Kesempatan Akses yang Sama terhadap Sumber Daya Alam, Haruskah Demikian?

Sebagaimana yang diberitakan oleh situs investor.co.id, Menko Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan “Pemerintah sebenarnya telah memberikan akses yang sama terhadap sumber kekayaan alam kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan ekonomi pasar sosial yang berkeadilan itu”.

Begitu samanya akses yang diberikan sampai-sampai kemudian tidak lagi membedakan antara investor luar negeri atau dalam negeri. Bahkan lebih ironisnya lagi, terdapat kecendrungan untuk lebih memberikan akses lebih kepada investor luar negeri (asing).

Lihat saja bagaimana penguasaan Chevron terhadap eksplorasi SDA minyak di negeri ini yang mencapai 40% lebih. bandingkan dengan Pertamina yang hanya mengeksplorasi 16%. Ketika PT. Freeport di Papua dengan begitu serakahnya mengeruk kekayaan alam disana, pemerintah tidak berani atau setengah hati untuk hanya sekedar renegoisasi kontrak bagi hasil. Kalau seperti itu saja tidak berani, apalagi kalau mengambil alih dan mengusir PT Freeport, tentunya akan berkeringat dingin para pengambil kebijakan di negeri ini.

Untuk membuat ekonomi yang berkeadilan tidaklah harus memberikan kesempatan akses yang sama dengan porsi 50-50. Sesuatu disebut adil tidaklah selamanya harus equal atau setara mutlak, melainkan sangat tergantung dengan bagaimana seharusnya melihat keadilan itu sendiri.

Di titik inilah, menurut Dr. Imran Waheed, manusia tidak akan mampu memberikan rumusannya. Kita selama ini telah dikacaukan oleh pikiran yang mencampuradukkan antara sekedar hanya menguraikan peristiwa ekonomi dengan sesuatu yang legal dan ilegal, baik atau buruk sebuah fakta. Dari sebuah benda seperti halnya SDA, tidaklah dapat kita tarik sebuah kesimpulan apakah benda ini sebaiknya begini atau begitu. Bahkan dengan kejeniusan yang begitu luar biasa dimiliki seseorang sekalipun, tetap saja ia tidak akan bisa memberikan rumusan, bagaimana seharusnya mendistribusikan kekayaan alam ini, siapa yang harus mengelolanya, dan berapa jumlahnya untuk masing-masing kelompok.

Lantas bagaimana caranya mendapatkan rumusan yang tepat? Dalam menjawab pertanyaan ini, kita harus kembali kepada pertanyaan siapakah pemilik asal dari SDA tersebut? Manusiakah atau Pencipta dari segala yang ada di muka bumi ini termasuk di dalamnya Manusia dan SDA itu sendiri?
Islam menjawab pemilik asal dari segala yang ada adalah Allah SWT. Darisinilah kemudian akan kita dapati rumusan bagaimana pengelolaan sebuah fakta (dalam konteks ini SDA). Allah SWT. melalui wahyu-Nya (Al Qur’an dan Al Hadits) memberikan panduan bagaimana mengatur atau mengelola dan memanfaatkan SDA yang telah diciptakan-Nya. Hanya dari panduan yang diberikan-Nya lah kita akan mampu mengelola dan memanfaatkan kekayaan SDA dengan sebaik dan seoptimal mungkin, kenapa? Karena hanya Dia-lah yang mampu mengetahui secara mutlak mana yang baik dan buruk untuk manusia. [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

Referensi:
Investor.co.id, Pemerintah Utamakan Ekonomi Pasar Berkeadilan

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *