KPK dan Jalan Buntu Demokrasi

Situs mediaindonesia.com memuat ulasan terbaru seputar perkembangan kasus Wisma Atlet. Garis besar yang kiranya bisa di ambil dari ulasan tersebut adalah bahwa KPK sudah berada pada tahapan point of no return untuk menuntaskan kasusnya.

Memang, di tengah begitu buruknya wajah hukum Indonesia, keberadaan KPK yang relatif bersih terlebih dengan ketuanya yang baru, Abraham Samad, seakan menjadi harapan baru bagi rakyat Indonesia yang haus akan sebuah keadilan.Berharap akan sebuah keadilan tentu sah-sah saja. Namun, mungkinkah keadilan akan terwujud di dalam sistem politik demokrasi?

Ingat, salah satu prinsip penting demokrasi adalah penentuan mana yang terbaik dan benar melalui mekanisme voting. Akibatnya, meskipun sebuah pendapat berlandaskan kepada dalil dan bukti yang kuat bisa saja dikalahkan dengan jalan suara mayoritas. Ujung-ujungnya mereka seringkali mengatakan tidak bisa semua pihak dapat dipuaskan, pasti akan ada pihak yang puas dan tidak puas.

Inilah sebuah dilema yang tak ada pangkal ujungnya dalam sistem demokrasi. Karenanya, boro-boro memberi keadilan, untuk melihat mana yang benar dan salah saja tidak bisa. Singkat kata demokrasi hanyalah jalan buntu. [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

REFERENSI:
Media Indonesia Online, Point of no Return, 7 Februari 2012.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *