Krisis Global "Memukul" Perekonomian Dunia

EKONOMI : Kilas Ekonomi

Oleh Hidayatullah Muttaqin

sfu.ca

sfu.ca

Krisis global yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun semakin menunjukkan kekuatannya dalam “memukul” perekonomian dunia. Hampir tidak ada satu pun negara yang tidak terlewati “pukulan” krisis global.

Pengangguran Meledak di AS

Di Amerika Serikat, 651 ribu orang di-PHK pada bulan Februari. Akibatnya, tingkat pengangguran di AS melonjak menjadi 8,1%. Angka ini melebihi ekspektasi pemerintah AS, sehingga dengan kenaikan ini perekonomian AS semakin mundur ke belakang dan masuk ke dalam “lingkaran setan”.

Dengan PHK sebanyak 651 ribu orang, maka pada bulan Februari setiap hari di AS terjadi 23.250 PHK. Peningkatan angka pengangguran ini juga adalah yang terburuk dalam 25 tahun terakhir.

Rakyat Amerika telah kehilangan 4,4 juta lapangan kerja sejak resesi dimulai pada Desember 2007, dan kehilangan 2,6 juta pekerjaan pada tahun 2008. Sedangkan pada bulan Januari jumlah PHK sebanyak 655 ribu dan Desember 2008 mencapai 681 ribu.

Laporan suram sektor ketenagakerjaan AS ini terjadi menyusul merosotnya perekonomian AS pada tahun 2008. Pada kuartal ke-4, ekonomi AS tumbuh negatif 6,1%.

Inggris Terapkan Proteksionisme

Inggris mengambil langkah protektif terhadap Lloyds menyusul jaminan pemerintah Inggris untuk memompa dana sebesar £250 billion (US$ 353 billion). Jaminan ini merupakan sebuah opsi jika Lloyds gagal meningkatkan keuangannya dari penerbitan saham baru yang ditawarkan kepada para pemegang saham.

Dengan jaminan ini, pemerintah Inggris akan membeli saham Lloyds yang baru diterbitkan sehingga akan meningkatkan kepemilikan pemerintah di Lloyds dari 43% menjadi 75%. Artinya pemerintah Inggris mengambil langkah protektif untuk mengatasi kegagalan sistem perbankannya, sehingga dengan cara ini Inggris -termasuk negara-negara maju lainnya- telah memanipulasi dunia dengan seruan-seruan mereka agar dunia tidak melakukan proteksionisme.

Kekayaan Saudi Merosot

Aset Saudi Arabia di luar negeri merosot US$ 6 miliar per bulan antara Desember 2008 – Januari 2009. Merosotnya aset Saudi ini terjadi di tengah penurunannya harga minyak dan kebutuhan Saudi untuk pengembangan kebijakan fiskal.

Aset Kantor Moneter Saudi Arabia (Saudi Arabia’s Monetary Agency – SAMA) menciut menjadi 1,681 trilyun real Saudi atau sekitar US$ 448 miliar pada akhir Januari 2009. Pada akhir tahun 2008 aset SAMA mencapai 1,709 trilyun real atau sekitar US$ 455 miliar. Aset deposit bank milik Saudi di luar negeri anjlok dari US$ 101 miliar menjadi US$ 94 miliar. Sedangkan aset protofolio asing tinggal 1,154 trilyun real Saudi. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

RGE Monitor (8/3/2009), Newsletter: RGE’s Daily Top 5.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *