Document: A DOMESTIC GAS MARKET DEVELOPMENT PROJECT

Antara (3/7/2008) : Pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, memperkirakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia akan mengikuti mekanisme pasar global mulai Januari 2009. Menurut dia, hal itu disebabkan pada Desember 2008 merupakan batas akhir subsidi BBM bila merujuk pada perjanjian pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia yang tercatat dengan nomor pinjaman 4712-IND dengan pagu awal pinjaman 141 juta dolar AS. Dengan demikian, katanya, usulan Bappenas untuk menaikkan harga BBM bertahap sebenarnya dalam rangka menjalankan perjanjian tersebut.

Noorsy mengatakan, dalam perjanjian itu juga ditegaskan pentingnya meningkatkan kemampuan pemerintah agar publik menerima perlunya kenaikan harga BBM dan sektor energi yang sepenuhnya menjadi komersial. Hal itu juga sekaligus menetapkan pasokan dan distribusi listrik di Pulau Jawa dan Bali sesuai harga yang kompetitif.

“Dengan demikian, merujuk pada perjanjian itu dan Letter of Intent pemerintah kepada IMF pada 1999, “˜anjuran` USAID 2001 dan nasihat ADB, harga BBM dan listrik di Jawa Bali akan tunduk pada hukum penawaran dan permintaan,” katanya.

Menurut dia, hal itu akan berdampak luar biasa, bukan saja memperbesar angka kemiskinan, pengangguran, tetapi juga ketimpangan sosial yang akan makin merebak. Selain itu, ketahanan ekonomi Indonesia pun akan semakin rapuh, baik dari aspek penyediaan maupun dari aspek stabilisasi.[]

Berikut DOKUMEN PENTING yang dapat anda download:

PROJECT APPRAISAL DOCUMENT ON A PROPOSED LOAN IN THE AMOUNT OF US$SO MILLION TO THE REPUBLIC OF INDONESIA FOR A DOMESTIC GAS MARKET DEVELOPMENT PROJECT

Jawa Bali Power Sector Restructuring and Strengthening Project

Domestic Gas Sector Restructuring

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *