Harga LNG Tangguh VS Harga BBM: Terungkapnya Akal-Akalan Pemerintah

Sumber gambar: Evolitera.co.id

Sumber gambar: Evolitera.co.id.

 

Apabila pemerintah mengaku dengan kenaikan Rp1000 hingga Rp1500 per liter akan menghemat anggaran Rp40 trilliun, maka ternyata cukup hanya dengan renegoisasi harga jual LNG Tangguh dengan China akan menutup Rp30 triliunnya.

Sebagaimana yang dilansir oleh situs inilah.com, pakar perminyakan Kurtubi mengatakan bahwa apabila renegoisasi LNG Tangguh berhasil merubah harganya menjadi harga normal yaitu sekitar $US 20 maka pemerintah akan mendapatkan tambahan keuntungan sebesar Rp30 trilliun.

Mengapa pemerintah tidak mengambil opsi ini agar harga BBM tidak naik? Ingat, gas adalah salah satu energi yang pada saat sekarang menjadi alternatif selain minyak mentah. Jadi kenapa mesti takut untuk renegoisasi? Bahkan semestinya dalam pandangan Islam pemerintah tidak hanya melakukan renegoisasi, melainkan juga wajib mengalihkan distribusinya untuk kebutuhan energi industri domestik.

Mengapa untuk menaikkan harga BBM yang notabenenya adalah untuk kepentingan rakyatnya sendiri pemerintah begitu ngotot? Sedangkan renegoisasi harga LNG Tangguh yang dimulai tahun 2008 sampai sekarang belum juga berhasil? Kalau terganjal peraturan maka tinggal cabut peraturan itu, kalau peraturannya belum ada ya tinggal buat saja. bukankah untuk menaikkan harga BBM pemerintah juga harus merubah dan membuat peraturan yang ada?

Fakta di atas semakin jelas menunjukkan kepada kita semua bahwa pemerintah minim (kalau tidak mau dikatakan nihil) dalam keberpihakannya kepada rakyat. Suara rakyat dikalahkan oleh suara asing, boro-boro renegoisasi dan DMO (demostic market obligation) yang ada justru harga BBM naik.

Jadi jelas, andaikan pemerintah punya seribu alasan menaikkan harga BBM, maka di balik itu hanya akal-akalan semata. Seperti opsi menaikkan harga jual LNG Tangguh yang tidak dilakukan pemerintah. Akhirnya, demokrasi yang memayungi regulasi dan kebijakan kapitalis liberal pemerintah memang mitos belaka. [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

Referensi:

Inilah.com, Pemerintah Dapat Rp30 T Asal Harga Gas Naik, 26/2/2012.

Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

  1. Apa ini karena pihak asing melaksanakan kontrak dengan pemerintah?
    Proses penandatanganan kontrak jika dilakukan pemerintah kelemahannya gini ni
    yang ada bukannya pembaharuan regulasi yang ada kita malah kena di hukum internasional karena memang gak punya kekuatan untuk merubah itu semua
    :)
    kayak di Freeport

    keanehan yang nyata tapi kenapa masih diperpanjang?
    kadang terlalu bodonh tapi gimana ya masa kita pesimis bilang diri sendiri bodoh?
    :)

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *