Mimpi di Siang Bolong Bersama Kapitalisme

oleh: Hidayatullah Muttaqin

Mimpi kata orang hanyalah bunga tidur. Namun yang satu ini lain. Bagaimana Kapitalisme mengimpikan impiannya di tengah dahaga yang dirasakan hampir seluruh penduduk bumi. Tentu impiannya janji-janji untuk memenuhi dahaga penduduk bumi tersebut. Yaa… itulah mimpinya Kapitalisme di siang bolong.

Dalam mimpinya, Kapitalisme mengumbar janji kepada manusia, bahwa keadilan (baca: keseimbangan) hanya dapat terjadi jika seluruh potensi-potensi perekonomian diserahkan sepenuhnya pada pasar. “Ujar” Adam Smith pasar akan menciptakan keadilan dan kemajuan ekonomi melalui peranan “sitangan gaib” (the invisible hands). Aneh! Sampai sekarang kok masih banyak orang yang ikutin jurus irasionalnya Adam Smith tentang cerita tahayul “sitangan gaib” ini.

Penduduk dunia yang lagi dahaga (maksudnya: negara-negara berkembang) menaruh harapan besar akan janji ini sehingga dengan sepenuh hati mereka mendukungnya, sayangnya mereka kelupaan membawa akal untuk berpikir jernih dan mendalam. Akhirnya mereka ikut terlelap dalam buaian mimpi Kapitalisme. Di sisi lain sebagian kecil manusia anak-anak Kapitalisme bertepuktangan sambil tertawa picik.

Alangkah senangnya orang-orang ini, mereka mempunyai kesempatan besar memenangkan persaingan dan menguasai pasar karena mempunyai “sangu” (baca: modal) yang sangat besar sehingga dengan mudah melahap penduduk dunia yang sedang dahaga tadi. Apalagi sekarang pil koplo yang bernama privatisasi dan shabu-shabu free trade (perdagangan bebas) sedang ngetren. Anak-anak Kapitalis memang sengaja dididik untuk menguasai dunia, persis apa yang sering diungkapkan kartun sitikus kecil Brain kepada temannya Pinky, “kita akan menguasai dunia Pinky.”

Bila penduduk dunia yang sedang dahaga “teler” karena mengkonsumsi barang-barang haram tersebut, maka cukup diberi obat penenang “hutang luar negeri.” Jika jatuh sakit maka cukup dipanggilkan dokter IMF. Dokter IMF akan kasih obat dewa mabuk ? “cabut subsidi BBM, listrik, air ledeng, telpon, pendidikan, dll.” Kata dokter IMF obat ini mengurangi beban kantong kamu (maksudnya defisit APBN). Padahal maksud sebenarnya supaya penduduk bumi yang dahaga tersebut selekas-lekasnya membayar hutang + bunganya sekaligus membeli barang dagangan saudagar Kapitalis tadi (seperti impor paha ayam Amerika). Akibatnya pasien dokter IMF ini benar-benar mabuk ditambah tuntutan dan rengekan anak-anak serta keluarga yang ditanggung karena jatah makannya dikurangi dari satu kali sehari menjadi seminggu satu kali.

Dalam mimpinya yang lain, Kapitalisme ingin mengajarkan bagaimana filosofi hidup yang menyesatkan. Dalam filosofi ini, diperkenalkan bahwa ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana memenuhi kebutuhan hidup yang “tak terbatas” sedangkan barang-barang yang dibutuhkan tersebut (sumber-sumber ekonomi) terbatas adanya (faktor kelangkaan – scarcity).

Kesesatan yang pertama adalah pandangan kebutuhan manusia yang tak terbatas. Dari sisi bahasa, kebutuhan mempunyai makna yang jelas yakni sesuatu yang dibutuhkan manusia pada waktu tertentu dengan jumlah terbatas. Katakan manusia membutuhkan tempat berlindung, maka yang dia butuhkan adalah rumah yang layak huni. Manusia membutuhkan makanan, maka manusia membutuhkan makanan yang sehat dalam jumlah paling banyak sampai makanan tersebut dapat mengenyangkan dia (artinya terbatas pula). Kebutuhan akan muncul kembali ketika masa guna barang yang dikonsumsi tersebut habis.

Kesalahan dalam memahami kebutuhan karena disamakannya antara kebutuhan dengan keinginan (need=want?). Padahal keduanya terdapat perbedaan yang sangat jelas. Keinginan memang memungkinkan tak terbatas dan sifatnya relatif pada diri tiap individu. Orang membutuhkan rumah, bisa jadi keinginannya rumah mewah. Orang membutuhkan makanan, bisa jadi keinginannya makan direstoran terkenal.

Kesesatan yang ke dua pandangan sumber-sumber (resources) itu terbatas adanya. Benarkah demikian? Ternyata resources itu cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam hal ini Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk kemaslahatan dan kesejahteraan manusia. Jadi tinggal manusia itu sendiri yang menggali rahasia-rahasia yang ada di balik alam ini dengan sains yang dia miliki.

Permasalahan-permasalahan yang muncul seperti kemiskinan, ketimpangan struktur ekonomi disebabkan oleh distribusi harta yang kacau di tengah masyarakat, bukan karena resources yang terbatas.

Misalnya penduduk Indonesia yang kekurangan gizi, bukan disebabkan oleh terbatasnya jumlah makananan, tetapi karena mereka tidak mampu membeli kebutuhan hidup mereka itu. Seandainyapun terjadi gagal panen maka dapat di atasi dengan jalan impor dan perbaikan pertanian dalam jangka panjang.

Buaian mimpi Kapitalisme di siang bolong ini harus diakhiri. Jika tidak dunia hanya akan dipenuhi mimpi-mimpi semu yang hanya menjanjikan kesengsaraan belaka. Kapitalisme memang membawa sengasara!!!

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *