Di Cina Hillary juga Ajak Bangun Kemitraan yang Semu

INTERNASIONAL : Politik Luar Negeri Amerika

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Menlu Hillary Clinton bertemu Menlu Cina Yang Jiechi di Beijing

Seperti dalam lawatannya ke Indonesia, di Beijing China, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton menyerukan kemitraan yang lebih akrab dengan China. Hillary mengungkapkan bahwa China dan Amerika harus bekerjasama dalam krisis global, perubahan iklim, dan isu-isu penting lainnya.

Hillary menegaskan kerja sama yang kuat antara dua negara adi daya (China dan Amerika) akan membantu pemulihan ekonomi dunia. Menlu China, Cina Yang Jiechi menjelaskan bahwa krisis keuangan terus menyebar, dan pihaknya bersama Amerika menolak sikap proteksionisme di dalam menyikapi krisis.

Ajakan Hillary kepada China tidak berbeda dengan apa yang disampaikannya dalam kunjungan 2 hari di Indonesia. Kepada Indonesia Hillary mengatakan, “Membangun kemitraan menyeluruh dengan Indonesia adalah langkah yang sangat penting bagi Amerika Serikat … …”

Topik membangun kemitraan yang dibawa Hillary dalam lawatannya di empat negara Asia memiliki kesan yang bertolak belakang dengan politik luar negeri Amerika di bawah kepemimpinan George W. Bush. Sehingga seolah-olah perubahan yang dijanjikan Obama khususnya dalam interaksi internasional benar-benar akan terwujud. Tapi benarkah demikian?

Kondisi Amerika yang babak belur dihajar krisis ekonomi dan keuangan serta citra yang sangat buruk di mata dunia akibat peperangan yang ditimbulkannya telah mengubah konstalasi dunia. Secara finansial Amerika bukan lagi adi daya. Dari sisi ekonomi, kekuatan ekonominya sudah mulai tenggelam dan sedang dikejar China. Dalam hubungan internasional, Amerika juga tidak memiliki jaminan kecuali hubungan yang terbina dengan penguasa-penguasa piaraan Amerika.

Proses kebangkrutan yang terus berjalan di Amerika mendorong negeri ini untuk memberikan kesan bersahabat kepada negara-negara tertentu sebagai upaya untuk memperoleh pertolongan ekonomi dari China, Jepang, dan negara kaya di Timur Tengah, khususnya dalam membiayai defisit anggaran maha besar.

Dalam menurunkan resistensi kebijakan luar negerinya, Amerika membutuhkan pembenar bahwa mereka tidak memusuhi Islam sebagaimana yang pernah dikatakan Obama kepada televisi al-Arabiya. Karena itu Amerika membangun kemitraan di atas permukaan dengan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Apa yang dikatakan Hillary bahwa Amerika harus membangun dunia dengan lebih banyak mitra dan lebih sedikit musuh merupakan kamuflase belaka. Tidak ada kemitraan sejati bagi Amerika. Yang ada hanya kepalsuan demi kepalsuan. Bagaimana mungkin Amerika tidak dibenci jika hingga saat ini –di bawah pemerintahan Obama- justru menambah kekuatan militernya di Afghanistan hingga berlipat-lipat demi apa yang mereka katakan memerangi terorisme? [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS/www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

BBC Indonesia (21/2/2009), Clinton ajak pererat kemitraan

BBC Indonesia (18/2/2009), RI berperan penting di mata AS

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *