Dihantam Resesi, Perekonomian Jepang Semakin Gelap

EKONOMI : Jepang

Oleh Hidayatullah Muttaqin


jepang

Map Jepang BBC

Perekonomian Jepang semakin gelap saja. Berdasarkan laporan terbaru Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, output industri Jepang anjlok 10% pada Januari ini setelah sebelumnya (month on month) jatuh 9,8% pada bulan Desember 2008. Jatuhnya output industri Jepang ini merupakan tanda resesi semakin dalam sedang menimpa negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Produksi industri Jepang telah jatuh dengan sangat keras 30,8% (year on year). Industri manufaktur kendaraan, elektronik, mesin anjlok terpotong oleh semakin turunnya permintaan (demand) dunia. Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang mengatakan kemungkinan industri mengalami penurunan lagi sekitar 8,3% pada bulan Februari dan 2,8% pada bulan Maret.

Suramnya pertumbuhan output industri Jepang ini sangat berkaitan dengan anjloknya daya serap pasar utama ekspor Jepang di Amerika. Ekspor Jepang merosot tajam 45,7% pada bulan Januari. Kondisi ini diperparah dengan semakin merosotnya tingkat konsumsi domestik di Jepang. Tingkat konsumsi rumah tangga turun tajam 5,9% pada bulan Januari ini (month on month) setelah pada bulan Desember tahun lalu juga jatuh 3,7%.

Penawaran lapangan kerja baru di Jepang juga mengalami penurunan 18,4% akhir bulan lalu. Sementara itu pada bulan Desember turun 12%. Angka pengangguran di Jepang pada bulan Januari lalu mencapai 4,1%. Kondisi ini menggambarkan outlook ketenagarkerjaan di Jepang tetap suram.

Bagi Indonesia, jatuhnya ekspor Jepang ke Amerika semakin menggambarkan bahwa Amerika sebagai salah satu pasar ekspor utama Indonesia sedang sangat bermasalah. Bersama kejatuhan konsumsi masyarakat Jepang, jelas ini semakin memukul komoditas ekspor Indonesia yang selama ini sangat mengandalkan pasar Jepang dan Amerika.

Masalah ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa ketika Indonesia fokus menggarap pasar ekspor sedangkan pasar dalam negeri dilupakan, maka Indonesia rentan sekali terkena dampak krisis di negara lain, apalagi ini bukan krisis domestik tetapi krisis global.

Di sisi lain pemerintah cenderung “ugal-ugalan” membukan keran perdagangan bebas dan investasi asing. Akibatnya pasar dalam negeri diserbu produk-produk asing. Berbagai sektor ekonomi termasuk yang menguasai hajat hidup orang banyak dan memegang peranan penting dalam perekonomian juga menjadi milik asing. Inilah akibat pemerintah Indonesia berkiblat kepada Barat menerapkan Kapitalisme. Tidak lama lagi mungkin saja Indonesia akan mengalami kejatuhan sebagaimana yang sedang dialami Jepang dan Amerika. Wallahu ‘alam. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Financial Times (27/2/2009), Japanese production falls record 10%

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *