Jumlah Rekening Orang Kaya Indonesia dan Ketimpangan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebagaimana yang dimuat oleh situs investor.co.id, telah merilis update data terbaru terkait perkembangan jumlah simpanan di perbankan yang mendapat jaminan penuh dan tidak mendapat jaminan penuh.

Dari jumlah total rekening 101.503.564 , sebanyak 136.890 di antaranya tidak mendapatkan jaminan penuh dari LPS. Hal itu disebabkan nilai saldo melebihi batas penjaminan yang telah ditetapkan sebesar Rp. 2 miliar. Saldo total dari keseluruhan rekening yang tidak jaminan penuh tersebut mencapai Rp. 1.436.45 triliun.Adapun jumlah saldo total dari seluruh rekening (101.503.564) mencapai Rp. 2.803.32 triliun. Ini artinya, separoh lebih dari jumlah saldo total seluruh rekening hanya dikuasai oleh 136.890 rekening.
Kalau kita hitung lebih jauh lagi, saldo rata-rata dari 136.890 rekening tersebut mencapai Rp. 10 miliar lebih. Jumlah uang yang luar biasa besar tentunya.
Yang menjadi pertanyaan penting adalah, mengapa uang yang sebesar itu hanya menumpuk di tangan 136.890 rekening? Mengapa terjadi ketimpangan?

Apakah ini hanya sekadar mekanisme pasar yang sedang lambat bekerja atau memang disebabkan rusaknya sistem ekonomi yang dijalankan?

Kalau ini hanya disebabkan mekanisme pasar yang sedang lambat bekerja, lantas kapan berjalan cepatnya sehingga dapat menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil? Bukankah rakyat Indonesia saat ini telah menahan penderitaan yang sudah cukup lama?

Kalau memang sebuah teori sudah terbukti rusak, tidak perlu kiranya kita memaafkan dengan berkata ini masih masa transisi atau konsolidasi. Sampai kapan transisi dan konsolidasinya?

Ingat, ini menyangkut nyawa seorang manusia. Allah SWT. Berfirman “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya…” (TQS. Al Maa’idah: 32). [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

REFERENSI:

Investor.co.id, LPS: 136.890 Rekening Tak Dapat Jaminan Penuh, 3 Februari 2012.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *