Neoliberalisme Bangkrut Neoliberalisme Berkuasa

POLITIK : Pilpres
Ilustrasi: tocque-ville.it

Ilustrasi: tocque-ville.it

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Hakikatnya, ekonomi Neoliberal dengan Kapitalismenya telah mengalami kebangkrutan ide dengan kegagalan Neoliberalisme menanggulangi krisis berdasarkan ide dasar kaum neolib, yakni laissez faire. Namun tidak bisa dipungkiri, institusi Neolib masih tegak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dalam rangkain menuju puncak kekuasaan tertinggi di Indonesia, isu Neolib kembali mencuat terutama distumulir oleh pilihan SBY terhadap Boediono sebagai pasangan CaWapresnya. Boediono yang sejak lama dikenal sebagai ikon Neolib di Indonesia pun menjadi sasaran tembak.

Sebenarnya tidak salah menunjukkan bahwa Boediono adalah seorang Neolib, walaupun kubu SBY-Berboedi membantah bahwa mereka Neolib. Juga adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjelaskan posisi kandidat pro asing ini kepada masyarakat. Yang harus kita waspadai adalah isu ini dimanfaatkan oleh pasangan kandidat yang lain untuk memuluskan pencalonannya.

Seolah-olah SBY-Boediono saja yang Neolib sementara yang lain tidak. Padahal track record pemikiran dan kebijakan mereka sewaktu memegang pemerintahan menjalankan ide-ide Neoliberal. Sebagaimana diungkapkan Revrisond Baswir dalam Diskusi Neolib dan Ekonomi Kerakyatan (25/5/2009).

Menurut Revrisond “Ketiga capres semuanya mantan orang dalam pemerintahan, sehingga sulit mengubah neoliberlisme itu. Tiga capres itu tidak meyakinkan kita mereka bisa menjalankan ekonomi kerakyatan,” sebagaimana dikutip Detikfinance.com.

Dari ketiga kandidat pemimpin Indonesia, sulit untuk tidak berharap bahwa Indonesia bisa lepas dari Neoliberalisme. Sebab sistem Indonesia sudah terformat dalam kerangka Neoliberalisme dan menjadi subordinasi Kapitalisme Global.

Sungguh sangat ironis tentunya, di saat ide neoliberalisme sudah mengalami kebangkrutan dan menzalimi seluruh umat manusia, negeri ini “tanpa sadar” mengukuhkan sistem Neoliberalisme.

Kita terjebak pada permasalahan profil calon pemimpin semata, tetapi kita abai terhadap sistem Neolib itu sendiri yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari sistem pemerintahan dan ekonomi Indonesia. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]


Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *