Hillary: Komitmen AS Kuat untuk Keamanan Israel

INTERNASIONAL : Amerika Serikat

Oleh Hidayatullah Muttaqin


Foto: BBC

Foto: BBC

Sejak terpilihnya Obama sebagai Presiden AS, muncul harapan sebagian masyarakat dunia akan sebuah perubahan Amerika yang lebih bersahabat. Di Indonesia pun, terlebih dengan kunjungan Hillary Clinton baru-baru ini ke Jakarta, pemerintah Indonesia menaruh harapan besar akan kesetaraan dalam hubungan bilateral dan internasional dengan Amerika Serikat. Bahkan pemerintah kita sangat terkesan dengan apa yang dinamakan oleh Hillary sebagai smart power. Dan dengan latahnya Presiden SBY kemudian menduplikasinya dengan istilah soft power.

Namun, bagi siapapun yang mengikuti perkembangan politik internasional Amerika Serikat dengan seksama hingga saat ini, akan ditemukan “kekukuhan” ideologi mereka terhadap penjajahan dan kebencian mereka terhadap Islam. Hal ini semakin menjelaskan bahwa Amerika tidak pernah berubah walaupun telah terjadi pergantian kepemimpinan ke tangan seorang “kulit hitam” keturunan Kenya.

Bagaimana pun Amerika adalah sebuah institusi dengan Kapitalisme sebagai ideologinya. Sebuah ideologi yang menjadikan penjajahan sebagai metode untuk menyebarluaskan dan mempertahankan Kapitalisme itu sendiri.

Dalam tur ke-duanya di luar negeri, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton kepada Presiden Israel Shimon Perez menyatakan “tak tergoyahkan, tahan lama dan mendasar” bagi negara Israel…komitmen kuat kami terhadap keamanan Israel”. Ini adalah “garis bawah” yang diberikan Hillary dengan sikap yang sangat tegas seraya menjadikan alasan serangan-serangan roket ke wilayah Israel sebagai pembenar agresi negeri kera tersebut. Sebagaimana diberitakan BBC Indonesia, kunjungannya ke negeri tersebut merupakan diplomat tertinggi pemerintahan baru Obama.

Kita tidak boleh tertipu oleh sikap “dua wajah” Amerika. Di satu sisi pemerintahan Obama menegaskan ingin bersahabat dengan Islam. Bahkan Obama harus mengatakan Amerika bukanlah musuh Islam untuk meyakinkan kaum Muslim di seluruh dunia. Sementara di sisi lain wajah mereka yang sangat nyata adalah mensupport Israel dengan segala daya upaya untuk melumat Islam di Timur Tengah. Permasalhan yang tidak disadari oleh kaum Muslim adalah Amerika sengaja menempatkan Israel sebagai “duri dalam daging” di Timur Tengah. Amerika berkepentingan untuk menciptakan instabilitas sehingga negara-negara Arab terus bergantung pada Amerika khususnya dari sisi keamanan.

Inilah Amerika, negara ideologis yang berkarakter penjajah dan anti Islam. Maka sampai kapankah kita terus menerima perlakuan jahat Amerika ke dunia Islam? Hanya khilafah-lah yang akan menyelamatkan dunia Islam dari cengkraman penjajahan Amerika dan Israel. Insya Allah. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

BBC Indonesia (4/3/2009), Dukungan AS ke Israel Kukuh.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *