Liberalisasi Ekonomi Biang Pemiskinan

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, apa benar teori yang menyatakan bahwa ekonomi negara akan semakin berkembang pesat jika menerapkan kebijakan liberalisasi ?

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalam

Jawab :

Dalam tiga abad terakhir, Kapitalisme telah mendominasi pembangunan internasional dan memonopoli perkembangan ekonomi serta memaksa diterapkannya kebijakan-kebijakannya pada dunia. Macan ekonomi Asia seperti Cina, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Hongkong sering dikutip sebagai contoh sukses negara yang mengadopsi liberalisme sehingga berhasil meraih kemajuan. IMF dan Bank Dunia memproklamirkan industrialisasi dan ide ekonomi liberal akan mentransformasi ekonomi tradisional dan masyarakat. Pengaruh seperti ini akan menetapkan negara-negara miskin dalam jalur perkembangan sejalan dengan pengalaman negara-negara maju semasa revolusi industri dulu.

Pada kenyataannya kini Kemiskinan justru menjadi mayoritas penduduk dunia. 3 bilyun jiwa hidup dibawah 2 dolar per hari, sedangkan 1,3 bilyun jiwa lainnya hidup kurang dari 1 dolar per hari. 1,3 bilyun jiwa hidup tanpa air bersih, 3 bilyun jiwa hidup di lingkungan yang tidak sehat dan 2 bilyun jiwa tidak memiliki akses penggunaan listrik. Liberalisme justru menjadi sebab ketimpangan kesejahteraan dan pemiskinan bagi mayoritas penduduk dunia. Banyak sekali survei yang menunjukkan bahwa liberalisme adalah biang kemelaratan. Tanggal 7 Desember 2006 Institut Global untuk Penelitian Perkembangan Ekonomi milik PBB menyampaikan suatu temuan yang cukup mencengangkan bahwa penduduk dunia yang kaya (sekitar 1% dari total penduduk bumi) menguasai 40% dari asset kekayaan dunia dan 10% dari populasi dunia menguasai 85% dari total asset dunia (www.iariw.org/papers/2006/davies.pdf)

Walhasil, Liberalisme telah dan akan terus menjadikan dunia barat maju pesat dengan cara menghisap kekayaan dunia ini. Liberalisme juga tidak akan pernah berpihak pada rakyat miskin dan tidak pernah menaikkan derajat kaum miskin. Bahkan ia justru menjadi alat pemiskinan. Maka penerusan kebijakan ekonomi liberal di dunia ketiga adalah biang kemelaratan yang berkelanjutan.

Wallahu a’lam bishawab.

M. Sholahuddin

Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

  1. Assalamualaikum wr wb
    Setuju sekali..
    Liberalisme memang telah membuat kesenjangan antara Si miskin dengan Si kaya semakin lebar. Awalnya liberalisasi dilihat sebagai obat yang paling mujarab untuk terapi kemiskinan pada negara-negara sekelas Indonesia. Namun kenyataannya itu tidak akan pernah tercapai selama arsitektur politik berwatak represif dan otoriter dengan menutup ruang partisipasi masyarakat warga. Implikasi langsung dari liberalisme ekonomi malah menyudutkan masyarakat miskin. Liberalisme adalah kebijakan ekonomi dunia yang berbahaya yang harus dilawan dan dicegah. Tidak ada sistem yang dapat membendung kebijakan liberalisme ini kecuali satu sistem yaitu sistem ekonomi Islam. Islam dan Kapitalisme sangat bertolak belakang. Bila Islam menjadikan akidah Islam berikut syariatnya sebagai landasan sistem ekonominya. Sebaliknya, dasar sistem ekonomi Kapitalisme adalah sekularisme, yang menghalangi agama terlibat dalam ekonomi. Akibatnya, kebijakan ekonomi kapitalis lebih didasarkan pada hawa nafsu manusia yang rakus. Karena itu hanya sistem ekonomi Islam yang mampu menjawab tantangan menanggulangi kemiskinan.
    Wassalamualaikum wr wb

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *