Komentar Pemerintah Makin Provokativ, Ada Apa?

Ada fenomena yang semestinya diamati secara serius, yakni bentuk respon pemerintah, khususnya komentar Wapres Yusuf Kalla yang akhir-akhir ini cenderung provokatif. Rupanya tidak ada cara lain bagi “negarawan” ini untuk berkomentar selain dengan cara itu. Apakah ada udang dibalik batu?

Aksi menolak kenaikan harga BBM ataupun penyaluran BLT oleh sejumlah kalangan seperti mahasiswa, ormas, dan kelompok masyarakat lain dicap sebagai aksi mendukung subsidi untuk orang kaya dan bukan untuk orang miskin sebagaimana seharusnya.

Tendensi komentar ini beresiko menimbulkan konfliks horizontal antara masyarakat miskin dan demonstran dan antar golongan.

Pernyataan sikap kepala daerah dan aparat desa yang menolak terlibat BLT dicap sebagai menghalang-halangi penyaluran hak rakyat.

Tendensi komentar ini beresiko menimbulkan adalah konflik vertikal antara masyarakat dan aparat terbawah.

Pada waktu bersamaan aparat kepolisian bertindak sangat provokatif dengan menyerang Kampus UNAS di Jakarta.

::SYAHRITUAH SIREGAR::

Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

  1. kalau ada komentar dari Wapres Yusuf Kalla, saya selalu berpendapat bahwa (maaf), orang nomor dua di Indonesia ini sangat tidak mengetahui permasalahan yang terjadi di mayarakat lapisan paling bawah (masyarakat miskin), beliau adalah seoarang pengusaha dan keturunan dari kawanan bangsawan yang tidak pernah merasakan betapa tidak enaknya lapar, tidak punya uang untuk belanja, dan permasalahan ekonomi yang sulit lainya. komentar yang “pedas” menunjukan pemaksaan untuk mengikuti setiap kebijakan pemerintah agar menerima apa adanya dan menjalani hidup ini dengan bayang-bayang kaum “Kapitalis” penyerobot milik-milik rakyat yang tidak pantas dilindungi dengan dalih “Investor”. ini yang ada dibalik kebijakan pemerintah untuk menaikan BBM bersubsidi. image beliau yang mengatakan bahwa BBM bersubsidi sebagian dinikmati oleh orang kaya, itu ada benarnya, tetapi dengan menaikan harga BBM dan diganti dengan BLT untuk orang miskin, itu sangat tidak bisa diterima oleh pemikiran orang ilmiah. Ada orang miskin berkata, bukan naiknya harga BBM yang saya tidak terima, tetapi dampak akibat kenaikan BBM tersebut untuk barang2 primer yang saya takuti, karena semua barang akan naik dan tidak bisa di “tolong” oleh BLT ide pemerintah itu, kita tunggu saja, kebijakan apa lagi yang akan diambil oleh pemerintah?

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *