Kemiskinan di Amerika Semakin Bertambah

oleh: Kate Randall

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Badan Sensus AS tanggal 24 September, jumlah orang miskin Amerika meningkat tajam dalam tahun 2001. Tingkat kemiskinan di AS meningkat menjadi 11,7% pada tahun 2001 dari sebelumnya yang mencapai 11,3% pada tahun 2000, dan peningkatan proporsi ini merupakan yang pertama kali terjadi setelah delapan tahun berlalu. Jumlah orang Amerika yang miskin meningkat sebesar 1,3 juta orang sehingga jumlah orang miskin menjadi 32,9 juta jiwa.

Kesenjangan penghasilan (income) juga bertambah. Seperlima orang terkaya di AS pada tahun 2001 menerima setengah dari semua pendapatan rumah tangga, yang berarti naik 5% dari tahun 1985. Sementara seperlima dari orang-orang termiskin hanya menerima 3,5% dari semua penerimaan rumah tangga, dan ini menunjukkan terjadinya penurunan pendapatan mereka 4 persen dari tahun 1985.

Ada 6,8 juta keluarga miskin pada tahun 2001. Angkat tersebut meningkat lebih dari 6% dibandingkan tahun 2000 yakni sekitar 6,4 juta keluarga. Badan Sensus menggolongkan sebuah keluarga dengan empat orang anggota dalam katagori miskin jika pendapatannya lebih rendah dari $ 18.104 (setara dengan Rp 153 juta) pertahunnya. Juga $ 14.128 bagi keluarga dengan angota tiga orang, $ 11.569 bagi pasangan, dan $ 9.039 untuk individu.

Jumlah orang yang sangat miskin dengan pendapatan keluarga kurang dari separuh pendapatan keluarga miskin di atas, meningkat hampir 6% menjadi 13,4 juta orang dari 12,6 juta orang pada tahun 2000.

Pada saat kemiskinan meningkat, sebaliknya orang-orang super kaya secara kontinyu bertambah kekayaannya. Pendapatan satu individu dari individu yang paling kaya menggambarkan tingkat kekayaan yang carut yang memusat ke tangan orang-orang yang jumlahnya minoritas. Jack Welch, mantan pemimpin dan CEO General Electric Coorporation, yang telah mengundurkan diri mendapatkan uang pensiunan sebesar $ 9 juta pertahunnya. Dia juga mendapatkan fasilitas olah raga, kursi pertunjukan opera, keanggotaan club country dan apartemen mewah di kawasan Manhattan. Welch juga mendapatkan jaminan $ 17.307 per hari untuk konsultasi yang cukup untuk menghidupi satu keluarga miskin selama satu tahun.

Laporan sensus tersebut sebenarnya meremehkan skala kemiskinan yang sebenarnya di AS, karena standarnya sangat rendah. Padahal yang lebih realistis adalah keluarga yang memiliki pendapatan kurang dari $ 30.000 per tahun. Berdasarkan standar ini, maka tingkat kemiskinan yang sebenarnya di AS mencapai anglka 30%.

Salah satu pertimbangan utama pemerintah melakuksan estimasi dengan standar seperti itu adalah mereka yang memenuhi syarat mendapatkan jaminan sosial seperti kupon makanan (food stamps), bantuan medis, dan subsidi tunjangan sebagaimana kriteria-kriteria kemiskinan yang ditetapkan pemerintah. Tidak termasuk jutaan orang miskin yang memungkinkan bagi pemerintah untuk melakukan kebijakan pemotongan anggaran pegeluaran kesejahteraan sosial.

Dari 32,9 juta orang miskin di AS, 11,7% di antaranya adalah anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun. Menurut Badan Sensus AS, 16,3% anak-anak miskin pada tahun 2001 tidak mengalami perubahan berarti dibandingkan tahun sebelumnya. Sekali lagi, tingkat kemiskinan terhadap anak-anak yang dikemukakan oleh Badan Sensus tersebut jauh lebih rendah dari tingkat kemiskinan yang sebenarnya dialami anak-anak. Tetapi, dengan hanya menggunakan ukuran Badan Sensus, sebenarnya tingkat kemiskinan anak-anak sebesar 16,3% lebih dari 1/6 jumlah anak-anak di AS yang hidup dalam kemiskinan.

Faktor yang memberikan konstribusi terhadap kemiskinan anak-anak adalah keluarga-keluarga miskin yang dikepalai seorang wanita secara sendirian. Pada tahun 2001, ada sekitar 3,5 juta keluarga yang dikepalai oleh wanita (ibu), lebih tinggi 1% dibandingkan tahun 2000. Kebanyakan wanita-wanita tersebut terdesak dari kesejahteraan dan menjadi miskin karena upah pekerjaan yang tidak memadai.

Pendapatan keluarga menengah jatuh menjadi $ 42.228 pada tahun 2001, turun sekitar $ 934 atau 2,2% dari tahun sebelumnya.

Peningkatan kemiskinan yang paling siknifikan terjadi pada orang-orang kulit putih non-hispanic, di mana tingkat kemiskinan naik menjadi 7,8% dari 7,4% pada tahun 2000.

Jumlah keluarga kulit hitam yang berpendapatan menengah juga jatuh sebesar $ 1.025 atau 3,4%, menjadi $ 29.470, sementara itu pendapatakan menengah dari keluarga Hispanic sebesar $ 33.565, dan keluarga dari Amerika Asia yang berpendapatan $ 53.635 mewakili 6,4%.

Wilayah yang menunjukkan peningkatan kemiskinan yang terbesar mencakup pinggiran kota dan bagian Selatan Amerika. Jumlah orang miskin yang berada dipinggiran kota meningkat sebesar 700.000 orang dari tahun 2000 menjadi 12 juta orang. Sementara itu tingkat kemiskinan di bagian Selatan meningkat 13,5% dari 12,8% pada tahun 2000, dan menyumbangkan lebih dari 50% kemiskinan di tingkat nasional.

Pendapatan di tiap-tiap negara bagian juga merosot kecuali di Northeast. Sedangkan di Midwest menunjukkan kemerosotan yang paling besar 3,7%, yang mencerminkan dampak penghentian sementara di sektor manufaktur.

Laporan Badan Sensus merupakan yang pertama yang menecerminkan dampak penurunan dan penghentian sekor manufaktur terhadap pendapatan rumah tangga. Penurunan besar-besaran sektor manufaktur dimulai dari bidang hi-tech dan telekomunikasi dan menyebar ke sektor-sektor ekonomi lainnya. Hal tersebut merupakan suatu indikasi terjadinya kecenderungan penurunan perekonomian yang dimulai sejak Maret 2001.

Tahun lalu, perusahaan-perusahaan Amerika memutuskan hubungan kerja sebanyak 2 juta pekerja, dan 1,3 juta lebih pada tahun 2001. Sektor-sektor yang melakukan PHK tersbut antara lain :

· Sektor telekomunikasi sebanyak 327.777 pekerja

· Industri komputer sebanyak 168.395 pekerja

· Industri penghasil barang sebanyak 153.952 pekerja

· Sektor elektronika sebanyak 153.432 pekerja

· Otomotif sebanyak 133.686 pekerja

· Transportasi sebanyak 133.017 pekerja

Fakta di atas menggambarkan bahwa pemutusan hubungan kerja berdampak pada peningkatan kemiskinan. Angka pertambahan kemiskinan sebesar 1,3 juta orang sepadan dengan peningkatan pekerja yang di-PHK dari tahun 2000 ke 2001.

Gambaran kemiskinan di atas menunjukkan bahwa tetesan keuntungan ekonomi menurun bagi mayoritas keluarga selama bom pasar modal pada tahun 1990-an. Sebaliknya, dengan bom ekonomi yang berbasiskan spekulasi tersebut, penggelembungan nilai saham serta merajalelanya korupsi dan kecurangan perusahaan menguntungkan lapisan masyarakat masyarakat paling kaya.

Dengan pecahnya gelembung bursa saham, biaya pesta pora spekulasi tersebut akan ditanggung oleh seluruh rumah tangga di Amerika dan tentu saja termasuk orang-orang miskin dalam bentuk semakin bertambahnya pengangguran, kemiskinan dan merosotnya pendapatan.

Sumber : www.wsws.org, US Poverty Rose Sharply in 2001, 27 September 2002.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *