Kemiskinan dan Bangkitnya Orang-Orang Kaya Indonesia

KEMISKINAN

oleh: Hidayatullah Muttaqin

Forbes baru-baru ini (13 Desember 2007) mengeluarkan daftar 40 orang terkaya Indonesia tahun 2007. Bagi yang berminat mendapatkan versi web offline data forbes tersebut, silahkan download di sini.

Data yang dirilis Forbes tersebut menggambarkan semakin timpangnya struktur ekonomi Indonesia. 40 orang terkaya ini ditaksir memiliki nilai kekayaan sebesar

US$ 38,02 milyar

Menurut Berita Resmi Statistik BPS 2 Juli 2007, jumlah penduduk per Maret 2007 yang berada di bawah garis kemiskinan dengan standar GK Rp.166.697,- ada 37,17 juta penduduk. Sementara Jumlah Penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan per Maret 2006 dengan standar Rp.151.997,- sebesar 39,30 juta jiwa.

Menurut BPS jumlah penduduk yang terkatagori tidak miskin pada periode Maret 2006 ada 91,06 dengan standar pengeluaran per bulan di atas Rp 229 ribu. Berarti ada 128,94 juta jiwa penduduk Indonesia yang terkatagori bukan tidak miskin dengan standar penduduk yang memiliki pengeluaran per bulan di bawah Rp 229 ribu.

Para konglomerat yang pada waktu krisis 1997/1998 mengalami kebangkrutan, dengan cepat kembali bangkit dan menguasai berbagai sektor usaha dari hulu ke hilir tentunya dengan bantuan kebijakan pemerintah dalam kerangka Politik Ekonomi Pertumbuhan. Padahal ketika perusahaan dan bank milik mereka bangkrut mereka mengaku tidak punya uang sehingga untuk membayar kewajiban mereka terhadap nasabah bank dan negara, pemerintah melalui BI mengeluarkan dana BLBI Rp 250 trilyun lebih yang bunganya ditanggung APBN.

Belum cukup dana BLBI, pemerintah pun mengucurkan bantuan Obligasi Rekap senilai Rp 400 trilyun untuk menyehatkan perbankan Indonesia, yang lagi-lagi cicilan bunga dan pokoknya harus ditanggung rakyat melalui APBN. Kemudian satu persatu bank nasional yang dimanjakan pemerintah tersebut diobral dengan harga di bawah biaya obligasi rekap.

Namun sayang Indonesia mengulang kembali kesalahan masa lalunya dengan kebijakan-kebijakan Kapitalis-Neoliberalnya. Rakyat merasakan kehidupan sekarang sangat sulit, harga-harga bahan pokok dan BBM sudah sangat jauh melambung, sementara biaya pendidikan dan kesehatan semakin sulit dijangkau . PHK dan pengangguran seolah-olah menjadi hantu yang menakutkan bagi rakyat. Sementara tidak jarang pemerintah akan mengeluarkan rencana ini itu yang menakutkan rakyat, seperti rencana pengalihan pemakaian BBM beroktan 88 ke 90. Sedangkan wakil-wakil rakyat yang semestinya menjadi tauladan dan penyalur aspirasi dan kepentingan masyarakat sibuk bikin anggaran untuk kepentingan pribadi dan partainya.

Inilah ironi Indonesia negara kaya tapi rakyatnya mayoritas miskin dan yang kaya raya semakin kaya. Sudah saatnya negeri ini meninggalkan Kapitalisme.

Jurnal Ekonomi Ideologis

—————————–

Daftar Orang Kaya Indonesia Versi Forbes

Jakarta (ANTARA News) – Majalah bisnis Forbes Asia menetapkan Aburizal Bakrie, sekarang Menko Kesra, sebagai orang terkaya peringkat pertama dari 40 orang kaya Indonesia pada tahun ini dengan nilai kekayaan mencapai 5,4 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya 1,2 miliar dolar AS.

Forbes dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News di Jakarta, Kamis, menyebutkan, 10 besar dalam daftar orang kaya dan nilai kekayaannya sebagai berikut:
1. Aburizal Bakrie dan keluarga : 5,4 miliar dolar AS
2. Sukanto Tanoto (perusahaan April dan Asian Agri): 4,7 miliar AS
3. R. Budi Hartono: 3,14 miliar dolar AS
4. Michael Hartono: 3,08 miliar dolar AS (Budi Hartono dan Michael Hartono, dua saudara kandung yang memiliki saham di perusahaan rokok Djarum dan BCA)
5. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga (Sinar Mas Group): 2,8 miliar dolar AS
6. Putera Sampoerna dan keluarga (Sampoerna Strategic): 2,2 miliar dolar AS
7. Martua Sitorus (Wilmar International): 2,1 miliar dolar AS
8. Rachman Halim dan keluarga (Gudang Garam): 1,6 miliar dolar AS
9. Peter Sondakh (Rajawali Group): 1,45 miliar dolar AS
10.Eddy William Katuari dan keluarga (Wings Group): 1,39 miliar dolar AS

Disebutkan dalam siaran pers, Forbes Asia dalam mendaftar nama-nama orang terkaya itu menggunakan nilai bersih dengan nilai saham dan nilai tukar pada 30 November. Sedangkan untuk perusahaan swasta yang belum terbuka dihitung dengan membandingkannya dengan perusahaan yang diperdagangkan secara terbuka.

Majalah Forbes Asia yang memuat daftar orang kaya itu akan diedarkan pada 24 Desember dengan gambar sampul depan Edwin Soeryadjaya yang memiliki nilai kekayaan 250 juta dolar AS dan menduduki ranking 29.(*)

Author: Admin

Share This Post On

9 Comments

  1. Dimasukkan daftar orang2 terkaya ini pastinya bangga ya….tapi kalau manusia yang berakal dan bermoral serta berempati kepada rakyat miskin, tentunya malu.

    Post a Reply
  2. Forbes, Media Miskin Data

    Peran media kadang, bisa menyulap hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dan yang mungkin menjadi tidak mungkin. Sebagai wadah yang membuat opini dimasyarakat dan dapat mengubah alur pikir dan mengkondisikan situasi sesuai keinginan media kerap sering disalahgunakan. Orang-orang yang memiliki kantong yang tebal tentu memahami betul peran penting media, demi kepentingan mereka.

    Baru-baru majalah Forbes Asia, melansir berita tentang daftar orang terkaya di Indonesia, yang menempatkan Aburizal Bakrie diurutan pertama, dan Jussuf Kalla diurutan ke 30. Adapun diantara mereka berdua merupakan pengusaha tulen, dan bukan pejabat publik atau politisi. Nama pengusaha lama seperti Sukanto Tanoto bos RGM, Putra Sampoerna, Eka Tjipta Widjaja, Sjamsul Nursalim dll.

    Saya tertawa mendengar pemberitaan itu, jelas pemberitaan itu punya maksud dan skenario tertentu. Kok, bisa-bisa majalah tersebut tidak memasukan nama mantan Presiden Soeharto dalam daftar orang terkaya? Semua orang di Indonesia juga tahu siapa orang secara kasat mata paling terkaya di Indonesia. Bahkan bukan hanya level Indonesia, bahkan Soeharto dimungkin menjadi orang yang terkaya di Dunia. Betapa tidak, lebih dari 30 tahun ia berkuasa di negeri ini. Siapa pemimpin dunia yang dapat berkuasa didunia selama itu?

    Kita tahu, seberapa kaya Ical dan JK , saat Soeharto berkuasa. Ical pun mendapat kekayaannya berkat kedekatannya dengan keluarga dan kroni Soeharto. Bisa dibilang, kalau Soeharto itu “Majikan” Ical. Masa bawahan lebih kaya daripada majikan? Kalau dikatakan Ical kaya, tentunya masih pada level para kroni Soeharto, untuk ukuran terkaya di Indonesia. Tidak mungkin dapat melewati kekayaan yang dimiliki oleh Soeharto, kecuali ia mampu dan berani “Merampas Habis” seluruh kekayaan Soeharto dan keluargannya.

    Selama Soeharto berkuasa, tentulah amat banyak kekayaan yang dia ambil dari negeri tercinta. Alam berserta isinya dikawasan wilayah RI, telah ada stempel “Soeharto”. Keluarga dan para kroni-kroni sampai saat ini masih menjadi “Operator” mesin bisnis Soeharto. Yang dapat dipastikan seluruh usaha yang dimiliki merupakan mesin pencetak uang. Bila dirinci, berapa banyak perusahaan yang dimiliki Soeharto, dan berapa pula kekayaan yang dimiliki Soeharto? Tentu “Kalkulatorpun” akan bingung menjumlahkannya.

    Pendapat saya bukannya mengada-ngada, data terkait Soeharto telah banyak sekali dan dari berbagai sumber hidup pun meyakinkan atas pendapat saya tersebut. Selama 30 tahun saya mencermati akan hal itu.

    Jadi menurut saya, pemberitaan majalah Forbes, yang tidak memasukan nama Soeharto sebagai orang terkaya di Indonesia, membuktikan bahwa Forbes Asia merupakan media yang miskin akan data. Atau memang ada skenario Forbes untuk menyelamatkan Soeharto, dengan pengalihan isu orang terkaya di Indonesia ini? Agar Soeharto semakin aman karena tidak diperbincangkan.

    Rakyat sudah tidak bodoh, mencermati segala isu dimedia, dan perkembangan politik yang ada saat ini. Kita tahu, skenario Soeharto yang sampai detik ini tidak tersentuh oleh hukum. Skenario SKP3 Soeharto, “Tim Dokter”, menjadi Hakim sesungguhnya, vonis bebas bagi Soeharto. Skenario “Tidak boleh Muncul”, yang diperankan Soeharto berjalan mulus, didukung segenap media yang ada, dibawah pengaruhnya. Semakin membuat publik lupa akan kejahatan yang ia lakukan.

    Post a Reply
  3. Iyaa yaa mas hendri….kok keluarga Soeharto hanya mas bambang yg masuk urutan ke 34. Padahal keluarga soeharto itu kekayaannya nggak bakalan habis dimakan tujuh turunan…..eeeeh..tidak cuma tujuh turunan ..tapi selikur (duapuluhsatu) turunan.

    Post a Reply
  4. seandainya aku jadi orang terkaya di indonesia aku akan memberantas kemiskinan yang ada dinegriku tercinta ini….

    Post a Reply
  5. jadi orang kaya? siap nggak aku yaaa?

    Post a Reply
  6. jadi orang kaya harus bisa membagi waktu untuk beribadah, keluarga,dan lai-lain..
    orang kaya harus bisa mempergunakan uangnya (selalu digunakan yang baik-baik)

    Post a Reply
  7. dari langkah yang panjang menuju pembaharuan yang lebih maju dan dapat di nikmati rakyat. hendaknya kita sebagai rakyat tidak saling memandang si kaya dan si miskin…. dalam menat langkah hendaknya kita saling mebahu menuju kemajuan yang lebihh nyata dan tidak saling memojokan… yang di harapkan oleh saya kita dapat maju bersama menjunjung tinggi kemajuan indonesia

    Post a Reply
  8. Salah satu sisi ajaran Islam yang belum ditangani secara serius adalah penanggulangan kemiskinan dengan cara mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, infaq dan shadaqah dalam arti seluas-luasnya. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta penerusnya di zaman keemasan Islam.
    Insyaalah dengan ditanganinya sistem zakat secara serius kesenjangan antara si miskin dan si kaya pun akan musnah.
    Allphuakbar!!!

    Post a Reply
  9. mau no tlp kantornya dong,
    klo da no rumah&hpnya jg
    makasih

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *