Dusta Negara dalam APBN

Polemik klaim keberhasilan pemerintah dalam bidang ekonomi dan pembangunan terus berlanjut. Buah dari sikap kontra terhadap klaim keberhasilan pemerintah adalah pandangan pemerintah melakukan pembohongan.
Sejumlah tokoh agama berkumpul dan menyatakan 18 kebohongan pemerintah plus 9 kebohongan baru. Terakhir LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) sebagaimana yang dipetik Inilah.com (17/1/2011) menyebutkan pemerintah yang berjanji untuk melakukan penghematan APBN 2011 ternyata justru terjadi pembengkakkan anggaran plesiran. Semula anggaran yang direncanakan Rp 20,9 trilyun namun dalam APBN 2011 anggaran plesiran meluber menjadi Rp24,5 trilyun.
LSM FITRA juga menyatakan badan legislatif DPR setali tiga uang dengan pemerintah. Sebab diam-diam tanpa transparasi DPR tetap melanjutkan pembangunan gedung baru 36 lantai senilai Rp1,3 trilyun.
Dalam APBN rakyat disuruh berhemat antara lain melalui program pembatasan subsidi BBM. Namun pengelola negara justru gemar menghamburkan uang dan gemar pula berhutang. Mengapa pengelola negara ini gemar berbohong pada rakyat?
Kebohongan dilakukan pasti karena ada sebab-sebab yang ganjil yang dilakukan negara. Apakah itu korupsi, perbuatan dan kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu, atau pun karena negara dikelola dengan mengikuti regulasi internasional dan kepentingan asing.
Tidakkah pemerintah dan DPR takut akan kebohongan mereka yang menzalimi rakyat?
“Tidaklah seorang yang memerintah selama 10 tahun atau lebih, dan tidak berlaku adil di antara mereka, kecuali ia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan dirantai dan dibelenggu” []

Author: Admin

Share This Post On

Trackbacks/Pingbacks

  1. KUMPULAN TWITTER DI JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS « My mind - [...] [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *