Dunbar-Ortiz: Amerika Dirancang sebagai Negara Penjajah

INTERNASIONAL: Amerika

Oleh Hidayatullah Muttaqin

“America was not born as a colonial power.”
– Wawancara Barack Obama dengan al-Arabiya TV

tangan-penjajah

Ilustrasi: minagahet.blogspot.com

Dalam wawancara pertama Presiden AS Barack Obama dengan televisi al-Arabiya (27/1/2009),  Obama menyatakan tugasnya adalah mengkomunikasikan bahwa rakyat Amerika memiliki hubungan yang kukuh dan luar biasa dengan kaum Muslim. Obama ingin sekali agar dunia Islam memandang AS bukan sebagai musuh tetapi sebagai sahabat.

“And my job is to communicate to the American people that the Muslim world is filled with extraordinary people who simply want to live their lives and see their children live better lives. My job to the Muslim world is to communicate that the Americans are not your enemy.” kata Obama.

Setelah menyatakan hal tersebut, Obama menegaskan bahwa Amerika tidak dilahirkan sebagai kekuatan penjajah. Ia menyatakan: “America was not born as a colonial power.” Pernyataan Obama ini tidak mengherankan mengingat paska George W. Bush, persepsi dunia terhadap AS sangat buruk di tengah kehancuran ekonomi Amerika.

Di bawah pemerintahan Obama, Amerika sedang berupaya membangun citranya yang buruk khususnya di tengah dunia Islam. Dunia Islam sangat merasakan bagaimana kebijakan luar negeri imperialis Amerika, seperti bagaimana Irak dan Afghanistan dihancurleburkan oleh Amerika. Atau bagaimana kekuatan Amerika berada di belakang agresi Israel di Palestina.

Dunbar-Ortiz -professor emeritus di Departemen Studi Etnik California State University- di situs www.accuracy.org memberikan respon atas pernyataan Obama, bahwa hal itu tidak benar. Ia menyatakan Amerika Serikat didirikan sebagai negara pendatang dari Eropa dengan peta dan rencana yang telah disiapkan untuk menjajah benua, memperluas 13 daerah koloni dari pendirian negaranya.

Menurut Dunbar-Ortiz, Amerika Serikat telah dilahirkan pertamakali sebagai kekuatan penjajah. Wilayahnya yang sangat luas diperoleh dengan cara menduduki, mengokupasi, dan memerintah dengan cara menghancurkan lebih dari 300 suku bangsa yang merupakan penduduk asli. Amerika juga memaksa ratusan hingga ribuan penduduk Missisippi Timur keluar dari kampung halamannya, mengumpulkan mereka berdesak-desakkan di wilayah yang ditinggali suku Indian di Oklahoma.

Amerika dengan rakusnya menganeksasi separuh wilayah Meksiko. Amerika memaksa orang-orang Afrika menjadi budak yang menggarap lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas. Dalam abad pertamanya, Amerika memperoleh wilayah dengan cara penaklukan, menciptakan dasar ekonomi untuk industri Kapitalisme yang kemudian mendominasi dunia. Dan hingga kini, di tengah keterpurukannya Amerika tetaplah negara penjajah sejati. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Al-Arabiya News Channel (27/1/2009), Obama tells Al Arabiya peace talks should resume.

Institute for Public Accuracy (28/1/2009), News Release: Obama Claims U.S. Not Born a Colonial Power.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>