Data Tingkat Kejatuhan Bursa Saham Dunia 2008

Selama Januari-Agustus 2008, bursa saham dunia mengalami kegoncangan yag membuat panik para pelaku di latai bursa, dunia usaha, dan berbagai negara utama dunia, termasuk Indonesia. Tercatat Bursa saham Cina mengalami kerontokan indeks paling besar 50,58%. Sedangkan bursa saham Indonesia menempati posisi keenam dengan penurunan  IHSG sebesar  19,61%.

Menurut laporan Standard & Poor’s (9/2/2008) selama Januari 2008, bursa saham dunia mengalami kerugian sebesar US$ 5,2 trilyun. Jika data kerugian bursa saham dihitung hingga bulan ini, tentu tingkat kerugian  menjadi lebih besar lagi. Inilah ekonomi semu (non riel) yang mendomiasi perekonomian Kapitalisme. Perekonomian yang dikecam Allah SWT karena menghalalkan apa yang diharamkan Allah (Lihat QS al-Baqarah 275).

Berikut data kejatuhan bursa saham Januari-Agustus 2008:

Urutan penurunan indeks saham itu adalah:

1. Shanghai, China turun 50,58%
2. Shenzen, China turun 49,24%
3. PSEi, Filipina turun 25,65%
4. KLCI, Malaysia turun 21,97%
5, Hangseng Indeks, Hong Kong turun 20,59%
6, IHSG turun 19,61%
7. STI Singapura turun 18,48%
8. SETI Thialand turun 18,06%
9. Taiex, Taiwan Turun 15,55%
10. Nikei 225, Jepang turun 13,98%
11. Dow Jones turun 10,04%.

Dari sisi nilai kapitalisasi pasar penurunan terbesar adalah:

1. Shanghai turun 45,81%
2. Shenzen turun 41,77%
3. Filipina turun 28,41%
4. SETI turun 26,34%
5. Bursa Malaysia turun 23,30%
6. Hong Kong Exchange turun 22,89%
7. Singapore Exchange turun 18,63%
8. BEI turun 14,23%
9. TSE turun 13,04%
10. Taiwan SE turun 5,86%
11. NYSE naik 11,61%.

Bacaan terkait:  Goncangan Pasar Global dan Urgensi Khilafah

Referensi:

Detik Finance (11/8/2008), Bursa Saham Dunia Berjatuhan di 2008, IHSG Turun 19,61%


Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

  1. Yth. Bpk Pengelola Blog..

    1. Kutipan berita yang Anda ambil dari detik.com, yang nulis beragama Katolik lho..

    2. Kalimat :
    -Selama Januari 2008, bursa saham dunia mengalami kerugian sebesar US$ 5,2 trilyun. (kurang ok. bursa saham kok rugi?)

    -Jika data kerugian bursa saham dihitung hingga bulan ini, tentu tingkat kerugian menjadi lebih besar lagi. (tidak ok. data mana yang menyebutkan bursa saham rugi? Kalimat “tentu tingkat kerugian menjadi lebih besar lagi”__ apa iya lebih besar lagi? Kalau tiba-tiba rebound gimana?)

    -Inilah ekonomi semu (non riel) yang mendomiasi perekonomian Kapitalisme. (sangat tidak ok. Kesimpulan ini tidak layak jadi kesimpulan premis 1 dan premis 2. Harusnya dijelaskan, apa yang semu? Apa yang riil? Tapi memang kapitalisme bersifat seperti itu. Tapi dengan dua kalimat di atas, kok bisa kesimpulannya “Inilah ekonomi semu (non riel [riil?]) yang mendominasi perekonomian Kapitalisme”.)

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *