Hai Obama, Amerika tidak akan Sembuh dengan Retorika!

KRISIS EKONOMI : Amerika Serikat

Oleh Hidayatullah Muttaqin


“Amerika Serikat akan lebih kuat dari sebelumnya(Obama)

obama
Foto: The Wall Street Journal

Sejak pencalonan dirinya sebagai kandidat calon presiden Amerika, Obama dikenal sebagai seorang politisi muda yang gemar dan pandai beretorika. Kepandaiannya itulah yang membawa Obama terpilih sebagai presiden AS yang ke-44. Slogan terkenalnya; “Yes, we can change.”

Namun mengurus Amerika bukanlah perkara mudah apalagi di tengah kebangkrutan dan rasa takut yang tengah melanda rakyat Amerika. Tahun 2008 2,6 juta warga AS di-PHK akibat semakin memburuknya ekonomi. Lebih parah lagi hampir setiap bulan perusahaan dan industri AS mem-PHK 500 ribu pekerja.

Menurut Departemen Pertanian Amerika, pada tahun 2007 terdapat 36 juta warga Amerika dengan penghasilan yang tidak cukup untuk dapat membeli kebutuhan pangannya. Sementara itu berdasarkan data statistik orang miskin AS tahun 2007 mencapai 37,3 juta atau 12,5% dari populasi AS.

Dalam laporan The State of America’s Children 2008, jumlah anak-anak yang hidup dalam kemiskinan juga bertambah hampir setengah juta pada tahun lalu menjadi 13,3 juta anak-anak. Artinya 18% anak-anak Amerika terkatagori miskin. Dari jumlah tersebut 5,8 juta di antaranya atau 7, 8% populasi anak-anak masuk ke dalam kriteria kemiskinan ekstrim.

Tentu tantangan Obama untuk mengeluarkan Amerika dari krisis mulai tahun ini jauh lebih berat dibanding tahun 2007. Inilah masalah sebenarnya yang dihadapi oleh Obama di mana permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan retorika yang menghanyutkan. Dan tidak bisa juga rakyat AS dibawa dalam mimpi terus-menerus sementara mereka kehilangan mata pencaharian, terlilit hutang, kehilangan rumah, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

Dalam penampilan perdananya di hadapan kongres (24/2), Obama kembali beretorika bahwa ia memisahkan antara ketakutan dan harapan. Obama mendeklarasikan “hari perhitungan” telah tiba untuk bangsa yang sabar. Kepemimpinanya adalah untuk membawa Amerika keluar dari resesi terburuk sejak Perang Dunia II.

Pidato memukau Obama ini merupakan upaya untuk membangun optimisme rakyat di tengah kegelapan ekonomi. Obama mengatakan, “meskipun ekonomi kita melemah dan kepercayaan kita tergetar; walaupun kita hidup melalui kesulitan dan ketidakpastian; malam ini saya ingin setiap orang Amerika mengetahui hal ini; kita akan membangun kembali, kita akan mengejar kembali, dan Amerika Serikat akan muncul lebih kuat dari sebelumnya.”

Saya tidak memandang bahwa langkah Obama hanya beretorika saja, tentu ia memiliki konsep bersama kabinetnya untuk mengatasi krisis ekonomi Amerika. Hanya saja konsep tersebut sudah basi, tidak menyentuh akar masalah sehingga tidak akan mampu membawa Amerika keluar dari krisis.

Cara mengatasi krisis dengan paket stimulus senilai US$ 787 miliar hanya menambah beban rakyat. Semakin besar paket stimulus dikeluarkan semakin bertambah beban rakyat, sebab paket stimulus tersebut dibiayai oleh hutang publik. Pada 1 Januari 2008 hutang publik AS mencapai US$ 9,210 trilyun dan pada akhir tahun 2008 jumlahnya meningkat menjadi US$ 10,669 trilyun atau sekitar 76,01% PDB. Kini (24/2/2009) hutang publik AS membangkak lagi menjadi US$ 10,843 trilyun.

Sementara efektivitas stimulus ekonomi dipertanyakan di dalam menahan kejatuhan ekonomi AS. Dengan biaya yang sangat besar, justru satu minggu setelah paket stimulus dikeluarkan bursa saham Amerika di Wall Street mengalami kejatuhan ke tingkat paling rendah selama 12 tahun terakhir.

Dalam tahun fiskal 2009, defisit APBN saat ini sudah mencapai US$ 569. Sementara itu berbagai prediksi menyebutkan defisit tahun fiskal 2009 bisa mencapai US$ 1-2 trilyun. RGE Monitor memperkirakan defisit dapat mencapai US$ 1,6-1,8 trilyun, Merrill Lynch 1,45 trilyun, JP Morgan 1,5 trilyun, Goldman Sachs US$ 1,4 trilyun, Morgan Stanley US$ 2 trilyun, dan CBO memprediksi defisit mencapai US$ 1,2 trilyun. Pada tahun fiskal 2008 defisit APBN Amerika mencapai US$ 454,8 miliar atau setara dengan 3,2% PDB.

Menurut RGE Monitor besarnya defisit APBN tahun ini memunculkan resiko yang sangat besar. Antara lain penurunan pendapatan, penurunan penerimaan dari pajak termasuk pajak yang selama ini diperoleh dari warga AS yang baru-baru saja di-PHK. Dalam periode Oktober 2008 – Januari 2009, perolehan pajak penghasilan perusahaan anjlok 44,3%.

Gambaran suram ekonomi AS merupakan sebuah kenyataan yang setiap hari menghantui pemerintah dan rakyat Amerika. Boleh dikatakan tidak ada senjata yang dapat digunakan oleh negara kapitalis ini untuk menghentikan krisis apalagi dengan presiden yang suka beretoika di hadapan rakyatnya.

Obama, tidak cukup bagi anda beretorika untuk mengatasi kebangkrutan Amerika. Negara anda bangkrut karena Kapitalisme. Dan sadarilah, negara anda pasti bangkrut! [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

Hidayatullah Muttaqin adalah dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Ketua Lajnah Siyasiyah HTI Kalimantan Selatan. Blog www.jurnal-ekonomi.org/muttaqin/

REFERENSI

Adrianne Appel, Inter Press Service News Agency (29/1/2009), ECONOMY-US: Poverty Safety Nets Fraying Nationwide,

Badan Analisis Ekonomi U.S. (30/1/2009), Gross Domestic Product: Fourt Quarter 2008

Children’s Defense Fund (November 2008), Children in the United States

RGE Monitor (23/2/2009), U.S. Fiscal Deficit to Excees a Trillion in 2009-10: Can Obama’s Budget Plan Close the Gap by 2013?

The Wall Street Journal (25/2/2009), Obama Seeks to Snap Gloom.

Treasury Direct, the Debt to the Penny and Who Holds It

Author: Admin

Share This Post On