Masyarakat Lembah Swat yang Menerapkan Syariah Dikatakan Amerika Penjahat Kejam

INTERNASIONAL : Politik Luar Negeri Amerika

oleh Hidayatullah Muttaqin

Richard Holbrooke Melihat adanya kesepakatan masyarakat untuk menerapkan hukum syariah di Lembah Swat Provinsi Malakand Barat Laut Pakistan yang berjarak 160 km dari Islambad, Amerika menjadi sangat khawatir dan ketakutan.

Meskipun Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyatakan kesepakatan tersebut sifatnya hanya sementara dan dalam rangka menciptakan stabilitas di sana, utusan khusus Amerika Serikat untuk Pakistan dan Afghanistan, Richard Holbrooke kepada Zardari melalui telpon mengungkapkan ketidakmengertiannya dengan bisa-bisanya pemberlakuan syariah di sana.

Dengan spirit anti islamnya, Holbrooke menyatakan: “Dia tidak menyangkal bahwa orang-orang yang berkuasa di Swat saat ini adalah penjahat kejam dan militan serta merupakan ancaman bagi Pakistan. Saya merasa khawatir dan saya tahu, Menlu Clinton dan presiden juga khawatir bahwa kompromi yang dilaporkan media sebagai kesepakatan itu merupakan tanda menyerah.”.

Benarlah peringatan Allah SWT dalam al-Qur’an surah al-BAqarah 120, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Orang-orang Barat, dalam hal ini Amerika Serikat sebuah negara Kapitalis yang sangat memusuhi Islam sehingga mereka sangat alergi mencium bau khas Islam seperti syariah dan khilafah.

Bagaimana mungkin kita bisa menerima persahabatan dan hubungan internasional dengan negara yang telah menjajah dunia dan membunuh jutaan umat manusia? Bagaimana mungkin aspirasi satu masyarakat Islam dalam wilayah yang tidak luas dihalang-halangi dan ditakuti? Bagaimana mungkin masyarakat tersebut menginginkan diterapkannya hukum-hukum Islam yang tidak ada kaitannya dengan Amerika oleh negara ini masyarakat tersebut dikatakan sebagai penjahat kejam?

Inilah bukti politik luar negeri Amerika berjalan di atas kemitraan semu sebagaimana dalam lawatannya ke Indonesia dan negara Asia lainnya. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS/ www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Deustche Welle (20/2/2009), AS Khawatirkan Kesepakatan di Lembah Swat

Author: Admin

Share This Post On

2 Comments

  1. Lha memang Taliban itu kejam kok… siswa puteri tidak dibolehkan sekolah, dengan ancaman wajah disiram dengan air asam. Tokoh wanita, pejabat pemerintah, polisi pun dibunuh, sekolah-sekolah dibom. Mari waspada, semoga Indonesia dapat terlindung dari kaum jahat dan keji ini … amin

    Baca di sini..

    “‘One could not differentiate between two pictures in Tuesday’s [January 20] papers showing the widely scattered rubble of the destroyed buildings in Gaza and blown-up schools in Swat valley, until reading their captions.
    ”…more than 170 schools have been bombed or torched, along with other government-owned buildings. Also, more people have been killed in violence and military operations in the valley than in the Israeli onslaught on Gaza …”

    “Maulana Fazlullah-led militants have asked the administration of all schools to stop providing female education by January 15, or else the buildings would be blown up. This led the administrations of private schools to announce the closure of female classes in 400 schools.”

    “…more than 100 schools for girls in Swat, as well as more than 150 such schools in the greater Federally Administered Tribal Areas (FATA), had been shut down, many after being bombed or torched, leaving approximately 100,000 girls out of school. Radio announcements warned girls that they could be attacked with acid if they dared to attend school, and teachers have been threatened and killed. Last Monday, five more Swat Valley schools were bombed. ”

    “Even in Mingora, a town grown hardened to violence, residents were shocked early this month to find the bullet-ridden body of one of the city’s most famous dancing girls splayed on the main square. Known as Shabana, the woman was visited at night by a group of men who claimed to want to hire her for a party. They shot her to death and dragged her body more than a quarter-mile to the central square, leaving it as a warning for anyone who would flout Taliban decrees. ”

    Sumber lain:

    Al Jazeera :
    http://english.aljazeera.net/news/asia/2009/01/2009119141013684419.html
    “Blasts destroy Pakistan schools”

    Al Arabiya
    http://www.alarabiya.net/articles/2008/12/25/62773.html
    “Taliban threaten to kill schoolgirls: officials”

    The Muslim News
    http://www.muslimnews.co.uk/news/news.php?article=15234
    “Pakistan: Five killed, 27 injured in Mingora suicide attack”

    Atau hanya koran lokal saja yang anda anggap dapat dipercaya?

    The Frontier Post (Peshawar)
    http://www.thefrontierpost.com/News.aspx?ncat=ts&nid=3595
    “Leader of Tehrik-e-Taliban Swat Maulana Fazlullah has advised all
    those people whose names were publicized the other day to appear
    before the Sharia court at their earliest, otherwise … they should
    prepare themselves for the wave of target killings. “

    Post a Reply
  2. Memang pernyataan Alloh dalam QS al-BAqarah 120 itu nyata dapat kita saksikan, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Mereka dan pembelanya (kaum munafiqin) adalah makhluq bengis yang berusaha memadamkan cahaya Alloh dengan segala cara, meskipun semua orang tahu bahwa penjahat yang membantai ribuan manusia dan mensponsori pembantaian terhadap kaum muslimin di seluruh dunia adalah mereka sendiri. Dengan maksud agar kaum muslimin murtad dari agamanya. tapi sudah menjadi tabiat dari kekafiran. Kaum munafiqin yang mengaku dirinya muslim pun begitu rindu akan pujian dan menyambut / menta’ati semua keinginan mereka hanya karena bujukan materi. Maka tak perlu dipertanyakan lagi, bahwa kelompok ini tidak berada di pihak manapun dan tidak berberjuang untuk pihak manapun, kecuali untuk materi. Maka mereka persis seperti anjing yang menjulurkan lidahnya kepada siapa saja dan siap ta’at memperjuangkan pihak yang memberinya makan. Kelompok Syetan (hizbusysyaiton) menghendaki agar dunia ini kacau. Maka ketika ada satu system yang bisa membuat masyarakat menjadi tertib, akan diperanginya habis-habisan. Jika dalam islam perang pun ada aturannya, dan seseorang tidak dikatakan mujahid jika tidak mengikuti aturan tersebut. Maka kaum kuffar yang mengatakan penjahat kepada kaum muslimin yang menegakkan aturannya, telah melakukan kejahatan yang luar biasa. Kesepakatan yang mereka buat di ruang cuci muka Konvensi Genewa pun, mereka sendiri yang melanggarnya. Dari semua itu dapat disimpulkan bahwa pernyataan Alloh pasti dijamin kebenarannya dan kita semua menyaksikannya. Bahwa yahudi, nashrani dan orang-orang yang mengaku islam (munafiqin) yang begitu getol mebela tuan yang memberinya makan adalah bagian dari mereka.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *