Mengapa Masalah Buruh tidak Pernah Selesai dalam Perekonomian Sekarang?

MASALAH BURUH SEPANJANG MASA

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, setiap waktu sering terjadi demonstrasi buruh. Sebenarnya apa yang terjadi ? Pada masa Islam, hampir semua permasalahan buruh nampaknya dapat diselesaikan dengan baik. Bagaimana konsep Islam menyelesaikan permasalahan perburuhan yang berpihak kepada semuanya (baik pengusaha maupun para pekerjanya) ?

Atas jawabannya kami sampaikan jazakumullah ahsanal jaza’.

Wassalam

Jawab :

Wa’alaikum Salam Wr. Wb.

Audzubillah, bismillah, washolatu wassalamu ‘ala Rasulillah, Muhammad ibni Abdillah wa’ala alihi washahbihi wa man walah, amma ba’du,

Saudara penanya,

Berangkat dari semakin menurunnya daya beli masyarakat, dimana melonjaknya harga barang dan jasa (pendidikan, kesehatan dan keamanan) yang tidak diikuti peningkatan pendapatan berupa gaji atau upah pekerja, muncullah tuntutan di seputar peningkatan kesejahteraan hidup. Sebagaimana kita lihat fenomenanya pada demonstrasi buruh yang semakin marak beberapa waktu ini di berbagai daerah.
Bagi pengusaha, jika tuntutan ini direalisasikan, konsekuensi logisnya adalah peningkatan harga penjualan hasil produksi. Di sisi lain, pilihan ini dihadapkan pada derasnya arus barang impor yang memiliki harga lebih kompetitif.

Permasalahan perburuhan adalah problem yang semestinya secepatnya harus diselesaikan oleh semua pihak yang berkepentingan, terutama pemerintah. Karena hal itu menyangkut “upaya pemenuhan kebutuhan hidup” warga.

Mengamati problem buruh yang demikian kompleks tersebut, tentunya juga membutuhkan pemecahan yang komprehensif dan sistematik. Sebab, persoalan tenaga kerja, bukan lagi merupakan persoalan individu, yang bisa diselesaikan dengan pendekatan individual. Tapi persoalan tenaga kerja tersebut merupakan persoalan sosial, yang akhirnya membutuhkan penyelesaian yang mendasar dan menyeluruh. Jadi problem utamanya adalah sistem Kapitalisme yang saat ini diterapkan.

Saudara penanya,

Dalam ekonomi Islam kita tidak mengenal problem buruh yang berlarut-larut seperti saat ini. Mengingat syariah Islam adalah aturan yang menyeluruh yang secara praktis akan menyelesaikan berbagai persoalan manusia.

Untuk menyelesaikan permasalahan mendasar tersebut, langkah penting yang dilakukan adalah melakukan kategorisasi persoalan.

Persoalan pertama, yakni masalah ketenagakerjaan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat, sangat erat kaitannya dengan fungsi dan tanggungjawab negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Persoalan ini haruslah diselesaikan melalui kebijakan dan implementasi negara dan tidak menyerahkan penyelesaiannya semata kepada pengusaha dan pekerja. Cakupan tanggung jawab pemerintah dalam hal ini antara lain, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan) dan membuka seluas-luasnya peluang lapangan kerja.

Sedangkan persoalan kedua, yakni masalah kontrak kerja, dapat diselesaikan sendiri oleh pengusaha dan pekerja. Pemerintah dalam hal ini hanya berfungsi sebagai pengawas sekaligus penengah jika terjadi persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh pengusaha dan pekerja.

Saudara penanya,

Melihat betapa destruktifnya sistem kapitalisme bagi kehidupan kita, maka semestinya sudah saatnya kita meninggalkan sistem Kapitalisme yang telah membuat buruh dan manusia lainnya menderita, dan menggantinya dengan syariah Islam Dengan hal itu akan menghapus duka buruh dan jelas berpihak kepada semuanya (baik buruh maupun pengusaha). Semoga [ ]

Author: Admin

Share This Post On

6 Comments

  1. Assalamualaikum Wr. Wb
    Persoalan mengenai kaum buruh saat ini memang cukup sulit untuk diselesaikan. Banyak persoalan yang muncul saat sebuah perusahaan ingin membuat pekerjanya dapat hidup lebih layak. Karena suatu industri memang tidak bisa hanya memikirkan nasib para pekerjanya tanpa memikirkan kelangsungan industrinya. Disisi lain perusahaan juga tidak akan dapat berjalan tanpa adanya para pekerja yang dengan gigih bekerja untuk perusahaan itu. Mungkin telah banyak perusahaan yang telah menerapkan upah yang layak bagi para buruh, tetapi upah tersebut dianggap kurang layak bagi para buruh. Memang sulit untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah dalam hal ini. Dengan kondisi ekonomi yang kurang stabil yang terjadi di negara kita ini mungkin juga merupakan salah satu sebab sulitnya mencari penyelesaian yang tepat antara sebuah perusahaan dengan para pekerjanya. Suatu perusahaan tentu tidak akan bisa menaikkan gaji para pekerjanya mengikuti kenaikkan harga-harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. Karena semua itu pasti akan membuat pengeluaran suatu perusahaan akan semakin besar. Jadi seharusnya pemerintah harus bisa menstabilkan kondisi ekonomi yang akan membuat harga-harga kebutuhan pokok tidak akan semakin melejit naik, yang tentu saja akan semakin menyengsarakan kaum buruh dengan gaji mereka yang hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

    Post a Reply
  2. masalah yang paling fundamental menurut saya adalah cultur (budaya) dari masyarakat Indonesia yang digiring untuk berpikir atau untuk mempunyai mindset (pola pikir) bahwa “UANG”adalah segalanya, ibarat kata menuhankan uang. Jadi apun yang mereka kerjakan harus menghasilkan uang sebanyak mungkin. Dan bahayanya mereka tidak mengimbangi ekspektasi mereka dengan usaha yang yang benar. Dipihak buruh : para buruh ini merasa ditindas atau merasa hak – hak dirampas dan mereka menuntut untuk dinaikan upah atau gaji mereka dan juga hak – hak mreka yang sudah hilang. Tapi tanpa mereka sadari bahwa mungkin produktifitas mereka tidak sesuai dengan standart yang diharapkan dan mereka kerja seenaknya apalagi kalau tidak ada supervisor mereka tamabah lebih malsa – malasan. Inilahlah mentalitas masyarakat kita saat ini (menurut saya “penulis komentar”). jadi mereka tak pantas juga menuntut hak yang muluk – muluk sedangkan kewajiban mereka tidak mereka penuhi secara maxsimal. DIPIHAK PENGUSAHA atau PERUSAHAAN : Mereka mempunyai prinsip yang sangat kuat bahkan mungkin prinsip itu sudah mendarah daging yaitu prinsdip “bahwa kita harus mengeluarkan pengorbanan yang sekecil – kecilnya untuk mendapatkan untung yang sebesar – besarnya”. Inilah yang membuat mereka mati rasa, hati mereka mati dengan oarang – orang dibawah mereka, yang sebenarnya merekalah (buruh) yang membut perusahaan berjalan (simbiosis mutualisme). Ke-oportunisan merekalah yang membuat masalah ini sulit untuk diselesaikan, dan biasanya mereka juga yang lebih mendapat pembelaan atau yang diuntungkan oleh peraturan -peraturan yang ada.

    Jadi marilah rakyat Indonesia sebangsa dan setanah air, koreksi diri itulah langkah yang paling utama, saling menghormati, dan tidak oportunis. Berpikirlah ” YANG MEMBUAT HIDUPKU BAIK ADALAH DIRIKU SENDIRI “.

    Post a Reply
  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Penyelesaian persoalan masalah buruh untuk saat ini saya rasa sangat sulit untuk diselesaikan karena saat ini kondisi perekonomian negri ini sedang tidak stabil. Semua harga kebutuhan pokok semakin lama semakin meningkat, sehingga sangat menyengsarakan kehidupan para buruh. Faktor inilah yang mendorong para buruh untuk menuntut kenaikan gaji, karna gaji mereka tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Seharusnya besarnya gaji para buruh harus sebanding dengan besarnya peran jasa buruh dalam mewujudkan hasil usaha dari perusahaan yang bersangkutan.

    Bagi perusahaan, buruh adalah asset berharga karena tanpa adanya buruh, perusahaan tersebut tidak akan mampu memproduksi suatu barang maupun jasa. Suatu perusahaan menginginkan para pekerjanya dapat hidup dengan layak dan dapat bekerja dengan optimal. Namun untuk saat ini sangat sulit bagi perusahaan untuk mengabulkan tuntutan para buruh mengingat keadaan kondisi perekonomian sekarang ini yang juga akan mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan karena dengan kenaikan harga bahan baku, tentunya juga akan mempengaruhi kenaikan biaya produksi dan penjualan produk. Apabila harga produk itu dinaikkan, tentunya para konsumen akan memilih produk lain yang harganya terjangkau. Sehingga barang yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak laku dipasaran, apabila hal ini terjadi terus menerus maka perusahaan akan terancam tutup.
    Setidaknya dua hal tersebut yang mendasari mengapa masalah buruh tidak pernah selesai. Seandainya saja pemerintah bisa segera mungkin menstabilkan kondisi perekonomian ini seperti sebelum terjadinya krisis, mungkin masalah buruh akan cepat terselesaikan.
    Wa’alaikum Salam Wr.Wb.

    Post a Reply
  4. Assalamualaikum wr.wb
    penyelesaian mengenai kaum buruh di indonesia saat ini memang sangat mengkhawatirkan, di lain sisi banyak sekali masalah yang harus diselesaikan di negara ini, misalnya; Kasus korupsi, kasus kriminal, kasus pemberdayaan manusia dan lain-lain, salah satunya masalah buruh di indonesia ini yang sekarang dihadapi oleh pemerintah, banyak sekali kasus yang dijunjung oleh para buruh, misalnya; kenaikan gaji pokok, tersedianya sarana dan prasarana dan lain-lain, para buruh ingin meminta hak nya untuk mendapatkan uang untuk kelangsungan hidupnya, tapi tak ayal bagi perusahaanya itu sendiri untuk dapat mengiyakan tuntutan para buruh mengingat kondisi perekonomian di indonesia ini juga sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan ke depan, karena sekarang harga bahan baku yang kian melambung harganya.Bila buruh menuntut kenaikan gaji pokok, seharusnya mereka berpikir dua kali tentang hal tersebut, karena bila perusahaan rugi atau bangkrut meraka jugalah yang akan mendapatkan konsekuensinya, maka dari itu seharusnya pemerintah berpikir positif dengan cara menstabilkan kondisi perekonomian di indonesia sesegera mungkin, agar masalah buruh di indonesia sekarang ini dapat segera terselesaikan.
    walaikum salam wr.wb

    Post a Reply
  5. Assalamu’alaikum wr.wb
    Karena seorang buruh menuntut kesejahteraan yang diharapkan mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam prinsip ekonomi seorang pekerja juga ingin hidup serba tidak kekurangan dalam arti berimbang penghasilannya dengan pengeluarannya. Jika upah para pekerja tersebut dibawah standar akan terjadi loby dan tawar menawar antara buruh yang diwakili serikat buruh dan pengusaha yang diwakili asosiasi pengusaha dalam menetapkan upah minimum provinsi.

    Post a Reply
  6. Mustahal (B100 050 367)
    FE UMS

    Assalamu’alaikum wr.wb

    karena didalam negara, Pemerintah kurang peduli terhadap kaum buruh,dan aturan tentang ketenagakerjaan diatur dalam UU. contohnya saja masalah sistem kontrak kerja atau Outsourcing banyak merugikan pekerja atau buruh.intinnya, sekarang bagaimana system kontrak tidak diligiminasi dalam sebuah UU.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>