Mewujudkan "Green and Clean" di Banua dengan Metode Islam

Sumber gambar: ozarknaturalshine.com

 

oleh M . Hatta, SE, MSI

 

Jurnal-ekonomi.org – Sebagaimana diberitakan situs radarbanjarmasin.co.id (05-02-2011), Pemerintah Kota Banjarmasin bekerjasama dengan harian pagi Radar banjarmasin dan PT. Unilever Indonesia di awal tahun 2011 ini bersama – sama akan melaksanakan agenda Green and Clean.

Sesuai dengan makna dari Green and Clean itu sendiri yaitu Hijau dan Bersih, program ini tentu bakal mendapat dukungan oleh semua warga banua, tak terkecuali satupun. Hanya saja kemudian bagaimana mengimplementasikannya di lapangan?

Tantangan

Dalam mewujudkan green and clean terdapat tantangan yang dapat dikatakan tidak mudah untuk diselesaikan, mulai dari masalah yang bersifat teknis hingga konsep ekonomi dan politik yang ada di negeri ini. Dari segi ekonomi misalnya, solusi ekonomi Kapitalisme dalam menjaga lingkungan selama ini hanya tertuju kepada bagaimana pembangunan yang ada bersifat ramah lingkungan (friendly environment). Selain itu, juga mengatur bagaimana investasi-investasi yang ada tidaklah pada kegiatan yang dapat membahayakan lingkungan.

Namun, dua solusi (pembangunan dan investasi yang ramah lingkungan) di atas terasa dilematis. Mengapa demikian? Karena dalam paradigma ekonomi kapitalis-liberalis adalah bagaimana mencapai pertumbuhan ekonomi setinggi mungkin. Hal tersebut dilakukan atas asumsi, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka akan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan masyarakat.

Padahal, pertumbuhan ekonomi setinggi mungkin tidaklah sejalan dengan pembangunan dan investasi yang ramah lingkungan yang meniscayakan kehati-hatian dalam melaksanakan aktivitas ekonomi. Begitupula  halnya dengan investasi. Lihat saja bagaimana perkembangan investasi selama ini yang lebih cenderung mengejar profit oriented semata. Sebagai contoh investasi di pertambangan Batubara yang begitu besar. Bagaimana dengan besaran investasi di bidang energi terbarukan yang ramah lingkungan, Adakah? Kalaupun ada, dapat dipastikan masih terbilang sangat kecil investasi yang ditanamkan.

Islam Memberi Solusi

Dalam hal permasalahan lingkungan, Islam mempunyai aturan bagaimana menghadapinya. Bagaimana mengelola lingkungan, bagaimana menjaga lingkungan, serta bagaimana memanfaatkan lingkungan.

Secar umum, pandangan Islam terhadap lingkungan dapat kita lihat dari hadits Nabi:

“Sesungguhnya Allah itu Maha baik,meyukai kebaikan. Maha bersih, menyukai kebersihan. Sangat murah pemberiaannya, menyukai kemurahan. Oleh karena itu bersihkanlah halaman-halaman rumahmu dan pekarangan-pekaranganmu”

(HR. Imam Turmudzi)

Bagaimana cara Islam dalam memanfaakan, menjaga, dan mengelola lingkungan terutama terkait dengan kebijakan politik, ekonomi dan sains teknologinya? Di bawah ini kami akan mencoba untuk memaparkannya secara singkat.

Kebijakan Politik

Berbeda halnya dengan politik di dalam Ideologi Kapitalisme, politik di dalam Ideologi Islam di arahkan untuk tujuan mengurus segala masalah umat (masyarakat) baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bukan dalam rangka memperebutkan kekuasaan sebagaimana yang lazim terjadi di perpolitikan Kapitalisme-demokrasi. Dikenallah kemudian istilah “money for power-power for money”.

Apa yang terjadi dalam dunia politik kapitalisme-demokrasi tentunya mustahil terjadi di dalam politik Islam. Hal ini dikarenakan sifat dari aktivitas politik yang dianutnya, yakni untuk mengurus masalah umat dengan panduan sistem hukum atau tata aturan yang berlandaskan kepada syariah. Sementara itu, sistem hukum yang berlandaskan kepada syariah tidaklah bisa dibajak oleh para kapitalis sebagaimana yang terjadi dengan sistem hukum kapitalisme-demokrasi.

Mengapa tidak bisa dibajak oleh Kapitalis? Karena sistem hukum dalam Islam tidaklah boleh datang dari (dihasilkan oleh) manusia, dan hanya khalifah yang berhak mengadopsi hukum (tentunya berdasar kepada dalil terkuat, bukan suara mayoritas). Dari sinilah, sistem hukum yang berlaku dalam Islam tidak akan merugikan, apalagi sampai merusak atau bahkan menghancurkan lingkungan.

Kebijakan Ekonomi

Kebijakan ekonomi yang utama dalam Islam adalah distribusi kekayaan yang merata di tengah-tengah umat. Adapun permasalahan produksi adalah permasalahan kedua. Apabila dalam tingkat produksi tertentu sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat, maka tingkat produksi tidak akan ditingkatkan hanya sekedar untuk menambah pertumbuhan ekonomi.

Disisi lain, barang dan jasa yang dihasilkan hanyalah barang dan jasa yang memang terkategori dibolehkan oleh hukum syara. Tidak sebagaimana yang ada dalam sistem ekonomi Kapitalis barang dan jasa apa saja akan tetap diproduksi selama ada orang yang menginginkannya walaupun status barang dan jasa tersebut membahayakan dan merusak manusia.

Dengan demikian, apabila tingkat produksi dibatasi hanya kepada barang dan jasa yang memang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat dicegah tindakan pengeksploitasian berlebih-lebihan terhadap sumber daya alam (SDA). Hal ini tentunya akan melahirkan lingkungan yang baik.

Kebijakan SainsTek

Dalam sistem kapitalisme, hasil dari sains dan teknologi keberadaanya berfungsi  sebagai alat yang mempermudah kehidupan manusia, juga berfungsi sebagai tanda yang menunjukkan tingkat status seseorang di masyarakat.

Dari sini kemudian terlahirlah sikap dan perilaku yang pamer dan boros dalam mempergunakan barang. Dampak selanjutnya dari sikap dan perilaku pamer dan boros ini adalah semakin banyaknya barang yang masih berfungsi dengan baik tetapi hanya karena disainnya dan bentuk modelnya yang lama akhirnya ditinggalkan atau dibuang dan menjadi sampah. Akibatnya lingkunganlah yang menjadi korban.

Keberadaan sains dan teknologi dalam Islam tidaklah melebihi dari fungsi hakikinya, yakni sebagai alat untuk mempermudahkan kehidupan umat manusia. Adapun pandangan dalam kapitalisme bahwa sains dan teknologi menggambarkan tingkat kedudukan seseorang, maka di dalam Islam hal ini tidaklah dibenarkan. Karena yang membedakan seseorang dengan yang lainnya hanyalah ketakwaannya kepada Allah Swt. [JURNAL EKONOMI IDELOGIS]

Wallahu’alam bi ash Shawab

M. Hatta adalah dosen luar biasa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Author: Admin

Share This Post On

3 Comments

  1. apa langkah yg harus saya lakukan sebagai mahasiswa dalam berperan aktif dalam agenda green and clean daerah saya ?

    Post a Reply
    • awali aktivitas anda bersih-bersih lingkungan rumah, kost,asrama, dan kampus anda, setelah itu buat  gerakan yg lebih agresif, dalam bentuk konseptual dan rencana aksi kemana-mana elemen

      Post a Reply
  2. saya setuju bangat dengan dengan konsepnya pak M.Hatta mari teruss kita perjuangkan dan cari kiat-kiat untuk mengimplementasikannya

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *