paling rendah dan paling sedikit jumlah lulusannya.

Kamar Dagang Timur Utara mengindikasikan secara alami ekonomi di wilayah tersebut rentan berkaitan dengan lemahnya investasi jangka panjang pemerintah nasional. Walhasil, di wilayah tersebut sangat tergantung terhadap ekspor, yakni sekitar 80% dari barang dan jasa yang dihasilkan, sehingga perekonomian di Utara Inggris sangat peka terhadap ketidakstabilan global dan pergolakan pasar.

Sensus tahun 2001 juga menetapkan Timur Utara mengalami ketertinggalan dalam hal kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan. Majelis Regional Timur Utara mengeluarkan sikap, bahwa “adalah tidak dapat diterima seseorang yang dilahirkan di Timur Utara mempunyai harapan hidup yang lebih pendek, kecakapan yang rendah dibandingkan seseorang yang dilahirkan di bagian Tenggara.”

Disamping perbedaan tersebut, ketersediaan pelayan publik juga berbeda dilihat antara kota besar dan kota kecil. Fasilitas yang disediakan oleh otoritas lokal terhadap penduduk di dewan kota praja dan tetangganya yang miskin sangat kontras di mana pelayan yang terbaik diberikan diberikan bagi wilayah yang kaya. Contohnya, dengan hanya sekali mengemudi lewat bagian-bagian kota London yang makmur, seperti Islington, akan ditemui jalan yang dirawat dengan baik, rumah-rumah yang baru dibangun, jalan yang bersih dan rapi dengan hanya sedikit atau tidak ada sampah. Bagaimanapun, hanya sedikit jalan yang kotor, trotoal yang rusak.

Komunitas muslim juga menderita karena standar yang berbeda atas perumahan, pendidikan dan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah lokal dan nasional. Tingkat pengangguran di antara warga keturunan Banglades dan Pakistan jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Riset dari Universitas Warwick menunjukkan bahwa orang Islam di Inggris diklasifikasikan pada tingkat perumahan yang terburuk dan 32% menderita dalam pemukiman yang padat.

Sensus 2001 di kota besar Birmingham menunjukkan sebagian besar pemukiman orang Islam mempunyai kesempatan yang paling sedikit dalam mengakses pendidikan dan kesehatan. Di Sparkbrook yang 59% penduduknya muslim berada pada peringkat 33 yang paling buruk di Inggris dalam hubungannya dengan standar kesehatan, lingkungan, pekerjaan, dan perumahan. Dengan hal yang sama, kondisi pemukiman orang Islam juga sangat buruk, seperti Aston yang berada pada peringkat 27 dan Washwood Heath berada pada posisi 186. Dalam semua wilayah tersebut, masyarakat Islam mengisi 0,5% pemukiman yang terburuk.

Pusat Riset Etnik Minoritas Universitas Warwick menyatakan :

“Kita harus memperhatikan kebijakan dan perlakuan terhadap orang Islam. Kebijakan yang sekarang adalah tidak cukup.”

Apakah yang menyebabkan perbedaan tersebut pada sebagian negeri ini dan di antara perbedaan bagian masyarakat yang meyakini Kapitalis bahwa pasar bebas (free market) sebagai jalan terbaik dalam menyediakan jasa dan mendistribusikannya di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, negara-negara Barat berkenan memperkenalkan pasar bebas melalui privatisasi dan menyerahkan public utilities (sarana, barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat) seperti pendidikan, kesehatan dan transportasi kepada swasta. Kapitalisme mengklaim bahwa pasar bebas (free market) dengan tanpa campur tangan pemerintah akan menaikkan standar kehidupan seluruh rakyat.

Namun bagaimanapun juga pasar bebas telah memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan swasta dengan penambahan beban terhadap masyarakat berupa semakin mahalnya berbagai harga kebutuhan masyarakat sehingga terjadi pemborosan di sana sini. Lebih dari itu, perusahaan swasta sangat selektif dalam melakukan investasi. Mereka memilih tempat-tempat investasi yang memberikan keuntungan bagi mereka. Faktor ini menambah kesenjangan di masyarakat.

Public Utilities yang dikelola swasta tetapi tidak menguntungkan seperti yang berada di pemukiman orang Islam, terpaksa gulung tikar. Juga pasar bebas membuat tidak tersedianya perumahan yang murah dan memenuhi standar karena perusahaan swasta lebih berorientasi membangun perumahan dan apertemen mewah yang tentu saja tidak dapat dijangkau oleh kebanyakan masyarakat. Akibatnya hanya orang-orang yang mampu membayar saja yang dapat menjangkau sekolah, rumah sakit dan berbagai kebutuhan lainnya.

Untuk public utilities yang tidak menguntungkan bagi swasta dengan sangat malas diambil alih pemerintah untuk menghindari gejolak sosial. Public utilities yang dikelola pemerintah seperti pendidikan, kesehatan dan transportasi kualitasnya lebih rendah, kekurangan sumber daya, dan tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di dalam negara Islam, pengaturan sektor publik sangat berbeda dengan Kapitalisme. Perumahan, pendidikan dan kesehatan adalah hak semua warga negara Khilafah baik orang Islam maupun non muslim. Karena kesejahteraan setiap individu di dalam masyarakat tidak dapat terjadi jika dibiarkan mengalir begitu saja dalam mekanisme pasar apalagi seperti konsep pasar bebas (free market).

Nabi Muhammad saw bersabda :

“Kaum muslimin itu berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput dan api”. (HR. Ibnu Majah)

Negara wajib menjamin ketersediaan public utilities bagi setiap warga negara Khilafah. Khalifah (imam) bertanggungjawab dalam menyediakan sekolah, rumah sakit, jalan dan transportasi sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Hal ini memungkinkan karena terkumpulnya pendapatan negara seperti kharaj dan pajak terhadap orang-orang kaya. Misalnya, di sepanjang kota-kota Khilafah Abbasiyah seperti Bagdad, Corodba dan Toledo mempunyai banyak rumah sakit dan universitas yang berkualitas tinggi.

Kesenjangan kekayaan dan perolehan pelayanan publik seperti yang terjadi di Inggris dan di belahan dunia lainnya dapat dicegah oleh manajemen kebijakan politik ekonomi Khilafah yang berdasarkan yang syari’ah. Jika suatu propinsi berada dalam kondisi yang makmur, maka Khalifah tidak mengijinkan pendapatan provinsi tersebut hanya digunakan untuk pemerintahan dan penduduknya sendiri. Tetapi pendapatan dari berbagai provinsi disatukan bersama-sama kemudian Khalifah mengalokasikannya kembali ke tiap-tiap provinsi berdasarkan kebutuhan pemerintah dan penduduknya. Dengan cara ini diasparitas antar provinsi dapat dihindarkan.

Nabi Muhammad saw bersabda :

“Imam yang memimpin manusia adalah laksana seorang penggembala, dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya”. (HR Muslim).

Orang Islam di Inggris adalah garis terdepan dari banyaknya ketidakadilan ideologi Kapitalisme. Kita selaku muslim tidak boleh dibohongi oleh ide-ide pasar bebas (free market) yang hanya menghasilkan kesenjangan dan pembatasan akses terhadap pemenuhan kebutuhan hidup bagi seluruh manusia. Tetapi kita harus berupaya memahami ideologi Kapitalisme baik pemikirannya (fikrah) maupun aplikasinya (thariqah) agar dengan mudah ide-ide kufur tersebut dirobohkan. Pada waktu yang sama, setiap usaha harus dilakukan untuk menyempurnakan kehidupan masyarakat secara praktis dengan Islam agar terbentuk sistem khilafah sehingga kegelapan yang selama ini menutupi umat tersingkap.

Sumber : www.1924.org,Free Market Approach Leads to Inequalities and Poor Availability of Basic Services, 2 Oktober 2003

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *