images.jpgHTI-Press.Jakarta. Ustadz Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia menengarai ada pihak-pihak tertentu yang berusaha memecah belah umat dengan mengalihkan isu Insiden Monas itu menjadi isu pembubaran FPI. Menurutnya, ini adalah bukti kesekian kali dari kelompok sekuler untuk melakukan politik belah bambu, devide et impera. Ada yang ditekan dan ada yang diangkat-angkat. Ini juga khas dari politik neoimperialisme dan neokolonialisme. Mereka memanfaatkan Insiden Monas ini untuk memecah belah umat. “Nah umat Islam, ormas Islam dan tokoh-tokohnya harus bersatu padu, dan tidak boleh bercerai berai,” ujar Ustadz Ismail. Berikut petikan wancaranya dengan Abu Ziad di Jakarta beberapa waktu lalu.