Menanggulangi Legalisasi Bisnis MIRAS?

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ada suatu daerah di Indonesia yang dengan semangat otonomi daerahnya para anggota dewan yang terhormat itu baru-baru ini mengesahkan Perda yang awalnya “pelarangan miras” menjadi “pengelolaan miras”.Bagaimana menurut pendapat Ustadz ?

Wassalam

Jawaban :

Wa’alaikum Salam Wr. Wb.

Saudara penanya,

Dilihat dari sisi ekonomi, ini merupakan langkah maju karena menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).Akan tetapi apabila dilihat dari berbagai sisi, ini merupakan langkah mundur.Akibat miras, seorang warga Pekapuran Banjarmasin yang tertidur lelap di rumahnya nyaris tewas ditikam pemabuk. Seorang tetangganya dalam keadaan mabuk berat datang diam-diam ke rumahnya dengan membawa sebilah mandau dan membacok tubuh warga tersebut, sekalipun selama ini mereka tidak pernah berselisih. (indomedia.com)

Menurut Jabir Ardiansyah (2002), bahaya minuman keras sangat meresahkan dan menghambat proses pembangunan.Di Jayapura, sebanyak 65 persen angka kriminalitas di Papua disebabkan oleh miras.Akibat miras juga telah merusak seluruh tatanan kehidupan masyarakat Papua dan menghambat proses pembangunan.Apakah masyarakat kita akan mengikuti jejak masyarakat Papu ? Semoga tidak.

Saya teringat kisahketika Rasulullah Muhammad SAW menerima ayat dari Tuhan tentang pengharaman khamr (miras).Sebelum turun ayat tersebut, banyak para sahabat bergerombol sambil minum miras.

Ketika ayat tersebut turun dan disampaikan kepada seluruh masyarakat (saat itu), maka ketika sebagian orangtengah memegang minuman di tangannya, sebagian lagi telah meminumnya dan sebagian lagi masih berada di dalam cangkirnya.Ketika cangkirnya diangkat (hampir menyentuh bibirnya), maka seketika itu juga dicampakkannya cangkir dan bejana-bejanamiras, seraya mereka berkata, “Kami telah berhenti wahai Tuhan kami”.Tidak hanya itu, kemudian semua orang yang memiliki miras menuju jalan-jalan lalu menumpahkannya,bahkan pada waktu itu diibaratkan banjir miras.

Mungkin para alkoholic sekarang sewaktu cangkirnya diangkat hampir menyentuh bibirnya dan dikasih tahu bahwa itu adalah racun, mungkin akan berargumen, “Wah, tanggung nich…” sambil menghabiskan satu sloki. Mubazir kalau dibuang katanya.

Di negeri yang menganut sistem kapitalistik ini justru miras sangat mudah ditemukan di gedung-gedung mewah, hotel, losmen, pub, diskotik hingga warung-warung kecil.Aparat tidak henti-hentinya menggelar operasi, bahkan telah berhasil menyita ribuan botol miras.

Pemerintah bisa saja berjuta-juta kali berkampanye memberantas miras, namun tetap saja upaya itu belum menuai hasil.Mengapa ?Karena upaya pemberantasan hanya ditujukan kepada penjual, pengedar dan pemakainya saja, bukan ditujukan kepada pembuat dan pemberi ijin.Jika pemerintah secara sungguh-sungguh memberantas miras, maka langkah pertama dan utama yang harus dilakukan adalah menutup pembuatnya (pabrik yang mempoduksinya).

Abdurrahman al-Maliki dalam bukunya Nidzam al-Uqubat, menjelaskan secara detail tentang miras dan sanksinyayang setimpal, apabila terbukti.Sanksi pada kasus apapun yang diterapkan semestinya berfungsi sebagai pencegah dan penebus.Pencegah maksudnya, dengan sanksi itu orang takut bertindak kriminal, karena menyadari beratnya hukuman.Penebus maksudnya orang berdosa di dunia harus mendapat hukuman agar ia terlepas dari siksa yang lebih pedih di akherat kelak.Sehingga miras yang laku keras saat ini, akan dicampakkan dengan sendirinya oleh diri kita, masyarakat, aparat dan pemerintah. Semoga. [ ]

Author: Admin

Share This Post On

35 Comments

  1. Sangat tidak setuju, karena perda yang terdahulu sudah jelas melarang miras untuk beredar di masyarakat karena dapat mengakibatkan rusaknya moral para manusia dan menimbulkan tindakan kriminal dimana-mana.Dan apabila perda tentang pelarangan miras diganti dengan perda pengelolaan miras akan menjadi ancaman daerah tersebut karena dengan pengelolaan miras sama saja dengan menghalalkan orang untuk memakai dan berbisnis miras.

    Post a Reply
  2. Tidak Setuju.
    Alasan utama :
    1. Negara kita adalah negara beragama sehingga akan menyalahi aturan dan norma norma agama.
    2. Tindakan kriminalitas akan semakin banyak akibat perubahan PERDA tersebut dan moral masyarakat semakin rusak.
    3. Negara akan semakin kacau hal ini di karenakan pertentangan kalangan pebisnis dan kalangan agama, semakin banyak demontrasi yang radikal karena PERDA tersebut.

    Post a Reply
  3. TIDAK SETUJU
    karna bagaimnapun juga yang namanya miras tu sudah jelas dilarang dalam Al Qur’an, dan lebih lagi suatu usaha yang diawali dengan sesuatu yang haram tentu akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik.

    Post a Reply
  4. Saya Tidak Setuju,,,,jika perda tentang “pengelolaan miras” itu di sah kan… pasti semua orang akan memproduksi miras lebih banyak lagi dan membuat penduduknya sulit diatur…karena pengaruh alkohol yang terkadumg didalam miras…selain itu angka kejahatan dan tidak kriminalitas semakin tinggi. kalau bisa miras di berantas saja. soalnya dengan miras akan membuat hidup semakin sengsara…

    Post a Reply
  5. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dengan adanya peraturan Perda yang baru ini saya sangat tidak setuju karena Perda yang terdahulu sudah sangat jelas melarang miras beredar di masyarakat, tetapi mengapa peraturan yang sudah berlaku tersebut harus diganti. Seharusnya tugas Perda yang baru itu adalah melanjutkan visi dan misi Perda yang lama selama visi dan misi tersebut baik bagi masyarakat, khususnya dalam hal pelarangan penggunaan miras.
    Apabila peraturan Perda baru yang akan menjadikan daerah tersebut menjadi pengelolaan miras tetap dilakukan, maka dikhawatirkan nantinya daerah tersebut akan menjadi daerah yang penuh dengan kriminalitas, karena tingkat kriminalitas bisa terjadi dan diawali dengan mengkonsumsi miras.
    Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam, seharusnya pemerintah melarang kebijakan Perda tersebut karena miras sangat dilarang dalam agama islam. Selain itu miras adalah salah satu penghancur yang akan merusak mental dan perilaku generasi muda yang merupakan generasi masa depan keluarga, generasi masa depan daerah dan bangsa Indonesia.
    Salah satu jalan untuk memerangi miras adalah perlunya segera dibuat Perda yang berisi tentang larangan memproduksi dan menjual miras dalam masyarkat.
    Wa’alaikum Salam Wr.Wb.

    Post a Reply
  6. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya sangat tidak setuju .karena dengan adanya pengesahan Perda baru yang awalnya “pelarangan miras” menjadi “pengelolaan miras” akan membawa dampak buruk bagi daerah setempat seperti akan timbulnya kriminalitas karena banyak orang yang mengkonsumsi miras serta hal tersebut akan merusak moral masyarakat dan dengan perda baru tersebut akan memberikan peluang bagi para pembisnis untuk memproduksi miras lebih banyak lagi.

    Post a Reply
  7. Assalammualaikum wr.wb.
    Permasalahan mengenai menaggulangi legalitas bisnis miras menurut pendapat saya adalah kurang setuju.Mengenai hal tesebut,padaPerda yang sebelumnya jelas-jelas sudah melarang bisnis miras untuk beredar dilingkungan masyarakat karena bahaya miras sangat meresahkan dan menghambat proses pembangunan dan juga dapat merusak moral masyarakat.Jika miras terus diperbolehkan tetap beredar maka akan menimbulkan tindakan kriminalitas.Dalam prinsip dasar transaksi dalam hukum islam dan barang yang dibuat untuk transaksi barang haram akan bertentangan dengan syara’.Bila Perda tentang “pelarangan miras”diganti menjadi “pengelolaan miras maka akan menjadi cambuk yang keras bagi tiap-tiap daerah,maka perlu dibenahi dan secepatnya harus segera diberantas.
    Wasalammualikum wr.wb

    Post a Reply
  8. Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya tidak setuju apabila PERDA mengubah “pelarangan miras” mejadi “pengelolaan miras”.Karena, dengan adanya pelarangan miras saja masih banyak orang yang mengkonsumsi barang haram tersebut. Apalagi adanya kata “pengelolaan” itu terasa tidak tegas,sehingga banyak orang yang akan bersifat masa bodo dengan adanya larangan mengkonsusi miras. Dan dengan adnya sifat seperti itu akan merusak mooral, sehingga tidak di pungkiri akan terjadi hal-hal buruk bahkan terjadi hal-hal kriminal. Kita tinggal dan hidup di negara yang mempunyai agama, harusnya tahu norma-norma agama dan tidak menyalahi norma yang ada.

    Post a Reply
  9. Saya tidak setuju..
    Miras adalah minuman haram yang dapat merusak tubuh pemakai dalam jangka waktu yang tak kentara. Selain itu mengkonsumsi miras hanya membuahkan kejahatan saja. Tidak ada untungnya mengkonsumsi minum-minuman seperti ini.
    Bagaimana mungkin mengesahkan Perda tentang pengelolaan miras. Tak ada alasan untuk melakukan itu. Menurut saya itu hal yang tak ada gunanya dan bodoh.

    Post a Reply
  10. TIDAK SETUJU,
    Karena peredaran miras itu hanya merusak moral yang meminumnya.Dan di dalam Al Quran miras itu minuman yang haram dan da larang oleh agama.
    di jaman sekarang saja moral-moral anak muda sudah hancur apalagi di tambah dengan hal-hal yang tdk baik seperti miras.

    Post a Reply
  11. tidak setuju,
    otonomi daerah berarti kebebasan suatu pemerintah daerah untuk mengatur daerahnya sendiri, bukan berarti bebas untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat, dalam hal ini pengelolaan miras. Sudah diketahui bahwa miras lebih banyak berdampak negatif bagi orang yang mengkonsumsi maupun di sekitarnya, dan sudah banyak contoh negatifnya…….

    Post a Reply
  12. Menanggulangi Legalisasi Bisnis Miras

    Assalamuaalaikum, wr.wb
    Menurut saya, Dalam hal ini sangat memperlihatkan ketidakteguhan sebuah sikap. Sebenarnya Perda tentang pelarangan miras merupakan sebuah tindakan yang sangat baik khususnya bagi masyarakat sekitar. Kemudian dijadikan Perda pengelolaan miras, merupakan sebuah tindakan yang salah besar. Karena dapat merusak moral generasi muda disamping juga mengganggu kesehatan. Karena sebagian besar konsumenmiras adalah generas muda. Seharusnya Perda pengelolaan miras diubah menjadi pengelolaan alkohol karena tidak dapat dipungkiri kita membutuhkan alkohol namun dalam batasan kadar yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Terutama dalam hal dunia kesehatan.
    Wassalam…

    Post a Reply
  13. Assalamualaikum wr.wb.
    Saya sangat tidak setuju, jika perda/anggota dewan mengesahkan pelarangan miras menjadi pengelolaan miras, karena di negara kita sudah sering terjadi tindak kejahatan, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, atau kriminal dan merusak moral dan negara kita, Itu disebabkan karena miras. Bukan hanya itu miras juga berbahaya dan dapat menghambat proses pembangunan di Indonesia. Apabila miras dikelola maka negara kita akan terancam oleh tindakan kriminal. Jika terjadi pengelolaan miras maka sama saja orang untuk berbisnis dan memakainya. Negara kita adalah negara hukum, maka perlu ditegakkan adanya undang-undang pelarangan miras, kalau tidak negara kita akan dicampakkan dengan sendirinya, diri kita dan masyarakat.
    Wassalaualaikum wr.wb

    Post a Reply
  14. Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam mengharamkan setiap persekutuan dalam hal arak, baik yang membuatnya, membagikannya ataupun meminumnya. Siapa saja yang mengerjakan hal tersebut akan beroleh laknat melalui lidah Rasulullah.
    Narkotik baik yang terbuat dari hasyisy (ganja), candu ataupun lainnya sama dengan minuman yang memabukkan tentang haramnya dipergunakan, dibagi dan dibuat.
    Islam juga menentang keras terhadap setiap muslim yang bekerja pada suatu perusahaan atau mata-pencaharian yang ada hubungannya dengan sesuatu yang haram atau melalui perkara yang haram.
    Rasulullah tidak menganggap sudah cukup dengan mengharamkan minum arak, sedikit ataupun banyak, bahkan memperdagangkan pun tetap diharamkan, sekalipun dengan orang di luar Islam. Oleh karena itu, tidak halal hukumnya seorang Islam mengimport arak, atau memproduseni arak, atau membuka warung arak, atau bekerja di tempat penjualan arak.
    Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. pernah melaknatnya, yaitu seperti tersebut dalam riwayat di bawah ini:
    “Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)
    Setelah ayat al-Quran surah al-Maidah (90-91) itu turun, Rasulullah s.a.w. kemudian bersabda:
    “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan arak, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan dia masih mempunyai arak walaupun sedikit, jangan minum dan jangan menjualnya.” (Riwayat Muslim)
    Rawi hadis tersebut menjelaskan, bahwa para sahabat kemudian mencegat orang-orang yang masih menyimpan arak di jalan-jalan Madinah lantas dituangnya ke tanah.
    Sebagai cara untuk membendung jalan yang akan membawa kepada perbuatan yang haram (saddud dzara’ik), maka seorang muslim dilarang menjual anggur kepada orang yang sudah diketahui, bahwa anggur itu akan dibuat arak. Karena dalam salah satu hadis dikatakan:
    “Barangsiapa menahan anggurnya pada musim-musim memetiknya, kemudian dijual kepada seorang Yahudi atau Nasrani atau kepada tukang membuat arak, maka sungguh jelas dia akan masuk neraka.” (Riwayat Thabarani)
    Jadi, memang benar bahwasanya dalam hal ini pemerintah harus bertindak tegas, terutama bagi pemberi izin, produsen dan importir yang dalam hal ini memiliki peranan yang sangat penting dalam peredaran minumann keras. Sanksi yang tegas harus diberikan. Karena meskipun ada lembaga peradilan, tapi seolah-seolah tak ubahnya menjadi tempat untuk bersembunyi sejenak.
    Setiap elemen peradilan harus melaksanakan fungsi-fugsinya dengan baik, tidak hanya mempertimbangkan masalah income saja, tetapi juga masalah kemaslahatan untuk khalayak.

    Post a Reply
  15. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Saya sangat tidak setuju kalau ada perubahan dari “pelarangan miras” menjadi “pengelolaan miras” sebagai pendapatan asli daerah.
    bukankah sudah jelas akibat dan dampak-dampak lain yang ditimbulkan dari barang yang namanya miras tersebut.apalagi kita sebagai negara hukum dan mayoritas pnduduknya muslim tentu sangat menentang keputusan itu,sudah jelas-jelas miras itu haram dan banyak mudharatnya,dampak yang ditimbulkan pun tidak main-main,terjadi peningkatan kriminalitas di negara kita,rusaknya generasi muda,dan menimbulkan krisis moral.
    pemerintah harus lebih tegas dalam menyikapi masalah tersebut,jangan hanya tertuju dari profit yang dihasilkan dari PAD miras.tapi dilihat dari sisi negatifnya juga,jangan cuma mikir uang,uang,dan uang.,bukankah masih banyak bisnis yang lebih menguntungkan dan halal,yang dapat kita kembangkan tanpa menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat luas,dan tentunya insya allah di ridhoi Allah swt.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Post a Reply
  16. Assalamu’aliakum Wr.
    Allah SWT dan Rosulullah SAW telah memperingatkan kepada umatNya bahwa miras (khomer) adalah merupakan pintu masuk atau pusatnya perbuatan kejahatan dan kemaksiatan maka kita diperintahkan untuk menghidari dan mencegahnya. Banyak sekali kasus-kasus pembunuhan, pemerkosaan yang terjadi, disebabkan oleh oknum yang sebenarnya pada saat kejadian dapat mencegah perbuatannya, namun karena pengaruh miras dia kehilangan kesadaran diri sehingga dia khilaf.
    Selain menjadi pusatnya segala perbuatan jahat dan maksiat, miras/khomer juga dapat merusak fungsi organ-organ vital pada tubuh. Selain itu sedikit ataupun banyak tetaplah haram hukumnya.
    Oleh sebab itu segala bentuk legalisasi miras dengan berbagai macam alasan harus ditolak dan harus dicegah, karena akan dapat menghancurkan bangsa.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Post a Reply
  17. Menurut saya tergantung dari sisi mana kita melihat tindakan PemDa tersebut. Jika dilihat dari segi ekonomi, maka hal tersebut sah-sah saja dilakukan. karena mungkin daerah tersebut merupakan penghasil miras yang sudah cukup terkenal dan pembuatan miras merupakan sumber mata pencaharian utama penduduk daerah tersebut. sehingga jika kegiatan tersebut dilarang akan menyengsarakan penduduk daerah tersebut secara ekonomi.
    sedangkan jika dilihat dari segi agama, menurut saya, pemberdayaan pembuatan miras

    Post a Reply
  18. Nama: Hendra Jaya Tri Sutrisna
    NIM: B100060144
    Kelas: F
    Menurut saya tergantung dari sisi mana kita tindakan Pemda tersebut. Jika diliht dari segi ekonomi, maka hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Karena mungkin daerah tersebut merupakan penghasil miras yang sudah cukup terkenal dan pembuatan miras merupakan sumber mata pencaharian utama penduduk daerah tersebut, sehingga jika kegiatan tersebut dilarang maka akan menyengsarakan penduduk daerah tersebut secara ekonomi.
    Sedangkan jika dilihat dari segi agama, menurut saya, pemberdayaan pembuatan miras tidak dapat dibenarkan. Hal ini disebabkan karena miras itu sendiri di dalam Al Qur’an dilarang. Jelas tertulis dalam Al Qur’an haram untuk mengkomsumsinya, apalagi memproduksi dan menjualnya serta mengedarkannya.

    Post a Reply
  19. Sangat tidak setuju. Miras harus ditiadakan dari bumi Allah ini atau paling tidak meminimalisir peredarannya sehingga tidak mudah di dapat. Banyak yang mengatakan dan menggunakan miras ini untuk acara-acara yang menurut saya perlu diberantas. Dari sekian banyak kasus yang terkait dengan miras itu sendiri merupakan sebuah contoh langsung, bahwasanya miras harus ditiadakan keberadaannya diIndonesia. Perlu adanya kerja keras untuk menanggulangi miras ini sendiri. Dari kalangan pemerintah dan masyarakat.
    Kenapa miras sangat digandrungi oleh sebagian masyarakat Indonesia, karena budayaan yang tercipta di masyarakat kita yang lebih mengarah ke hal-hal yang berbau dengan pendewaan atau penjamuan terhadap hal-hal mistis dan sering diartikan salah oleh masyarakat itu sendiri. Dan tugas para aulia yang dulu pernah mengajarkan atau membawa risalah islam itu sendiri kurang dijaga oleh masyarakat Indonesia yang multikulturalistik. Maka islam sendiri selaku agama yang universal yang mengatur segala tuntunan dan aturan yang berlaku dalam hidup di dunia tidak di indahkan oleh masyarakat kita.
    Negara yang tercinta ini, yang menganut sistem yang tidak jelas, apakah itu kapilistik atau solistik ataukah islam yang menjadi sistem kita saat ini, mengakibatkan menjadikannya negara ini tidak jelas pula. Jadi ketika larangan miras ini betul-betul dilaksanakan, maka seharusnya dari semua unsur yang berkaitan dengan adanya miras itu sendiri harus di berantas atau dibumi hanguskan dari negara ini. Tapi miras ini dibiarkan menjamur dan berkembang. Maka untuk itu perlu adanya ketegasan dari pemerintah untuk menangulangi masalah miras ini.

    Post a Reply
  20. Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dewan-Dewan yang mengesahkan PERDA tentang pengelolaan MIRAS di daerah tersebut menurut saya mereka sudah mengalami kehabisan akal untuk memperoleh pendapatan dari daerah tersebut, sampai-sampai harus melegalkan MIRAS .
    Apakah sudah tidak ada cara lain??!!!
    Apakah jangan-jangan Dewan-Dewan tersebut juga suka Meminum MIRAS??!!!

    Egoisme dan ketidakdewasaan sangat tampak pada pemerintahan daerah tersebut.
    mereka tidak memikirkan dampak dari meluasnya minuman keras bagi anak-anak di bawah umur yg seharusnya akan menjadi Penerus Bangsa.

    maka dari itu saya menolak atas legalisasi MIRAS dalam bentuk apapun.

    Wasalamualaikum Wr.Wb

    Post a Reply
  21. Sangat tidak setuju dan menentang keras PERDA tersebut karena bisa merusak moral dan sering terjadi tindakan-tindakan kriminal yang tidak kita inginkan. Adanya pelarangan PERDA tentang miras saja di masyarakat masih terjadi tindakan kriminal yang berawal dari miras, apalagi mau dilegalkannya PERDA miras pasti akan membuat masyarakat yang suka mabuk-mabukkan merasa dilindungi PERDA tersebut

    Post a Reply
  22. Assalamualaikum wr.wb

    menurut pendapat saya tentang kajian itu “sangat tidak setuju”,karena dengan diberlakukan perda itu akan merusak generasi penerus bangsa.misalkan:”PERDA” itu diberlakukan pasti banyak beredarnya minuman keras dimana-mana yang akan mengakibatkan banyaknya tindakan kejahatan,kerusuhan,pemerkosaan dan lain-lain.apalagi tentang “MIRAS”menurut agama yang kita anut yaitu agama “ISLAM” merupakan hal yang dilarang keras.

    jadi tentang “APBD”sumber yang didapat bukan dari pajak minuman keras saja,masih banyak sumber lain yang dapat dikelola,misalkan dari:pertanian,pertambangan,pariwisata,danmasih banyak lagi.sedikit saja pendapat dati saya,ada kurang lebihnya saya mohonmaaf.

    wassalamualaikum wr.wb

    Post a Reply
  23. Nama : Khomari Edi Setiawan
    NIM : B100 060 156
    Kelas : G
    Assalamu ‘alaikum Wr. Wb

    Mengenai hal tersebut, hampir semua orang tidak setuju dengan pernyataan itu. Dan menurut saya, saya juga tidak akan setuju hal itu dilakukan, karena pengelolaan miras, hanya akan mengakibatkan dampak negatif bagi bangsa Indonesia, yaitu akan mengakibatkan keresahan bagi diri sendiri dan orang banyak. Seharusnya, kalau miras sudah ada pelarangan, tindakan selanjutnya yaitu menghapus miras tersebut dari negara indonesia, bukan malah dikelola.
    Miras selain merugikan dan meresahkan bangsa indonesia, juga akan berpengaruh negatif terhadap perekonomian indonesia. Sebagai misal, orang yang kesehariannya mengkonsumsi dan memakai atau mempergunakan miras, mereka tidak ada niatan untuk bekerja, dengan maksud mereka tidak mau bekerja keras, tidak ada usaha, dan tidak akan berusaha, sehingga mereka hanya inginkan kesenangan dan tidak akan menghiraukan orang lain. Hal diatas akan mengakibatkan banyaknya pengangguran dan kemiskinan. Jadi, perekonomian di Indonesia tidak akan maju dan berkembang, yang ada hanyalah masalah kemiskinan dan pengangguran yang terus meningkat.
    Miras juga dapat mengakibatkan keadaan tidak aman, yaitu sering timbul perpecahan dan perselisihan antar umat manusia. Keadaan nyata yang terjadi di Indonesia, banyak para pengamen setelah mendapat uang hanya digunakan untuk membeli mnuman keras. Hal tersebut terjadi mungkin karena kurangnya kesadaran diri dan tidak mempunyai semangat untuk bekerja.
    Negara Indonesia merupakan negara yang tidak menganut sistem kapitalistik, tapi Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum dan Undang-Undang, serta agama, dan seharusnya pemerintah Indonesia menindak lanjuti hal tersebut dan melarang keras hal tersebut (PENGELOLAAN MIRAS) dilakukan. Serta menanggulangi dan mengentaskan kemiskinan, menuntaskan masalah pengangguran yang terjadi di Indonesia agar kemiskinan dan pengangguran tidak terus-terusan meningkat.

    Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb

    Post a Reply
  24. Assalamu’allaikum,Wr,Wb

    menurut saya dalam legalisasi bisnis miras ini tidak setuju karena dalam ajaran islam miras itu sendiri hukumnya haram apalagi miras dijadikan suatu lahan bisnis dan apabila perda itu tetap mengizinkan bisnis miras berarti pemerintah mendukung bisnis yang haram.selain itu akan berkembangnya angka kriminalitas di negara kita dan akan menghancurkan semangat dalam belajar.

    wassalamu’allaikum Wr.Wb

    Post a Reply
  25. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    menurut saya sangattt tidak setujuuu…jika bisnis miras dilegalkan. karena jika dilegalkan maka akan merusak moral bangsa indonesia khususnya. maka dari itu perda harus memberikan tindakan yang pasti meng Ilegalkan bisnis miras. dan pemerintah harus tegas dalam membrantasnya, dengan menetapkan undang-undang tentang permirasan.

    Wassalamualaikum. Wr. Wb.

    Post a Reply
  26. Assalamulaikum. Wr. Wb

    Menurut saya, menanggulangi bisnis miras bisa dilakukan dengan mengIlegalkan bukan melegalkan. karena jika bisnis miras dilegalkan maka akan membuat bisnis miras akan semakin merembet yang nantinya akan merusak masyarakat. jadi pemerintah harus menetapakan dan merancang undang-undang anti permirasan.

    Wassalamualaikum. wr. Wb

    Post a Reply
  27. menurut saya tentang perlegalisasian miras sangat bertentangan dengan syariat agama.Karena didalam al Qur’an allah telah menjelaskan bahwasannya miras itu kharam hukumnya,sebab didilam miras tersebut mengandung alkohol yang dapat memabukkan dan juga dapat memancing hasrat seseorang untuk berbuat maksiat.
    jadi tidak ada satupun alasan yang kongrit untuk melegalisasikan miras.
    kita sebagai umat muslim janganlah hanya memikirkan dunua saya yang hanya mementingkan materi belaka,tetapi perlu dipikirkan juga dampak negatifnya.walaupun PAD meningkat apakah pendapatan tersebut khalal?

    Teguh Triyono

    FE.UMS
    B 100.060.191

    Post a Reply
  28. Saya sangat tidak setuju!!! Karena dengan MIRAS warga masyarakat tidak terkendali emosinya sehingga menyebabkan perilakunya tidak terkontrol “sak kerepe dewe” terhadap orang-orang di sekitarnya, setiap hari kita melihat dan mendengar berita kriminal di televisi, radio, koran atau pun dari mulut ke mulut di berbagai daerah di Indonesia banyak peristiwa pembunuhan, pemerkosaan, pemalakan yang faktor pemicu utamanya adalah MIRAS.
    MIRAS sama sekali tidak menguntungkan bagi kesehatan manusia, MIRAS diminum hanya untuk bersenang-senang yang akan mengakibatkan kesengsaraan, jadi buat miras dikelola yang akan menambah PAD tetapi juga akan menambah kriminalitas??? serta PAD tersebut tidak halal?

    Post a Reply
  29. Saya sangat tidak setuju, karena miras haram hukumnya dalam islam, serta banyak terjadi kejahatan karena miras. Cara mendapatkan pendapatan daerah tidak hanya dengan melegalkan miras tetapi bisa diperoleh dari sektor lain. Daerah yang akan melegalkan bisnis MIRAS akan mendapatkan banyak tentangan dari banyak pihak, bukan hanya para pemeluk agama islam tetapi juga agama-agama yang lain.

    Post a Reply
  30. Assallamualaikum Wr.Wb
    Saya tidak setuju, memang otonomi daerah berarti kebebasan pemerintah daerah untuk mengatur daerahnya sendiri teatpi masalahnya adalah bagaimana bisa bisnis miras (khamer) begitu saja dilegalkan apakah tidak melihat lebih jauh efek domino dari keputusan tersebut.Kita telah begitu banyak melihat dampak apa yang terjadi jika seseorang telah menjadi pecandu miras karena miras pada dasarnya mengandung alkohol selain memabukkan juga menyebabkan adiksi psikologis bagi si pengguna pasti ujung-ujungnya akan menjurus ke tindak kriminalitas dikarenakan miras tersebut.Bayangkan saja jika bisnis miras dilegalkan wah…apa jadinya?.Memang pemerintah daerah seharusnya proaktif terhadap miras seharusnya memang harus melarang bukan nya malah melegalkan bisnis haram tersebut walau pada kenyataannya PAD meningkat karena bisnis tersebut tapi percuma saja kalau semua itu ” HARAM “.

    Post a Reply
  31. Assallamualaikum Wr.Wb,

    Saya kurang begitu setuju tentang masalah legalisasi bisnis miras (khamer) memang bisnis tersebut katanya menguntungkan teapi tetap saja artinya haram meang pemerintah daerah seharusnya bertindak proaktif terhadap masalah miras tersebut tetapi seharusnya pemerintah daerah memikirkan juga “efek domino” yang terjadi akibat miras,bayangkan saja miras pada dasarnya mengandung alkohol yang dapat memabukkan “fly” kata si peminum selain itu miras juga mengandung zat yang dapat menyebabkan adiksi psikologis (ketagihan) tentu ujung-ujungnya akan mengarah ke tindak kriminalitas dikarenakan faktor sepele paling-paling tidak punya uang untuk mrmbeli miras.Ini hanya segelintir contoh masalah yang ditimbulkan jika miras dilegalkan, apakah pemda setempat tidak berfikir sampai kesitu? negara kita bukan negara kapitalis juga bukan negara ber iklim dingin jadi sebenarnya jurang pas kalau miras itu dijadikan menu harian bagi masyarakat kita atau sebenarnya ini bisnis yang memang menggiurkan bagi orang-orang tertentu barangkali…?tetapi percuma saja walau katanya PAD meningkat tetap saja semua itu HARAM….

    Post a Reply
  32. KOMENTAR
    Al-Mustofa
    B100060270
    FE UMS
    Saya tidak setuju dengan adanya pengelolaan MIRAS dimana pun itu berada. Kalau kita pandang dari sisi aga sudah jelas itu adalah barang yang haram karena sesuatu yang dapat memabukan, dan Al-Qur’an disebutkan bahwa “sedikit atau banyak itu haram”, jadi sudah jelas tidak perlu diperdebatkan lagi kalau kita minum sedikit saja dudah haram apalagi kalau mengkonsumsi atau mengolah yang lebih besar lagi. Dan kalau kita pandang dari segi bahaya dan manfaatnya jelas akan lebih besar bahayanya dari pada manfaatnya, dapat kiat lihat madhorot atau bahayanya dari MIRAS:
    1. Akan banyak terjadinya kerusuhan dan kerusakan bahkan kekerasan yang terjadi disekitar kita
    2. Menjadikan moral pemuda/pemudi bangsa ini menjadi bobrok

    Dan sebagai saran kepada yang berwajib untuk memberantas miras, kalau mau memberantas jangan hanya pengedar dan penjual saja, tapi yang paling penting adalah memberantas di pusat produksinya.

    Post a Reply
  33. Mustahal (B100 050 367)
    FE UMS

    Assalamualaikum wr.wb

    Menurut pendapat saya cara menanggulangi legalisasi bisnis miras yaitu dengan cara membentuk suatu lembaga yang khusus menangani masalah miras,alasannya mengapa kita perlu membentuk lembaga yang demikian?,karena suatu lembaga yang pada umumnya dipercaya masyarakat untuk mengatasi masalah miras ini ternyata tidak membawakan hasil,mereka bias disuap.contoh saja lembaga yang sudah terbukti kerjannya dalam memperjuangkan kepercayaan dari masyarakat dan membawakan hasil adalah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

    Post a Reply
  34. Apa Pendapatan asli daerah (PAD) daerah itu sangat kecil ya?sampai mengesahkan Perda tentang pengelolaan miras.Memang seandainya nanti perda itu berjalan, pemda akan mendapatkan pemasukan baru yang dapat digunakan untuk pembangunan daerah, tapi disisi lain itu juga dapat menghancurkan daerah karena dengan bertambahnya produsen miras dan juga konsumen miras pastinya, maka akan bertambah pula angka kriminalitas didaerah itu karena pengaruh dari miras itu dan akan banyak timbul perselisihan antara golongan pro dan kontra dengan itu.jadi, hendaknya pemda jangan asal membuat perda yang hanya mementingkan keuntungan beberapa pihak saja, tapi hendaknya pemda memikirkan dulu dampak-dampak apa saja yang timbul apabila perda pengelolaan miras itu dilegalisasikan, apa bila lebih banyk mudharatnya dibanding manfaatnya, lebih baik perda itu dibatalkan.

    Post a Reply
  35. Bukan miras yang membuahkan kejahatan, tapi memang dari orangnya sendiri yang jahat. Banyak orang yang minum minuman beralkohol tapi tidak berbuat jahat, lihat saja di negara2 maju. Hanya karena segelintir orang yang berbuat jahat akibat miras, maka miras dilarang beredar. Apabila ada kejahatan dilakukan menggunakan sebilah pisau, masa iya pabrik pisau ditutup?

    Banyak anak-anak jalanan yang dapat mabuk dengan menghirup aroma lem Aica Aibon. Apa sebaiknya pabrik lem tsb ditutup juga?

    Kejahatan yang diakibatkan oleh miras sangat kecil sekali dibanding kejahatan yang dilakukan atas nama agama….apakah sebaiknya agama dihapuskan? Ada-ada saja.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *