Keynes Ekonom Gay

EKONOMI: Pemikiran Ekonomi

Oleh Hidayatullah Muttaqin

John Maynard KeynesSiapa yang tidak kenal dengan Keynes? Atau lebih lengkapnya John Maynard Keynes. Semua mahasiswa fakultas ekonomi khususnya yang telah mengambil mata kuliah ekonomi makro pasti pernah mendengar nama kesohor ini.
Siapa yang tidak kenal dengan Keynes? Atau lebih lengkapnya John Maynard Keynes. Semua mahasiswa fakultas ekonomi khususnya yang telah mengambil mata kuliah ekonomi makro pasti pernah mendengar nama kesohor ini.

Kini nama Keynes melambung kembali setelah sekitar 40 tahun-an namanya tergilas liberalisme Adam Smith ala Neoliberal. Melalui serangkain stimulus-stimulus ekonomi yang dilakukan oleh banyak negara, khususnya Amerika Serikat, kini pandangan ekonomi Keynes yang dikenal dengan istilah Big Government telah kembali.

Majalah Newsweek edisi 21 Februari 2009 dalam artikel yang berjudul Who’s This Fella Keynes, Anyway?, mengungkapkan orang yang telah mati 62 tahun yang lalu ini seperti hidup lagi menjadi anggota tim ekonomi Presiden Barack Obama. Satu sisi yang diungkapkan oleh Newsweek di samping pandangan-pandangan ekonominya, bahwa Keynes adalah seorang GAY. Seorang laki-laki yang menyukai laki-laki lain sebagai pasangannya.

Perilaku GAY Keynes ini mulai ia lakoni sejak muda dan baru terhenti setelah pada tahun 1925 menikahi seorang wanita penari balet asal Rusia. Pernikahannya ia lakukan dalam umur 42 tahun.

Langkah Presiden Obama mengadopsi model kebijakan ala Keynes ini dipertanyakan dalam blog Gawker. Sebab, bagaimana mungkin urusan pemecahan permasalahan ekonomi yang sangat berat ini diserahkan pada seseorang yang memiliki perangai jahat dalam urusan hubungan sesama jenis. Keynes menyimpan hubungan rahasia gay-nya dalam sebuah buku diari. Keynes memang penuh misteri, ia merekord aktivitasnya dalam simbol-simbol huruf yang susah dimengerti oleh orang awam.

Bagi kita seorang muslim dan sarjana yang berakhlak, perilaku Keynes ini sangat “busuk” dan “memuakkan”. Adalah secara nalar kita tidak bisa menerima pemikiran-pemikiran yang mempengaruhi sistem dan kebijakan ekonomi suatu negara dari seseorang yang tidak beradab dan menyimpang dari agama. Begitu pula, di samping dilahirkan dari pemikiran orang yang rusak, penolakan kita juga berdasar pada kenyataan pemikiran-pemikiran ekonomi Keynes ditempuh dengan asas dan metode sekuler. Ini sangat bertentangan dengan Islam.

Sesungguhnya Islam memberikan solusi yang tepat atas permasalahan ekonomi dan permasalahan kehidupan. Karena itu sudah sewajibnya kita berkiblat pada agama sendiri dalam memandang persoalan-persoalan individu dan publik.

Sangat tidak benar jika hingga kini masih ada dosen atau siapa pun yang menyingkirkan agama ketika berbicara ekonomi. Tetapi justru membuka lebar-lebar terhadap pandangan-pandangan ekonomi dari Barat yang realitanya justru menunjukkan kerusakan demi kerusakan dan dilahirkan dari orang-orang yang tidak beradab.

Ingatlah pesan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:

“Siapa saja yang melakukan suatu perbuatan yang tidak kami perintahkan, maka dia tidak diterima”. (HR Muslim).

“Siapa saja yang mengada-adakan sesuatu di dalam urusan (agama) kami ini yang tidak berasal darinya, maka hal itu tertolak”. (HR Bukhari)

Dalam al-Qur’an suarah an-Nisa ayat 58, Allah SWT memerintahkan apabila kita memiliki pandangan tentang sesuatu dan juga terdapat perbedaan pandangan, maka kita diperintahkan untuk kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.

So… apalagi yang ditunggu, sudah waktunya kita untuk meninggalkan semua bentuk pemikiran dan sistem yang tidak berasal dari Allah SWT dan Rasulullah SAW, termasuk pemikiran-pemikirannya Keynes. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

disalin dari Institut Ekonomi Ideologis

Author: Admin

Share This Post On

5 Comments

  1. Pak, apa hubungannya orientasi seksual seseorang dengan pemikiran ekonominya? Memangnya pemikiran yang dikeluarkan oleh orang gay dengan serta merta menjadi salah, gitu?

    Misalnya gini deh, ada orang pedofil, tapi dia mengusung didirikannya khalifah Islam. Padahal kita tahu bahwa orang pedofil itu secara norma tidak diterima di masyarakat kita. Berarti idenya dia jadi ikutan salah karena dia pedofil?

    Post a Reply
  2. Mas yang punya blog Deathlock,

    Sangat ada hubungan antara profil pemikiran seseorang dengan pandangan pemikiran yang dilahirkannya. Keynes seorang pemikir ekonomi, karena itu pemikirannya sangat dipengaruhi oleh profil pemikiran dan prilaku hidupnya.

    Sedangkan yang mas contohkan jika seorang pedofil mengusung ide khilafah maka ide khilafah ikutan salah juga, tentu analogi ini tidak tepat. Sebab ide Khilafah dilahirkan dari Islam, terutama dijelaskan melalui sunnah Nabi Muhammad SAW. Ide Khilafah tidak dilahirkan oleh seorang pedofil yang dicontohkan tadi.

    Post a Reply
  3. saya mau ikut memberikan masukan soal ini…
    pemikiran ekonomi Keynes sudah saya baca dan melalui penjelasan dari Buku Economics dan Teori Ekonomi Mikro karya Iskandar Putong dan desertasinya yang saya baca tidak ada yang terlalu keliru dari pemikiran Keynes. saudara Iskandar Putong bahkah menurunkan model fungsi Konsumsi Syariahnya melalui model konsumsi Keynes dan Modigliani. memang dalam ulasannya pada desertasinya (ulasan inti desertasinya ada pada lampiran buku Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro terbitan Ghalia Indonesia 2002 karya Iskandar Putong) saudara Iskandar Putong menjelaskan kelemahan dari model Keynes melalui pendekatan matematisnya yang rumit…akan tetapi terlepas dari apakah ia tahu atau tidak mengenai Keynes saudara Iskandar Putong yang notabene adalah Ekonom langka yang saya kenal, tidak pernah menghina atau merendahkan Keynes…
    mungkin ada baiknya kita berprinsip bahwa “sesuatu yang benar, darimanapun asalnya” boleh diterima, karena toh yang menjadikan dan menciptakan manusia lengkap dengan sifatnya adalah ALLAH SWT juga. bayangkan saja, komputer dan program-programnya serta sistem aplikasi yang kita gunakan adalah hasil karya orang-orang yahudi yang jelas dinyatakan sesat oleh ALLAH SWT dalam Qur’an. bukankah semua yang baik dan buruk sumbernya berasal dari ALLAH SWT?, kalau bukan ALLAH SWT siapa lagi yang paling berkuasa di alam semesta ini?. permusuhan dengan ciptaan ALLAH SWT bukankah berarti memusuhi ALLAH SWT…subhanallah…
    mungkin yang harus kita cermati adalah bagaimana memanfaatkan hasil pemikiran siapa saja dari sumber mana saja dengan tetap berlandaskan kaidah Syariah Islam, sebagaimana dalam bukunya Iskandar Putong dan Adiwarman Karim menulis bahwa Syariah Islam dijamin kebenarannya, akan tetapi ekonomi syariah islam belum dijamin kebenarannya karena yang merumuskannya ALLAH SWT akan tetapi diterjemahkan oleh manusia yang tak lepas dari kelalaian dan kesalahan….Subhannallah….

    mohon maaf…bila saya ada salah…
    terima kasih.

    Post a Reply
  4. inter milan, klub sepak bola yang menjuarai liga utama italia itu, tidak dilatih oleh seorang mantan pemain sepak bola. itu fakta. artinya kita memang tidak bisa dengan begitu saja menghubungkan antara perilaku hidup seseorang dengan jalan pikirannya. masa lalu tidak bisa selalu dijadikan alasan bukankah itu artinya kita menganut determinisme psikologis yang terlalu menyederhanakan itu?

    kita juga seringkali mengikuti ajaran Al-Qur’an tanpa menalarnya sedikitpun. jangan-jangan ajaran itu bersinggungan atau bercocokan dengan ajaran-ajaran yang ‘sekuler’ (atau bahkan ‘kafir’) itu? mempelajari yang sekuler bagi saya penting sebab Al-Qur’an sangat jarang memberi kita petunjuk yang ‘operasional’. kita juga seringkali menyalahkan yang lain lalu berkata ‘kita kembali ke ajaran Al-Qur’an’ padahal ajaran itu punya gagasan yang sama dengan yang kita anggap salah tadi. jangan-jangan ajaran ekonomi yang dipesankan dalam Al-Qur’an itu ternyata punya kesamaan dengan pemikiran yang digagas oleh Keynes, seorang hamba Tuhan yang Gay…?? bukankah, imam Ali, satu dari amat sedikit orang yang tangannya pernah dicium nabi itu, pernah berkata; “Mutiara yang keluar dari mulut anjing sekalipun tetaplah mutiara”..?

    kalau kita menolak anggapan itu artinya kita seorang fundamentalis; seorang yang menganggap dirinya selalu paling benar. kalau kita selalu menganggap diri paling benar, pertanyaannya; buat apa kita belajar atau sekolah…??? kita juga sering menamatkan sekolah di sekolah2 yang banyak dihuni (jika bukan malah didirikan) oleh orang2 kafir. jika rupanya kita tamat dari sekolah macam itu lalu menolak Keynes, maka sesungguhnya kita amatlah tidak konsisten. dengan sadar kita mengenyam pendidikan di sekolah milik orang kafir itu tapi kemudian menolak Keynes dengan alasan bahwa dia adalah seorang gay….

    maaf jika salah..

    Post a Reply
  5. Assalamu ¬Ďalaikum Wr.Wb,
    Selamat Pagi,
    Semoga hanya Allah SWT yang membalas perbuatan di hari Yaumul Hisab nantinya setelah terjadinya peristiwa Kiamat Besar , Amin.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *