OJK Bakal Menjebol APBN

Gambar: Ekon.go.id

Situs inilah.com melansir sebuah berita yang menyebutkan bahwa, Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) sejak awal pembentukan 2013 hingga 5 tahun ke depannya akan sangat bergantung
kepada kantong APBN. Hal ini disebabkan lantaran iuran yang bakal di pungut dari industri jasa keuangan yang ada belum mencukupi untuk kebutuhan operasional OJK. Bahkan, industri jasa keuangan sedari awal mewanti-wanti agar ke depannya iuran yang ditarik OJK tidak sampai membebani keuangan industri jasa keuangan itu sendiri.

Mengapa cost operasional OJK begitu tambun? Sebagaimana yang juga dilansir oleh inilah.com, penyebab salah satu tambunnya operasional OJK adalah terkait dengan gaji pegawai OJK yang begitu besar bahkan melebihi gaji pegawai BI dan Kemenkeu. Hal ini dilakukan guna menjaga independensi pengawasan yang dilakukan oleh OJK. Padahal gaji pegawai BI sendiri sudah tergolong cukup besar. Bayangkan saja, gaji seorang Gubernur BI bisa mencapai Rp158 juta lebih belum termasuk berbagai tunjangan yang juga begitu besar.

Akankah dengan gaji yang begitu besar membuat pegawai OJK anti uang pelicin? Kita lihat saja, yang jelas apabila kita berkaca dengan kasus yang terjadi di Dirjen Perpajakan membuat kita ragu akan bersihnya OJK dari uang pelicin. Begitupula dengan kasus BI dimana salah satu mantan Deputi Seniornya, yaitu Miranda S. Gultom, yang telah menjadi tersangka dalam kasus penyuapan (cek pelawat) anggota DPR untuk meloloskan dirinya menjadi Deputi Senior BI.

Lebih jauh dari itu, Pembentukan OJK yang menurut Undang-undang no. 21 tahun 2011 salah satunya adalah dalam rangka mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil juga sangat diragukan pencapaian dan keberhasilannya. Hal ini mengingat instrumen-instrumen yang digunakan industri keuangan adalah instrumen yang sejatinya adalah instrumen yang rusak dan cacat sejak lahirnya, yaitu bunga (interest), fractional reserve requirement (FRR atau sistem cadangan sebagian), dan fiat money.

Karenanya, bagaimanapun tingkat pengawasan yang dilakukan oleh otoritas keuangan tidaklah mampu untuk meredam daya rusak sektor keuangan yang begitu spekulatif dan rakus terhadap sektor riil. [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

Referensi:

1. Inilah.com (17/4/2012), OJK Bakal Sedot APBN Selama 5 Tahun.
2. Inilah.com (17/4/2012), Inilah Alasan Tingginya Gaji Pegawai OJK
3. Inilah.com (17/4/2012), Gaji Pegawai OJK di Atas BI dan Kemenkeu

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *