High Cost dalam Menjalankan Ekonomi Kapitalis

Sumber gambar: smallbiztrends.com

Sumber gambar: smallbiztrends.com

Sesuatu yang sangat penting bagi seseorang dan kemudian dikenakan dengan harga mahal tentu adalah perkara wajar (sebagai misal keperluan mobil bagi individu-individu yang tergolong kaya). Bahkan sesuatu yang penting juga ada yang berharga murah (kebutuhan sembako bagi rakyat banyak). Tapi bagaimana kalau sudahlah mahal namun justru ternyata merusak?

Seharusnya, apabila sesuatu itu merusak maka harganya murah atau bahkan tidak ada harganya. Untuk apa membeli sesuatu yang bisanya justru hanya merusak?

Apa memang ada sesuatu yang justru merusak tapi berharga mahal? Ada saudara-saudaraku, yaitu ekonomi Kapitalism. Begitu mahalnya sampai-sampai nyawa manusiapun banyak yang menjadi tumbal.

Sebagaimana yang diberitakan oleh situs Inilah.com, guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar mata uang negara lainnya, Bank Indonesia telah menghabiskan uang sebesar Rp 6,87 triliun.

Padahal, yang namanya mata uang kertas sampai dunia kiamatpun akan sulit untuk dikendalikan nilai atau harganya. Seorang ekonom dari mazhab Austria yaitu Murray Newton Rothbard dalam bukunya What Has Government Done to Our Money mengatakan “Ketika kita menatap masa depan, prediksi terhadap dolar dan sistem moneter internasional sangat buram. Hingga dan kecuali jika kita kembali kepada baku atau standar emas klasik. Nasib sistem keuangan internasional akan terombang-ambing antara nilai tukar tetap atau nilai tukar fluktuatif, yang masing-masing menjanjikan persoalan tanpa solusi, yang sama-sama berfungsi secara buruk, dan akhirnya akan mengalami disintegrasi.” Itulah harga mahal dari aplikasi Sistem Ekonomi Kapitalis.

Sampai kapan Indonesia menggunakan uang kertas? Bukankah Indonesia memiliki tambang emas yang cukup besar seperti halnya di Papua? [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

Referensi:

Inilah.com, Stabilkan Rupiah, BI Rogoh Rp6,87 triliun, 25/2/2012.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *