Kapitalisme Sistem yang Gagal

oleh: Hidayatullah Muttaqin

Nouriel Roubini, Kepala RGE Monitor dan Profesor Ilmu Ekonomi Universitas New York mengatakan kepada Financial Times (9/2/09), bahwa supervisi dan regulasi sistem keuangan model Anglo-Saxon telah gagal. Sistem keuangan yang diterapkan di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Anglo-Saxon lainnya adalah sistem Kapitalisme. Kapitalisme merupakan sistem yang berasas pada Sekularisme dengan menjadikan penjajahan sebagai metode untuk mempertahankan dan menyebarluaskan ideologi ini.

Sistem ini sangat jahat dan rakus sehingga negara-negara pengemban ideologi ini dikenal juga sebagai negara imperialis. Sayangnya, perubahan metode penjajahan dari yang bersifat fisik menjadi penjajahan politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya (neoimperialisme) paska Perang Dunia II tidak disadari oleh negara-negara yang baru merdeka.

Negara-negara seperti Indonesia justru mengadopsi sistem hukum, politik, ekonomi, dan pemikiran warisan bangsa penjajah (Barat). Akibatnya berkembanglah pemahaman-pemahaman kufur seperti demokrasi dan nasionalisme yang mengikat negeri kita dalam bentuk penjajahan baru (neoimperialisme).

Di bidang ekonomi, negara-negara di dunia dijadikan sapi perahan oleh negara-negara Kapitalis kuat (Barat dan Jepang). Sumber daya alam mereka dikuras, lingkungan dirusak, dan menjadikan negeri-negeri tersebut sebagai pasar produk-produk Barat.
Kejahatan Kapitalisme hingga kini telah menyebabkan 26.500-30.000 anak setiap harinya meninggal dunia. Atas nama kebebasan, perdamaian, dan demokrasi negara-negara Kapitalis seperti Amerika dan Inggris tidak sungkan-sungkan membunuh jutaan umat manusia (khususnya kaum muslim) untuk mencapai tujuan-tujuan jahatnya.

Kejahatan Kapitalisme dilandasi oleh ketamakan dan kehausan akan harta dan kekayaan. Bahkan, Muhammad Yunus menyatakan ketamakan merupakan bahan bakar Kapitalisme. Kapitalisme menjadikan kepuasan materi sebagai tolak ukur kebahagian.

Allah SWT telah memperingatkan kepada kita bahwa hanya sistem Islam-lah yang kokoh dan dapat menyelamatkan umat manusia di dunia dan akhirat dengan beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Dalam al-Quran surah at-Taubah ayat 109, Allah memberitahukan orang-orang yang membuat bangunan ditepi jurang yang runtuh (tidak atas dasar Islam seperti Kapitalisme) akan jatuh dalam kehancuran dan mendapat siksa pedih di neraka Jahanam.

Sudah banyak pakar ekonomi Barat yang menyatakan kegagalan sistem Kapitalisme. Berbagai pertemuan yang digelar –termasuk Forum Ekonomi Dunia di Davos 28 Januari-1 Februari 2009- pimpinan Barat dan dunia juga gagal memecahkan permasalahan yang dihadapi sistem Kapitalisme.

Jika orang Barat sendiri sudah mengatakan Kapitalisme telah gagal mengapa kaum muslim tetap mempertahankannya. Bahkan di tengah megapnya pesta demokrasi tahun ini, mereka bahkan tidak terpikir sama sekali untuk memilih sistem yang benar (Islam) justru mereka terperangkap dalam pilihan hanya memilih orang.

Dunia tidak akan berubah menjadi lebih baik jika Kapitalisme yang telah gagal dan sangat jahat ini masih diadopsi oleh kaum Muslim. Hanya dua kata untuk berubah, terapkan Syariah dan Khilafah. Insya Allah.

REFERENSI:

Financial Times (9/2/2009), Roubini: Anglo-Saxon Model has Failed, http://www.ft.com/cms/s/0/7dce3c14-f6ba-11dd-8a1f-0000779fd2ac.html
Spiegel Online (10/10/2008), Capitalism has Degenerated into Casino, http://www.spiegel.de/international/business/0,1518,583366,00.html
Global Issues (3/9/2008), Poverty Facts and Stats, http://www.globalissues.org/article/26/poverty-facts-and-stats

Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

  1. ini jurnal atau sekedar curhat?

    kok bisa bilang capitalism itu jahat?

    definisi capitalism :

    Capitalism generally refers to an economic system in which the means of production are all or mostly privately owned and operated for profit, and in which investments, distribution, income, production and pricing of goods and services are determined through the operation of a market economy. It is usually considered to involve the right of individuals and groups of individuals acting as “legal persons” or corporations to trade capital goods, labor, land and money (see finance and credit).

    dasar atau komponen utama capitalism ada 2 :

    1. adanya kepemilikan individu/swasta. artinya anda boleh memiliki tanah, bangunan, pabrik, dan hampir semua komoditas, hingga pulau beserta isi isi nya pun anda boleh memiliki nya.

    2. penentuan harga, ditentukan melalui mekanisme pasar.

    anda mungkin ga setuju, ya itu hak anda, karena yang namanya ideology seperti masalah selera, ada yg suka manis ada yg suka asin, pedas, dst.

    coba, adakah yg bisa memperlihatkan bagian mana dari capitalism yg jahat? apakah klo anda suka manis, lalu mengatakan orang yg suka asin sebagai jahat?

    ini benar-benar konyol.

    penulis merefer negara AS sebagai capitalist state lalu memperlihatkan perang dimana ada pembunuhan. Ini sama saja saya menceritakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, namun termasuk negara dengan tingkat korupsi paling besar. apakah dengan demikian Islam mengajarkan korupsi?

    nah sama saja, coba lihat definisi capitalism lalu cari hubungan nya dengan pembunuhan? apakah Adam Smith mengatakan bahwa capitalist diperbolehkan atau disarankan melakukan pembunuhan?

    saya termasuk pihak yg menentang persepsi Islam sebagai teroris, apakah penulis juga? jika iya, kenapa dia atau anda mempersepsikan paham capitalism dengan pembunuhan?

    sekali lagi, ini jurnal atau apa sich?

    best regard

    bram

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *