Melenyapkan Problem di Afrika dengan Kapitalisme: Mungkinkah ?

oleh: Masoud Jawaid

Andrew Berstein, penulis senior pada Ayn Rand Institute, meresepkan Kapitalisme sebagai obat untuk permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa Afrika. Tulisannya tersebut dipublikasikan pada tanggal 9 Juli 2003. Diagnosanya didasarkan pada penggunaan fakta secara selektif. Dengan memfokuskan pada aspek ekonomi, dia menghilangkan fondasi Kapitalisme, yaitu sekularisme.

Adalah benar sebelum masa pencerahan terjadi di Eropa, benua tersebut lebih miskin dari Afrika di jaman sekarang ini dan harapan hidupnya sangat rendah. Adalah juga tidak salah bahwa Eropa dengan mengadopsi Kapitalisme sebagai solusi ideologis memungkinkan bagi Barat untuk mencapai kemakmuran ekonomi. Bagaimanapun juga, apa yang ditulis Andrew Bernstein tidak dapat menunjukkan kolerasi langsung antara kemiskinan di Afrika dengan kemakmuran ekonomi Barat. Afrika menderita karena dominasi Kapitalisme terhadap dunia yang menciptakan perbedaan (disparitas) kekayaan yang sangat besar antar negara bahkan di antara negara-negara Kapitalis terkemuka itu sendiri.

Kita tidak membutuhkan sosok PBB untuk mengetahui bagaimana kesulitan ekonomi dan politik yang dihadapi Eropa sebelum era pencerahan. Afrika pada masa kegelapan Eropa mampu memberi makan penduduknya dan juga negeri-negeri lainnya. Misalnya, sebagian kekayaan Mesir dialokasikan oleh khalifah Umar untuk memberi makan orang-orang Arab yang menderita kelaparan. Maka, meskipun sistem Kapitalis memungkinkan sebagian orang Barat untuk menumpuk kekayaan yang sangat besar, tetapi hal tersebut terjadi dengan ongkos mahal yang harus ditanggung oleh sebagian orang Barat lainnya, termasuk negeri-negeri non Barat. Dengan kata lain, penderitaan para pasien merupakan hasil dari overdosis Kapitalisme. Karenanya, kunjungan presiden Bush ke lima negara Afrika tidak untuk menciptakan kapitalis-kapitalis baru di Afrika, tetapi untuk melanjutkan pencengkraman kepentingan-kepentingan Amerika di benua termiskin tersebut. Betapapun juga, kelaparan di Afrika adalah berita usang. Kunjuungan tersebut dimotivasi oleh kebutuhan negara tersebut untuk memperbanyak persediaan minyaknya.

Kapitalisme lahir dari pergolakan bangsa Eropa untuk membebaskan diri dari belenggu dogma Kristen. Hasil pergolakan tersebut adalah sebuah ideologi yang mengangkat sekularisme sebagai dasar untuk memecahkan permasalahan masyarakat. Asas ini memisahkan agama dari kehidupan politik sehingga menjadikan akal manusia sebagai penentu sistem kemasyarakatannya. Kapitalisme merupakan ideologi yang berdampak pada melemahnya ajaran Kristen, memberikan jalan kebebasan bagi Kapitalisme. Bagaimanapun, ideologi apa saja akan mendorong ke arah kemajuan ekonomi dan sosial. Lihat bagaimana dampak ideologi Komunis di Rusia. Karenanya, meresepkan Kapitalisme, Barat melakukan kesalahan melihat semua permasalahan melalui pengalamannya.

Adalah benar bahwa Afrika memerlukan suatu ideologi untuk menghilangkan sifat-sifat kesukuan, etnik, reginal dan nasionalisme sebagai minset kemajuan. Dan ideologi itu bukanlah Kapitalisme dan bukan pula hanya masalah ekonomi. Kebebasan kepemilikan yang tak terkendali, yang menjadi aspek terkemuka Kapitalisme menciptakan babak awal perbedaan yang besar di antara bangsa-bangsa Eropa yang baru bangkit dan selanjutnya dikurangi dengan tambahan sumber daya yang dikumpulkan dari negeri-negeri idelogis lainnya. Afrika tunduk pada kepentingan-kepentingan kebijakan luar negeri negara-negara Kapitalis sejak abad ke 19. Selaku korban penjajahan Kapitalis, benua tersebut hanya memiliki sumber daya yang melimpah dengan penderitaan kelaparan yang dialami penduduknya.

Afrika membutuhkan ideologi Islam untuk menolong penduduknya dari sukuisme dan nasionalisme selanjutnya membebaskan mereka dari cengkraman bangsa-bangsa Kapitalis. Islam menyediakan sistem politik yang menjamin penegakkan hukum dan keadilan, sistem ekonomi yang meletakkan distribusi kekayaan sebagai titik sentralnya dan solusi yang komprehensif terhadap hubungan manusia dan Penciptanya. Dalam memecahkan permasalahan individu dan sosial, Islam mengangkat peran keduanya hukum Tuhan dan akal manusia. Islam memiliki kemampuan kuat untuk meyakinkan akal manusia bahwa penganutnya dapat berkembang ketika negara belum ada, yang mengimplimentasikan dan mengankatnya sebagai sistem kehidupan.

Sumber: http://www.mindspring.eu.com/culture.htm/africarebuttal.htm, The Cure to Africa’s Problems: A Rebuttal

berikut tulisan Andrew Berstein yang meresepkan Kapitalisme sebagai obat kemiskinan dan kelaparan di Afrika:

——————————————————————————–

Mengobati Problematika Afrika

Oleh : Andrew Bernstein

Ayn Rand Institute, 9 Juli 2003.

Ketika presiden Bush mengunjungi 5 negara Afrika minggu ini, benua yang sering dihantui kelaparan, sedikitnya 2,5 juta orang Zambia menghadapi kelaparan, keadaan yang juga melanda negara-negara Afrika lainnya. PBB memperkirakan lebih dari 14 juta orang Afrika menghadapi kelaparan.

Menurut Indeks Kebebasan Ekonomi 2001, kawasan sub Sahara Afrika merupakan yang paling miskin di dunia. Di Etiopia, GNP per kapitanya hanya $ 108, sementara itu Siera Leone $ 146, Mozambique $ 178, Tanzania $ 180. Data tersebut sangat kontras dengan GNP per kapita Amerika yang mencapai lebih dari $ 30.000.

Kebanyakan orang melupakan keadaan Eropa pada masa pra-industri yang kondisinya lebih miskin dan harapan hidupnya lebih rendah dari Afrika pada masa sekarang. Bahkan negeri yang yang lebih kaya seperti Perancis, diperkirakan 7% rakyatnya antaranya menderita kelaparan pada abad 15, 13% pada abad 16, 11% pada abad 17, dan 16% pada abad 18. Penyakit merajalela. Tidak ada penjagaan kesehatan, penyakit pes, penyakit tipes dan penyakit lainnya yang terus dialami sampai abad ke 18, yang membunuh ribuan bahkan ratusan ribu jiwa secara serentak.

Di Perancis, pada pertengahan abad ke 17, hanya 58 persen penduduk yang mencapai usia 15 tahun, dan angka harapan hidupnya hanya mencapai 20 tahun. Bahkan di Irlandia pada tahun 1800 harapan hidup hanya mencapai 19 tahun. Di awal abad 18, lebih dari 74% anak-anak di kota London meninggal dunia sebelum mencapai usia 5 tahun.

Kemudian terjadi perubahan yang dramatis di seluruh benua Eropa. Jumlah penduduk Inggris dari tahun 1750 ke tahun 1820 berlipat dua, dan angka kematian anak-anak turun drastis menjadi 31,8% pada tahun 1820. Sesuatu telah terjadi yang menyebabkan orang-orang dapat lebih lama bertahan hidup.

Apa yang menjadi penyebab periode awal mengalami penderitaan dibandingkan periode selanjutnya? Kapitalisme (capitalism) jawabnya.

Apa yang menyebabkan Afrika jauh lebih buruk dibandingkan Barat? Kapitalisme jawabnya.

Kapitalismelah yang memungkinkan Barat menjadi makmur dan jauh lebih makmur dibandingkan peradaban lainnya. Tidak diterapkannya Kapitalisme di Afrika merupakan penyebab terjadinya kemiskinan di benua tersebut. Lantas, apakah yang dimaksud dengan Kapitalisme? Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang menjamin pemilikan pribadi, sistem yang tanpa campur tangan dan pengaturan pemerintah. Kapitalisme merupakan perekonomian bebas, suatu sistem ekonomi di mana setiap individu bebas berproduksi, bebas berdagang, bebas untuk membuat atau mengambil keuntungan.

Kapitalisme adalah sistem sosial yang didasarkan atas hak-hak individu, hak bagi setiap individu untuk kehidupannya, kebebasan dan mengejar kebahagian yang ingin dicapainya. Para pemikir di era pencerahan, seperti john Locke dan bapak pendiri lainnya, membawa gagasan ini (baca: Kapitalisme) di garis depan di Eropa dan Amerika. Perubahan-perubahan yang terjadi di Eropa merupakan hasil revolusi ekonomi, yang hanya dalam waktu singkat mentransformasi masyarakat Barat dari masyarakat miskin menjadi masyarakat yang produktif dan makmur. Sistem kebebasan ini membebaskan pemikiran masyarakat Barat menjadi lebih kreatif, sehingga menghasilkan derasnya inovasi-inovasi antara lain dari James Watt dengan mesin uapnya, Henry Ford dengan mobilnya, Wright bersaudara dengan pesawat terbangnya, dan masih banyak lagi. Inilah kebebasan baru, dan revolusi industrilah yang menelurkannya, yang mengangkat peningkatan secara luas produksi industri dan agrikultur.

Pemikiran kratif – dari Thomas Edison sampai Steve Jobs – hanya terjadi di bawah kebebasan. Hasilnya adalah produk-produk baru, pekerjaan-pekerjaan baru, kekayaan baru, singkatnya: kemajuan hidup di atas bumi ini diukur dengan panjangnya, kuantitas dan kualitas. Sebaliknya, di bawah para raja, teokrasi, diktator militer dan rejim sosialis yang mendominasi Afrika, melumpuhkan pemikiran. Akibatnya terjadi stagnasi, kemiskinan dan kematian.

Afrika mempunyai sumber daya alami yang serupa dengan kemajuan yang dicapai Barat: pemikiran manusia. Tetapi Afrika tidak memiliki kebebasan dan filosofi pencerahan, individualisme dan kemerdekaan politik yang dibutuhkan untuk menciptakan kemakmuran dan kesehatan. Afrika terjerumus dalam adat kebudayaan yang menitikberatkan pengabdian bawahan terhadap kelompok dibandingkan kemerdekaan personal dan prestasi. Semua diktator brutal di benua tersebut membunuh dan merampok warga negara yang tidak bersalah dalam rangka memperluas kekuasaan mereka dan sukunya.

Apakah Afrika perlu menghapus belenggu politik dan ekonomi dan menggantinya dengan kebebasan politik dan ekonomi? Benar, langkah tersebut diperlukan untuk menghetikan diktator militer dan rejim sosialis dan menegakkan Kapitalisme, dengan kebebasan politik dan ekonomi, kepastian hukum dan penghormatan terhadap hak-hak individu. Dan untuk mencapainya, langkah pertama yang diperlukan adalah menghilangkan belenggu filosofis dan mengganti kolektivisme kesukuan dengan filosofi akal dan kebebasan. Sistem yang berprikemanusiaan sebenarnya bukanlah Marxisme yang didukung oleh intelektual Barat, tetapi satu-satunya sistem yang dapat menegakkannya, menurut sejarah, dan kemajuan hidup di bumi ini, adalah Kapitalisme.

Sumber: http://frontpagemag.com/Articles/ReadArticle.asp?ID=8814,
The Cure to Africa’s Problems

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *