Lawan Proteksionisme, ASEAN Melupakan Akar Masalah

EKONOMI : ASEAN

Oleh Hidayatullah Muttaqin

kepala-negara-asean

Foto: Presidensby.info

Dalam pertemuan para pemimpin negara ASEAN di Huan Hin,Thailand (1/3/2009), disepakati langkah koordinasi untuk melawan proteksionisme dan mereformasi sistem keuangan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi krisis global.

Langkah para pemimpin ASEAN ini tidak jauh berbeda dengan hasil pertemuan Uni Eropa di Jerman baru-baru ini dan juga yang dikampanyekan oleh negara-negara besar. Proteksionisme seakan-akan menjadi musuh utama dan sebab kehancuran ekonomi.

Krisis global sebagaimana dikatakan oleh Wapres Jusuf Kallah, disebabkan oleh dominasi transaksi di sektor non riil (unreal transaction). Dalam al-Qur’an surah al-Baqarah 275, Allah SWT juga telah memberi peringatan keras perekonomian non riil pasti akan jatuh.

Jika sumber permasalahan di sektor keuangan lalu mengapa para pemimpin ASEAN hanya melakukan apa yang mereka sebut “mereformasi sistem keuangan” sementara dengan “sangar” memusuhi proteksionisme? Mereformasi sistem keuangan tidak akan dapat menghilangkan sumber penyakit ekonomi. Selain tidak substansial, reformasi di sektor non riil justru akan menambah beban negara dan masyarakat melalui paket-paket stimulus dan bailout. Dengan hutang yang membumbung, ledakan ekonomi akan jauh lebih besar lagi.

Seperti kata pepatah, para pemimpin ASEAN tidak dapat melihat gajah di hadapan mata tetapi melihat semut di seberang lautan. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *