New Iraqi Dinar: Investasi atau Spekulasi ?

MEDIA

Berikut ini cuplikan ulasan tentang bisnis Dinar Iraq yang diterbitkan Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin edisi Jum’at 4 Januari 2008 yang ditulis oleh wartawati Siti Hamsiah.

BISNIS DINAR IRAK MEWABAH

Uang pecahan Dinar Iraq yang baru kini menjadi lirikan banyak pelaku bisnis. Apakah ini investasi ataukah spekulasi yang diharamkan Islam ?

Kami ajak anda untuk bergabung dalam investasi Dinar Iraq yang cukup menjanjikan (harga partai), hubungi (0511) 7652xxx.

Promo Dinar Irak beli 50 set bonus TV 29 inc, beli 100 set bonus sepeda motor. Hubungi (0511) 7425xxx.

Itu dua di antara sekian banyak iklan promo Dinar Irak yang dimuat salah satu koran di Banjarmasin dalam beberapa hari terakhr. Semuanya menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, dengan iming-iming bonus pula untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

Iraq yang dikenal dengan negeri 1001 malam kini menjadi lirikan sebagian pelaku bisnis yang gemar berinvestasi. Pecahan Dinar Iraq yang baru tanpa ada gambar Saddam Husein kini telah beredar di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Tidak terkecuali dengan para pelaku bisnis di Banjarmasin. Saat ini, tidak sedikit warga kota Seribu Sungai membeli dan menyimpan mata uang New Iraqi Dinar tersebut.

Ada daya tarik apa dari mata uang Dinar Iraq yang baru ini ? Banyak alasan yang menyebabkan orang membeli dan menyimpannya. Seperti Rahmat, warga Banjarmasin ini mengaku, ia menginvestasikan dananya untuk mata uang Dinar Iraq karena tertarik peluang keuntungan yang besar.

Datanya, sebelum Irak diinvasi Amerika Serikat, saat Saddam Husein masih berkuasa nilai 1 Dinar Iraq sebanding dengan 3,2 dolar Amerika atau Rp 30 ribu lebih. Setelah invasi AS, mata uang Dinar Iraq jatuh ke angka 6 ribu Dinar Iraq per dolarnya.

Diharapkan ke depan, dengan semakin banyaknya masyarakat yang menginvestasikan uangnya ke Dinar Iraq, nilai mata uang tersebut menguat. Malah, jika saat ini kita membeli dan menyimpan Dinar Iraq dengan harga Rp 30/ Dinar Iraq misalnya, diharapkan 2 hingga 5 tahun ke depan nilai 1 Dinar Iraq setara dengan 1 dolar Amerika.

“Keuntungan dari kenaikan Dinar ini tinggal dikalkulasikan dengan jumlah Dinar yang anda simpan,” kata Rahmat. Kini, Rahmat juga melayani jual beli Dinar Iraq tersebut.

Perhitungannya, jika anda menyimpan 1 juta Dinar Iraq dengan investasi Rp 30 juta (1 juta Dinar Iraq x Rp 30) saat ini, maka saat nilai 1 Dinar Iraq sama dengan 1 dolar Amerika (asumsi US$ 1 = Rp 9.000) nantinya, uang anda akan berkembang menjadi Rp 9 miliar.

“Prinsip saya juga, membeli Dinar Iraq sama dengan memperkuat mata uang ini dan membantu pemulihan ekonomi Iraq,” katanya diplomatis.

Kepentingan Amerika Serikat

Dari penulusuran data oleh ekonom Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Hidayatullah Muttaqin, New Iraqi Dinar adalah mata uang Iraq berbentuk kertas, dicetak sejak tahun 2003 setelah Saddan dijatuhkan Amerika Serikat. Mata uang ini dicetak di Inggris oleh perusahaan percetakan uang terbesar di dunia De La Rue Company. Pencetakan ini disponsori oleh Bank Dunia dan pemerintahan pendudukan AS.

ari sisi politik ekonomi, bisnis mata uang Dinar Iraq tidak lepas dari kepentingan Amerika Serikat. AS sangat memerlukan cara-cara untuk mengurangi beban biaya perang dan pendudukan atas Iraq. Salah satu caranya adalah dengan mencetak mata uang Dinar Iraq Baru. Sejak tahun 2006, pemerintah Amerika Serikat menyerukan rakyatnya membeli Dinar Iraq sebelum tahun 2007 berakhir. Bahkan Israel, yang sebelumnya melarang warganya membeli mata asing, kali ini membolehkan warganya membeli Dinar Iraq.

“Jadi jangan keliru, Dinar Iraq bukan mata uang emas (dinar) melainkan mata uang kertas belaka,” kata Hidayatullah Muttaqin.

Hidayatullah membenarkan sebelum pencaplokan AS atas Iraq, nilai 1 Dinar Iraq sebanding dengan 3,29 dolar Amerika. Namun setelah kejatuhan Saddam Husein, maka mata uang ini turun ke angka 6.000 Dinar Iraq per 1 dolar Amerika. Seiring perkembangannya, di tahun 2007 Dinar Iraq mulai menguat. Hingga Desember 2007, nilai Dinar Iraq meningkat menjadi 1200 per dolar Amerika.

Tren menaik itulah yang kemudian dijanjikan pedagang Dinar Iraq sebagai investasi yang sangat menguntungkan.

“Mata uang Dinar Iraq ini belum diperdagangkan di pasar uang dunia. Hingga saat ini, mata uang Dinar Iraq diperjualbelikan melalui jaringan bank HSBC Hongkong, Standart Chartered Bank dan Manhattan Bank,” katanya.

JUAL BELI MATA UANG YANG DIHARAMKAN

Menurut Hidayatullah Muttaqin, bisnis Dinar Iraq bukanlah bisnis riil atau investasi riil atau sekedar pertukaran mata uang untuk keperluan perdagangan, tetapi bisnis ini adalah spekulasi karena menjadikan mata uang Dinar Iraq sebagai komoditi.

“Syariat memang memperbolehkan pertukaran mata uang untuk kebutuhan transaksi perdagangan atau transaksi lainnya, misalnya melalui money changer. Namun pertukaran ini pun ada syaratnya, yakni harus dilakukan dengan cara tunai saat transaksi terjadi. Sementara menjadikan mata uang sebagai komoditi (dispekulasikan) hukumnya haram” tegas Hidayatullah.

Selain itu, bisnis Dinar Iraq mengandung unsur spekulasi dan angan-angan agar mata uang ini nilai terus naik. Dalam transaksi berbasis spekulasi ini maka yang terjadi adalah zero sum game, yakni satu pihak mendapatkan keuntungan pihak lain mendapatkan kerugian.

Kepada masyarakat, ia mengimbau agar tidak memasuki bisnis ini. Bukan hanya akan mendukung penjajahan Amerika atas Iraq, namun bisnis spekulasi mata uang ini melanggar ketentuan syariat dari sisi pertukaran mata uang dan pelaku spekulasi memenuhi syarat hukum kanzul maal (penimbun harta dalam bentuk mata uang). Allah SWt mengecam keras para pelaku kanzul maal. Dalam QS. at-Taubah: 34, Allah SWt berfirman yang artinya: “… orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang pedih.”

Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

  1. when the value of dinar will back again as like before war with america?

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *